Peremajaan Sawit Rakyat Dharmasraya Buka Harapan Baru, Petani Berpeluang Akses Dana Rp103,43 Miliar

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 November 2026 - 21:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – Peremajaan Sawit Rakyat Dharmasraya

 

Petani kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya berpeluang memperoleh dukungan dana hingga Rp103,43 miliar melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) periode 2025–2026. Anggaran dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut membuka peluang bagi pekebun untuk memperbarui tanaman tua sekaligus meningkatkan produktivitas kebun.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus mendorong program ini agar semakin banyak petani menikmati manfaatnya. Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bahkan aktif menjalin komunikasi dengan BPDP selama dua tahun terakhir demi memperjuangkan dukungan pendanaan bagi pekebun.

Upaya tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perkebunan rakyat. Apalagi, kelapa sawit menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Dharmasraya.

Usulan PSR Dharmasraya Tembus 1.723 Hektare

Data progres Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dharmasraya mencatat total usulan PSR periode 2025–2026 mencapai 1.723,7658 hektare.

Pada 2025, kelompok pekebun mengajukan lahan seluas 579,271 hektare. Kemudian, angka pengajuan meningkat menjadi 1.144,4948 hektare pada 2026.

Secara keseluruhan, sebanyak 17 kelompok dan kelembagaan pekebun masuk dalam pengusulan program tersebut. Dengan alokasi bantuan Rp60 juta per hektare, total potensi dukungan dana mencapai Rp103.425.948.000 atau sekitar Rp103,43 miliar.

Besarnya nilai tersebut membuka peluang bagi petani untuk memperbarui kebun sekaligus meningkatkan kemampuan produksi dalam jangka panjang.

Bupati Annisa Intensif Perjuangkan Kepentingan Petani

Bupati Annisa Suci Ramadhani terus membangun komunikasi dengan BPDP untuk memperluas akses pendanaan PSR bagi pekebun Dharmasraya.

Selama dua tahun terakhir, ia mendorong agar petani memperoleh kesempatan lebih besar dalam memanfaatkan program peremajaan sawit. Langkah ini sekaligus memperlihatkan perhatian pemerintah daerah terhadap kebutuhan pekebun.

Baca Juga :  Pemkab Dharmasraya Perkuat Penanganan Stunting Terpadu, Tak Hanya Andalkan Bantuan Makanan

Selain memperjuangkan dukungan anggaran, Pemkab Dharmasraya juga mendorong percepatan proses administrasi dan teknis. Dengan begitu, semakin banyak kelompok tani dapat mengikuti program sesuai ketentuan.

Dinas Pertanian Buka Kesempatan bagi Seluruh Petani

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Lasmiyati, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa seluruh petani kelapa sawit memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program PSR.

Saat memberikan keterangan di Pulau Punjung, Jumat (6/11/2026), Lasmiyati menjelaskan bahwa pemerintah daerah membuka kesempatan pengusulan bagi seluruh pekebun. Namun, setiap calon peserta tetap harus memenuhi persyaratan administrasi dan teknis dari BPDP.

“Proses pengusulan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terbuka bagi seluruh petani kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya untuk memberikan kesempatan yang sama dalam memperoleh dukungan pendanaan dari BPDP. Tentu, pengusulan tersebut harus memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan teknis yang telah ditetapkan,” ujar Lasmiyati.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam proses pengusulan. Menurutnya, kebijakan tersebut memberi peluang yang adil bagi seluruh pekebun untuk mengakses bantuan pemerintah.

PSR Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Pekebun

Program Peremajaan Sawit Rakyat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat.

Melalui program ini, petani dapat mengganti tanaman tua atau tidak produktif dengan tanaman baru yang memiliki potensi hasil lebih baik. Selain itu, dukungan dana Rp60 juta per hektare membantu pekebun menjalankan proses peremajaan sesuai ketentuan.

Karena itu, pemerintah daerah terus mengajak kelompok tani meningkatkan kesiapan administrasi dan memenuhi persyaratan teknis. Langkah tersebut penting agar semakin banyak pekebun memperoleh kesempatan mengikuti PSR.

Baca Juga :  Promo Shopee 1 Juli 2026: Super Beauty Day Bikin Skincare Murah, Traktiran Rp7 dan Cashback Siap Diburu

Pemkab Dharmasraya Targetkan Manfaat PSR Lebih Luas

Pemkab Dharmasraya berharap dukungan BPDP mampu mempercepat peremajaan perkebunan sawit rakyat. Pemerintah daerah juga ingin meningkatkan produktivitas kebun agar petani memperoleh hasil panen dan pendapatan yang lebih baik.

Di sisi lain, komunikasi antara pemerintah daerah dan BPDP menjadi bagian penting dalam memperjuangkan kebutuhan sektor perkebunan.

Dengan potensi pendanaan mencapai Rp103,43 miliar, program PSR memiliki peluang besar untuk memperkuat ekonomi petani sekaligus menjaga keberlanjutan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya.

FAQ

1. Berapa total potensi dana PSR untuk petani Dharmasraya?

Petani Dharmasraya berpeluang memperoleh dukungan dana sekitar Rp103,43 miliar untuk program PSR periode 2025–2026.

2. Berapa besaran bantuan PSR per hektare?

BPDP menyediakan dukungan dana sebesar Rp60 juta per hektare untuk membantu proses peremajaan sawit rakyat.

3. Berapa luas lahan yang masuk dalam usulan PSR?

Total usulan mencapai 1.723,7658 hektare, terdiri atas 579,271 hektare pada 2025 dan 1.144,4948 hektare pada 2026.

4. Berapa kelompok pekebun yang mengikuti pengusulan PSR?

Sebanyak 17 kelompok dan kelembagaan pekebun masuk dalam data pengusulan program PSR Dharmasraya.

5. Siapa saja yang dapat mengikuti program PSR?

Seluruh petani kelapa sawit di Kabupaten Dharmasraya memiliki kesempatan mengajukan program PSR selama memenuhi persyaratan administrasi dan teknis.

6. Ke mana petani harus mencari informasi pendaftaran PSR?

Petani dapat menghubungi Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya atau berkoordinasi dengan kelompok dan kelembagaan pekebun untuk memperoleh informasi mengenai persyaratan serta mekanisme pengusulan.(Tim)

Berita Terkait

Belawan Punya Pesaing? Sumbar Siapkan Teluk Tapang Jadi Pusat Logistik Baru
Potensi Nagari Sumbar Jadi Sorotan, Pemprov Gandeng Deryansha Azhary Dongkrak UMKM
Kejari Dharmasraya Luncurkan PERISAI, 52 Nagari Kini Punya Sistem Deteksi Risiko Hukum
Puluhan Siswa Unjuk Kebolehan di FTBI Dharmasraya 2026, Siapa Saja yang Jadi Juara?
CPO Bengkulu Tercatat di Sumbar, Pemprov Siapkan Aturan Baru Mulai Desember
648 Ribu Keluarga di Sumbar Kebagian 19.469 Ton Beras, Bantuan Diperpanjang hingga Desember
Dana Perantau Minang Capai Rp20 Triliun, Wamendagri Bima Arya Ungkap Peluang Besar untuk Ekonomi Sumbar
260 UMKM Solok Selatan Dapat Suntikan Peralatan, Khairunas Bidik Penguatan Ekonomi Rakyat
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:11 WIB

Peremajaan Sawit Rakyat Dharmasraya Buka Harapan Baru, Petani Berpeluang Akses Dana Rp103,43 Miliar

Jumat, 6 November 2026 - 09:47 WIB

Potensi Nagari Sumbar Jadi Sorotan, Pemprov Gandeng Deryansha Azhary Dongkrak UMKM

Kamis, 5 November 2026 - 23:08 WIB

Kejari Dharmasraya Luncurkan PERISAI, 52 Nagari Kini Punya Sistem Deteksi Risiko Hukum

Kamis, 5 November 2026 - 19:03 WIB

Puluhan Siswa Unjuk Kebolehan di FTBI Dharmasraya 2026, Siapa Saja yang Jadi Juara?

Kamis, 5 November 2026 - 11:33 WIB

CPO Bengkulu Tercatat di Sumbar, Pemprov Siapkan Aturan Baru Mulai Desember

Berita Terbaru