Baterai Baru Korsel Ancam Mobil Bensin

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Peneliti dari Pohang University of Science and Technology Korea Selatan (Korsel), mengembangkan baterai silikon untuk kendaraan listrik. Inovasi ini berpotensi mempercepat peralihan dari mobil berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.

Selain itu, baterai silikon menawarkan daya jelajah lebih jauh. Dalam satu kali pengisian daya, baterai ini memungkinkan mobil listrik menempuh jarak hingga 1.000 kilometer.

Namun sebelumnya, peneliti menghadapi tantangan besar. Silikon dapat mengembang hingga tiga kali lipat saat proses pengisian daya. Setelah itu, silikon kembali menyusut saat energi berkurang. Perubahan bentuk ini dapat merusak struktur baterai.

Karena itu, banyak peneliti mencoba silikon berbentuk partikel nano yang sangat kecil. Akan tetapi, metode tersebut meningkatkan biaya produksi dan membuat proses pembuatan lebih rumit.

Baca Juga :  Polytron Tembus Pasar EV, Kalahkan Merek Global

Sebaliknya, tim peneliti POSTECH memilih pendekatan berbeda. Mereka memakai silikon berukuran sekitar 1.000 kali lebih besar dalam skala mikro. Pendekatan ini mempermudah proses produksi. Selain itu, pendekatan ini juga menekan biaya.

Selanjutnya, peneliti menggunakan gel polimer elektrolit untuk menyesuaikan perubahan bentuk silikon. Gel ini mengikuti perubahan ukuran silikon saat mengembang maupun menyusut.
Kemudian, peneliti mengikat gel tersebut secara kimia melalui radiasi tembakan elektron. Proses ini menghasilkan ikatan yang stabil sehingga baterai tetap bekerja meskipun silikon terus berubah ukuran.

Akhirnya, tim peneliti berhasil menciptakan baterai silikon dengan densitas energi 40% lebih tinggi dibanding baterai lithium-ion standar.

Baca Juga :  Motor Listrik Operasional MBG Rp 49 Jutaan, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Menurut peneliti POSTECH, teknologi ini dapat mempercepat pengembangan kendaraan listrik generasi baru.

“Kami menggunakan anoda mikro-silikon dan tetap menghasilkan baterai yang stabil. Dengan demikian, riset ini membawa kita lebih dekat pada baterai lithium-ion dengan densitas energi tinggi,” kata Park Soojin.

Karena itu, inovasi ini berpotensi mempercepat perkembangan mobil listrik. Selain itu, teknologi ini juga dapat mengurangi ketergantungan dunia pada bahan bakar fosil.

Tag koma: baterai silikon, mobil listrik, teknologi baterai, kendaraan listrik, inovasi otomotif, POSTECH, Korea Selatan, energi bersih, industri otomotif, transisi energi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Platform Film “Show” Gabungkan AI dan Blockchain, Ubah Cara Penonton Terlibat dalam Industri Hiburan
AI Pangkas Lowongan Entry Level, Fresh Graduate Wajib Kuasai Skill Baru
Vivo Y100 4G vs Vivo Y29 Rp2 Jutaan: Duel Gaya Hidup vs Baterai Tahan Lama, Mana Paling Tepat untuk Kebutuhanmu?
AI Ubah Tren Rekrutmen, Perusahaan Kini Prioritaskan Skill yang Sulit Digantikan Teknologi
Oppo Find X9 Ultra Ubah Cara Kerja Fotografi Mobile, Bukan Sekadar HP Kamera Biasa
AI Claude Bantu Pemulihan Bitcoin Rp6,4 Miliar yang Hilang
Keamanan Android 2026: Proteksi Pintar dari Penipuan, Aplikasi Berbahaya, hingga Pencurian HP
Xiaomi 14T Gebrak Pasar Flagship Killer dengan Kamera Leica dan AI Canggih
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 23:00 WIB

Platform Film “Show” Gabungkan AI dan Blockchain, Ubah Cara Penonton Terlibat dalam Industri Hiburan

Senin, 18 Mei 2026 - 22:00 WIB

AI Pangkas Lowongan Entry Level, Fresh Graduate Wajib Kuasai Skill Baru

Senin, 18 Mei 2026 - 12:00 WIB

Vivo Y100 4G vs Vivo Y29 Rp2 Jutaan: Duel Gaya Hidup vs Baterai Tahan Lama, Mana Paling Tepat untuk Kebutuhanmu?

Senin, 18 Mei 2026 - 05:00 WIB

AI Ubah Tren Rekrutmen, Perusahaan Kini Prioritaskan Skill yang Sulit Digantikan Teknologi

Senin, 18 Mei 2026 - 01:00 WIB

Oppo Find X9 Ultra Ubah Cara Kerja Fotografi Mobile, Bukan Sekadar HP Kamera Biasa

Berita Terbaru

Oplus_0

Ekonomi Digital

TikTok Shop Ubah Skema Komisi, Biaya Penjual Naik Tajam

Senin, 18 Mei 2026 - 19:44 WIB