Kenduri Sko Semurup Bukan Sekadar Tradisi, Ini Pesan Alfin dan Monadi

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 November 2026 - 20:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

KERINCI – Kekayaan adat dan budaya menjadi identitas yang terus masyarakat Kerinci jaga dari generasi ke generasi. Komitmen tersebut terlihat dalam puncak Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup di Balai Adat Nge Menganjung Tigo Luhah Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Sabtu (7/11).

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menghadiri langsung puncak kegiatan adat tersebut. Kehadiran kedua kepala daerah ini sekaligus menunjukkan dukungan pemerintah terhadap upaya masyarakat dalam merawat tradisi dan mempertahankan warisan leluhur.

Melalui Kenduri Sko, masyarakat Tigo Luhah Semurup tidak hanya menjalankan tradisi turun-temurun. Mereka juga memperkenalkan kekayaan budaya Kerinci kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda yang akan melanjutkan estafet pelestarian adat.

Alfin dan Monadi Nikmati Penyambutan Adat Tigo Luhah Semurup

Masyarakat Tigo Luhah Semurup menyambut kedatangan rombongan tamu kehormatan dengan prosesi sekapur sirih. Anak jantan dan anak batino turut mengambil peran dalam penyambutan tersebut.

Selain itu, tarian tradisional mengiringi kedatangan para tamu. Pertunjukan ini menghadirkan suasana meriah sekaligus memperlihatkan kekayaan seni dan budaya masyarakat Kerinci.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka antara lain Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., unsur Forkopimda, serta pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Hadir pula Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian, S.E., M.M., Sekda Kabupaten Kerinci, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh adat, Kembar Rekan Depati IV Delapan Helai Kain Alam Kerinci, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.

Mengasap Negeri Awali Rangkaian Kenduri Sko

Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup menghadirkan rangkaian tradisi yang berlangsung selama beberapa hari. Masyarakat mengawali kegiatan dengan tradisi Mengasap Negeri selama tiga hari sebelum memasuki acara puncak.

Selanjutnya, masyarakat Tigo Luhah Semurup menggelar prosesi Mandi Balimau bersama. Tradisi ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian kegiatan adat sebelum masyarakat melanjutkan prosesi Kenduri Sko.

Baca Juga :  NCH Sumbar Jadi Ruang Kreatif Anak Nagari, Budaya Lokal Kini Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi

Tidak hanya itu, sejumlah ritual adat turut mengisi puncak kegiatan. Salah satunya Ngaji Adat yang memperkenalkan nilai-nilai tradisional serta kearifan lokal masyarakat Kerinci.

Sumpah Karang Setio Teguhkan Komitmen Pemangku Adat

Rangkaian acara juga menghadirkan prosesi peneguhan Sumpah Karang Setio. Dalam kesempatan tersebut, Mangku Rajo Tuo memimpin pengucapan sumpah kepada para pemangku adat.

Prosesi ini mengandung pesan penting mengenai tanggung jawab, amanah, dan komitmen dalam menjaga kelangsungan adat istiadat.

Dengan demikian, Kenduri Sko tidak sekadar menghadirkan perayaan budaya. Tradisi ini juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga nilai adat dalam kehidupan sehari-hari.

Tari Putanden Batuah dan Asyek Budero Ngisai Meriahkan Acara

Suasana puncak Kenduri Sko semakin semarak melalui penampilan Tari Massal Putanden Batuah. Para penampil menghadirkan pertunjukan yang menarik perhatian tamu undangan.

Selanjutnya, Anak Batino Dalam menutup rangkaian pertunjukan dengan Tari Asyek Budero Ngisai.

Kedua tarian tersebut memperlihatkan kekayaan seni tradisional masyarakat Kerinci. Lebih dari sekadar hiburan, pertunjukan itu juga mencerminkan identitas budaya dan semangat masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

Monadi Apresiasi Semangat Masyarakat Tigo Luhah Semurup

Bupati Kerinci Monadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat adat Tigo Luhah Semurup atas kemeriahan dan keberhasilan penyelenggaraan puncak Kenduri Sko serta Mandi Balimau.

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan semangat masyarakat dalam menjaga tradisi dan mempertahankan kekayaan budaya daerah.

Selain itu, kebersamaan antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat menjadi modal penting untuk melanjutkan pelestarian adat Kerinci.

Alfin Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Kerinci

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin juga mengapresiasi masyarakat adat Tigo Luhah Semurup atas penyelenggaraan Kenduri Sko yang berlangsung meriah dan sarat makna.

Baca Juga :  BBM Aman, Mudik Lancar! DPR RI & Pemda Turun Lapangan

Menurut Alfin, Kenduri Sko menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Kerinci tetap menjaga jati diri, adat istiadat, serta warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.

Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu terus mengenalkan sejarah dan budaya daerah kepada generasi muda. Langkah tersebut penting agar mereka memahami akar budaya sekaligus memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya.

Karena itu, Alfin mengajak seluruh masyarakat untuk mengambil peran dalam menjaga adat istiadat Kerinci. Pemerintah, tokoh adat, keluarga, dan generasi muda perlu membangun sinergi agar tradisi tetap hidup.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Kenduri Sko diharapkan terus menjadi kebanggaan masyarakat Kerinci sekaligus sarana memperkuat identitas budaya daerah.

FAQ

1. Apa itu Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup?

Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup merupakan tradisi adat masyarakat Kerinci yang mengandung nilai sejarah, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

2. Di mana masyarakat menggelar Kenduri Sko Tigo Luhah Semurup?

Masyarakat menggelar kegiatan tersebut di Balai Adat Nge Menganjung Tigo Luhah Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci.

3. Siapa kepala daerah yang menghadiri puncak Kenduri Sko?

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., bersama Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menghadiri langsung puncak kegiatan tersebut.

4. Apa saja rangkaian tradisi dalam Kenduri Sko?

Rangkaian kegiatan meliputi Mengasap Negeri, Mandi Balimau, Ngaji Adat, peneguhan Sumpah Karang Setio, Tari Massal Putanden Batuah, dan Tari Asyek Budero Ngisai.

5. Apa pesan Alfin kepada masyarakat Kerinci?

Alfin mengajak masyarakat untuk terus mengenalkan sejarah dan budaya daerah kepada generasi muda agar mereka memahami, mencintai, dan melestarikan adat istiadat Kerinci.

6. Mengapa Kenduri Sko penting bagi masyarakat Kerinci?

Kenduri Sko membantu masyarakat menjaga identitas budaya, mempererat kebersamaan, serta mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi berikutnya.(Tim)

Berita Terkait

Puluhan Siswa Unjuk Kebolehan di FTBI Dharmasraya 2026, Siapa Saja yang Jadi Juara?
Pengangkatan Direksi PDAM Tirta Sakti Kerinci Ditunda, Ada Apa?
Pelajar Sungai Penuh Unjuk Bakat, FTBI Angkat Bahasa Kerinci
Nilai UKK Direksi Tirta Sakti Keluar, Mensediar Ungguli Sasrir dan Zairusman
Bupati Monadi Desak OPD Segera Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK
Jalan Lubuk Suli Segera Berbenah, Camat Depati VII Ungkap Target Perbaikan 2026
Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Lubuk Suli Kini Ditanami Pisang
NCH Sumbar Jadi Ruang Kreatif Anak Nagari, Budaya Lokal Kini Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 20:49 WIB

Kenduri Sko Semurup Bukan Sekadar Tradisi, Ini Pesan Alfin dan Monadi

Kamis, 5 November 2026 - 19:03 WIB

Puluhan Siswa Unjuk Kebolehan di FTBI Dharmasraya 2026, Siapa Saja yang Jadi Juara?

Senin, 2 November 2026 - 18:49 WIB

Pengangkatan Direksi PDAM Tirta Sakti Kerinci Ditunda, Ada Apa?

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Pelajar Sungai Penuh Unjuk Bakat, FTBI Angkat Bahasa Kerinci

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Nilai UKK Direksi Tirta Sakti Keluar, Mensediar Ungguli Sasrir dan Zairusman

Berita Terbaru