AS Wacanakan Sanksi Usai Aljazair Beli Jet Siluman Rusia

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat kini mengkaji kemungkinan menjatuhkan sanksi terhadap Aljazair setelah negara Afrika Utara itu memutuskan membeli jet tempur siluman Su-57 buatan Rusia. Wacana ini muncul dalam sidang resmi Senat AS dan langsung menarik perhatian karena berpotensi memengaruhi keseimbangan kekuatan militer di kawasan.

 

Sejalan dengan itu, Washington menilai langkah Aljazair sebagai perkembangan yang mengkhawatirkan, terutama ketika Amerika Serikat terus berupaya menekan penyebaran dan ekspor persenjataan strategis Rusia ke pasar internasional.

 

Isu Sanksi Muncul di Senat AS

 

Kepala Biro Urusan Timur Dekat Departemen Luar Negeri AS, Robert Palladino, menyampaikan isu sanksi tersebut dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada Selasa (3/2/2026). Kantor berita pemerintah Rusia, TASS, kemudian melaporkan pernyataan tersebut.

 

Dalam sidang itu, Palladino menyatakan bahwa pemerintah AS telah mencermati laporan media mengenai pembelian jet tempur tersebut. “Kami mengetahui laporan media mengenai hal ini dan menganggapnya sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan,” ujarnya saat

menjawab pertanyaan senator terkait potensi sanksi terhadap Aljazair. Ia menegaskan bahwa pemerintah AS terus memantau perkembangan ini secara saksama dan akan membahasnya lebih lanjut dalam sesi tertutup bersama para senator.

Baca Juga :  Eksodus Selandia Baru: 70.000 Warga Pindah ke Australia

 

AS Soroti Kerja Sama Militer Aljazair–Rusia

 

Selain itu, Palladino menjelaskan bahwa Washington selama ini aktif berupaya mencegah Aljazair membeli peralatan militer Rusia. Meski begitu, ia mengakui bahwa Amerika Serikat dan Aljazair tetap menjalankan kerja sama dalam sejumlah bidang yang menjadi kepentingan bersama.

 

“Kami bekerja sama secara erat dengan pemerintah Aljazair dalam berbagai isu. Namun, kami memiliki perbedaan pandangan yang signifikan, dan kami menganggap isu ini sebagai salah satu masalah utama,” kata Palladino. Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat secara rutin menggunakan jalur diplomatik, sering kali melalui pendekatan tertutup, untuk menjaga kepentingannya dan mencegah tindakan yang dianggap tidak dapat diterima.

 

Aljazair Jadi Pembeli Internasional Pertama Su-57E

 

Pada Februari 2025, Aljazair secara resmi mengonfirmasi pembelian jet tempur generasi kelima Su-57E dari Rusia. Televisi nasional Aljazair menyiarkan pengumuman tersebut dan sekaligus menandai negara itu sebagai pelanggan internasional pertama bagi pesawat tempur siluman terbaru buatan Moskwa.

Baca Juga :  Beasiswa Patriot Undip 2026 Resmi Dibuka

 

Selain Su-57E, Angkatan Udara Aljazair juga mengoperasikan berbagai jet tempur buatan Rusia, yang menunjukkan hubungan pertahanan jangka panjang antara kedua negara.

 

India Ambil Arah Berbeda dari Rusia

 

Sementara itu, India memilih jalur berbeda. Pemerintah India memprioritaskan pengembangan jet tempur siluman dalam negeri, AMCA (Advanced Medium Combat Aircraft), dan tidak melanjutkan pendalaman kerja sama dengan Rusia terkait Su-57.

Pemerintah India mengambil keputusan ini meskipun Moskwa terus menawarkan berbagai bentuk kerja sama.

 

Media pertahanan Defense Express melaporkan bahwa Rusia mengajukan proposal kerja sama Su-57E kepada India, termasuk tawaran transfer teknologi serta opsi perakitan pesawat di dalam negeri melalui perusahaan milik negara, Hindustan Aeronautics Limited. Rusia juga mengusulkan pemanfaatan teknologi Su-57 untuk mendukung pengembangan program AMCA.

 

AMCA Tegaskan Kemandirian Pertahanan India

 

Sebagai penegasan atas arah kebijakan tersebut, India menjadwalkan pemameran model skala penuh jet tempur AMCA dalam ajang Aero India 2025 di Bengaluru. Langkah ini menunjukkan komitmen New Delhi untuk memperkuat kemandirian industri pertahanannya di masa depan.

 

Berita Terkait

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat
Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta
Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles
Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028
Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar
Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi
Jay Idzes Dukung Ismael Kone, Pesan Haru Kapten Timnas Indonesia Usai Cedera Horor Piala Dunia 2026
Mimpi Kuliah Gratis ke Rusia Bisa Jadi Nyata, 300 Beasiswa Dibuka untuk Pelajar Indonesia
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:34 WIB

Bukan Sekadar AC Biasa, Ini Rahasia Masjidil Haram Tetap Sejuk Saat Suhu Makkah Menyengat

Rabu, 8 Juli 2026 - 08:00 WIB

Beasiswa TAMBA SAMBA 2027 Resmi Dibuka, Profesional Indonesia Bisa Raih Kuliah MBA Gratis di AS Plus Tunjangan Rp44 Juta

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:47 WIB

Istana Buckingham Cari Videografer, Gaji Tembus Rp1 Miliar Setahun dan Bisa Ikut Agenda Raja Charles

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ubah Haluan, Vietnam Tunda Larangan Motor Bensin, Transisi Berlanjut hingga 2028

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:00 WIB

Norwegia Batasi AI di Sekolah Dasar, Fokus Kembali ke Belajar Dasar

Berita Terbaru