SBY Soroti Lonjakan Harga Minyak Dunia: RI Tetap Tenang

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memantau gejolak harga energi global. Ia menilai Indonesia tidak perlu panik meski harga minyak dunia terus berfluktuasi.

SBY menyampaikan pernyataan itu melalui akun media sosial saat berada di Singapura. Ia mengikuti perkembangan harga minyak, gas, dan BBM karena konflik global, terutama di Timur Tengah.

Ia menegaskan kondisi ini tidak hanya berdampak pada Indonesia. Banyak negara lain menghadapi tekanan yang sama. Sejumlah negara Asia bahkan mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga :  AHY Tinjau Tol Palembang–Betung

SBY meminta pemerintah tetap tenang dan bertindak cepat. Ia menekankan pentingnya langkah yang tepat dan tidak terlambat.

“Indonesia tak perlu panik, tetapi harus bertindak tepat waktu,” ujarnya.

SBY juga mengingat pengalamannya saat memimpin Indonesia. Lonjakan harga minyak terjadi pada 2004–2005, 2008, dan 2013. Saat itu, tekanan terhadap APBN meningkat, inflasi naik, dan pertumbuhan ekonomi melambat.

Pemerintah saat itu menjalankan berbagai kebijakan. Mereka menyesuaikan harga BBM, menambah subsidi, dan menggelar kampanye penghematan energi.

Kebijakan tersebut memicu pro dan kontra. Namun, SBY menilai langkah itu berhasil menjaga stabilitas ekonomi. Pemerintah juga melindungi masyarakat rentan melalui bantuan sosial.

Baca Juga :  Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Simak Daftar Terbaru

Dalam situasi saat ini, SBY mendukung langkah pemerintah. Ia menilai strategi antisipasi harus menjaga stabilitas ekonomi.

Ia juga menekankan pentingnya penghematan energi. Menurut dia, langkah itu dapat membantu menjaga defisit anggaran.

Selain itu, pemerintah perlu menjaga pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi. Pemerintah juga harus mencegah gelombang PHK.

SBY menegaskan perlindungan masyarakat berpenghasilan rendah harus menjadi prioritas utama.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI
Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara
Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum
5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI
CPNS 2027 Buka Peluang Baru! PPPK Guru Bisa Ikut Seleksi PNS, Ini Proyeksinya
DPR Ketuk Palu! Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI, Gantikan Hery Susanto
66 Kepala Dapur MBG Dipecat, BGN Bongkar Kasus Judi Online, Penipuan hingga Minta Uang
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Nuzran Joher Resmi Pimpin Ombudsman RI 2026-2031, Prabowo Lantik di Istana Negara

Jumat, 25 September 2026 - 07:44 WIB

Dari Kajari Jakarta Pusat ke Kejagung, Antonius Despinola Kini Jadi Kasubdit Jampidum

Minggu, 20 September 2026 - 21:09 WIB

5 Kilometer Jadi Panggung Bripda Yunita, Polwan Brimob Kaltara Tembus Podium HUT ke-81 TNI

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Dari MoU hingga Bantuan Pupuk, Azhar Hamzah Dorong Kemajuan Petani

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:35 WIB