KERINCI – Banjir bandang melanda Desa Tangkil dan Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Banjir itu membawa banyak kayu gelondongan ke badan jalan dan saluran air.
Selain kayu, arus banjir juga menyeret lumpur, pasir, batu, serta berbagai material lainnya. Akibatnya, akses jalan nasional di kawasan tersebut sempat terganggu.
Bupati Kerinci Tinjau Lokasi Banjir
Bupati Kerinci Monadi turun langsung ke lokasi banjir pada Jumat (6/3/2026). Dalam peninjauan itu, Monadi datang bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kerinci, Maya Novefri Handayani.
Dalam kesempatan itu, Monadi melihat kondisi lapangan sekaligus memantau proses pembersihan material banjir yang menutup sebagian ruas jalan nasional.
PUPR Kerinci Kerahkan Alat Berat
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas PUPR segera mengerahkan alat berat ke lokasi banjir.
Kemudian, petugas menggunakan alat berat dan dump truck untuk membersihkan lumpur, pasir, batu, sampah, serta kayu gelondongan dari badan jalan dan saluran air.
Di lapangan, alat berat milik Dinas PUPR Kerinci langsung mengangkut material banjir. Bahkan, petugas bekerja sejak pagi hingga siang hari agar akses transportasi masyarakat kembali lancar.
Warga Apresiasi Langkah Cepat Pemkab
Selain itu, sejumlah warga menyambut baik langkah cepat pemerintah daerah dalam menangani dampak banjir. Mereka menilai pembersihan material sangat penting karena jalur tersebut menjadi akses utama masyarakat.
“Kalau petugas tidak segera membersihkan material banjir, pasir, batu, lumpur, dan kayu bisa membahayakan pengguna jalan,” ujar salah seorang warga.
Pemkab Kerinci Evaluasi Titik Rawan Banjir
Kemudian, Kepala Dinas PUPR Kerinci Maya Novefri menegaskan bahwa pihaknya akan terus melanjutkan penanganan hingga kondisi jalan benar-benar aman bagi kendaraan.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga akan mengevaluasi sejumlah titik rawan banjir di kawasan tersebut. Tujuannya, pemerintah menyiapkan langkah penanganan yang lebih permanen agar banjir tidak kembali terjadi.
Sebelumnya, banjir di wilayah Tangkil dan Jernih Jaya sempat mengganggu aktivitas masyarakat serta arus lalu lintas. Genangan air bahkan menutup sebagian badan jalan nasional sehingga kendaraan sulit melintas.
Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah daerah segera menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









