JAKARTA – Sony mengajukan paten baru. Paten ini memungkinkan smartphone berfungsi sebagai kontroler tambahan untuk konsol PlayStation. Perusahaan teknologi asal Jepang itu merancang konsep “Input System” untuk menghadirkan pengalaman bermain yang lebih fleksibel dan interaktif.
Sony menghubungkan smartphone dengan controller PlayStation melalui sistem magnetik. Desain ini membuat kedua perangkat dapat saling menempel dan bekerja sebagai satu unit kontrol. Pengguna bisa memanfaatkan kombinasi ini untuk berbagai skenario permainan.
Paten ini memaksimalkan sensor yang ada pada smartphone. Sony menggunakan gyroscope untuk mendeteksi gerakan tangan, kamera untuk memindai objek atau membuat avatar, serta layar sentuh untuk kontrol seperti geser, ketuk, dan swipe. Pemain bisa menggerakkan karakter atau mengatur sudut pandang dengan lebih leluasa.
Sony juga menghadirkan fungsi layar kedua pada smartphone. Pengguna tetap melihat tampilan utama di televisi atau monitor, sementara informasi penting seperti minimap, inventori, dan notifikasi tampil di layar ponsel. Fitur ini mendukung game dengan kebutuhan manajemen data yang tinggi.
Teknologi ini membuka peluang untuk pembuatan avatar berbasis kamera. Sistem dapat memindai wajah atau objek nyata untuk menciptakan karakter dalam game. Sony juga mengembangkan fitur deteksi lingkungan yang memanfaatkan sensor smartphone untuk membaca cahaya, suhu, dan kondisi ruangan.
Sony belum mengumumkan jadwal rilis teknologi ini. Namun, paten tersebut diperkirakan akan hadir pada generasi konsol berikutnya, seperti PlayStation 6 yang rencananya meluncur pada 2028–2029.
Sony menegaskan bahwa paten tidak selalu berujung pada produk final. Perusahaan dapat menggunakan paten ini untuk menguji konsep dan mengembangkan inovasi di masa depan. Jika terealisasi, teknologi ini berpotensi mengubah cara bermain game dan menghadirkan sistem kontrol hybrid yang lebih modern dan adaptif.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









