Jejak Ilmuwan Persia: Fondasi Aljabar hingga Algoritma Modern

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Ilmuwan Persia memegang peran besar dalam perkembangan sains modern. Dari wilayah yang kini dikenal sebagai Iran dan Asia Tengah, lahir para matematikawan dan astronom yang membentuk dasar berbagai cabang ilmu, termasuk aljabar dan algoritma yang masih digunakan hingga saat ini.

Pada masa kejayaan peradaban Islam, para ilmuwan Persia menerjemahkan karya dari Yunani dan India, lalu mengembangkan konsep baru yang menjadi fondasi ilmu modern. Warisan pemikiran mereka terus memengaruhi matematika, astronomi, hingga teknologi digital.

Kontribusi Para Tokoh

Salah satu tokoh paling berpengaruh adalah Al-Khwarizmi. Ia memperkenalkan aljabar dan mengembangkan sistem angka Hindu-Arab yang menjadi dasar matematika modern. Dari namanya lahir istilah “algorithm”, yang kini menjadi konsep penting dalam dunia komputasi.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar dan Pemkab Solok Selatan Sinergi Pembangunan

Al-Khwarizmi juga terlibat dalam proyek pemetaan dunia dan pengukuran Bumi pada masa kekhalifahan Al-Ma’mun di Baghdad. Ia bekerja di pusat ilmu pengetahuan House of Wisdom, tempat para ilmuwan menerjemahkan dan mengembangkan berbagai karya ilmiah. Karyanya kemudian menyebar ke Eropa melalui terjemahan Latin dan menjadi rujukan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Tokoh lainnya, Omar Khayyam, dikenal sebagai matematikawan sekaligus astronom dengan banyak keahlian. Ia mengembangkan metode dalam aljabar, khususnya untuk menyelesaikan persamaan kubik, serta memimpin pengamatan astronomi yang menghasilkan kalender Jalali, salah satu kalender paling akurat pada masanya.

Khayyam mendapat undangan dari Sultan Malik-Shah untuk memimpin observatorium di Isfahan. Selain berkontribusi di bidang sains, ia menulis karya sastra Rubaiyat yang kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa dan populer di dunia Barat.

Baca Juga :  Laporkan Dugaan Jurnal Predator, Dosen Fakultas Hukum UAJY Berakhir Dipecat dan Picu Polemik Nasional

Sosok penting lainnya, Nasir al-Din al-Tusi, menguasai berbagai bidang seperti matematika, astronomi, filsafat, dan teologi. Ia menulis ratusan karya sepanjang hidupnya.

Al-Tusi mendirikan observatorium besar di Maragheh pada tahun 1259 yang berfungsi sebagai pusat riset astronomi internasional. Ia mengembangkan konsep Tusi couple untuk menjelaskan pergerakan planet secara lebih akurat. Sejumlah sejarawan menilai gagasannya memengaruhi perkembangan teori astronomi di Eropa beberapa abad kemudian.

Warisan para ilmuwan Persia tersebut menjadi fondasi penting bagi perkembangan sains modern. Konsep aljabar, algoritma, serta metode observasi astronomi yang mereka kembangkan tetap digunakan luas hingga saat ini dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Bukan Sekadar Zakat, UPZ Sekolah Solok Selatan Jadi Jalan Bentuk Karakter Siswa
Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi
Dari Sungai Liuk ke Kursi Profesor, Toni Indrayadi Raih Guru Besar Bahasa Inggris IAIN Kerinci
Festival Literasi Sumbar 2026 Punya Pesan Besar: Baca, Berkarya, Jaga Alam dan Budaya
Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, Warga Pudak Bersama Mahasiswa Unja Sulap Limbah Jadi Biochar
Udara Muaro Jambi Memburuk, Bupati Alihkan Siswa TK-SMP ke Kelas Online
Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi
Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:19 WIB

Bukan Sekadar Zakat, UPZ Sekolah Solok Selatan Jadi Jalan Bentuk Karakter Siswa

Selasa, 15 September 2026 - 09:54 WIB

Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Dari Sungai Liuk ke Kursi Profesor, Toni Indrayadi Raih Guru Besar Bahasa Inggris IAIN Kerinci

Rabu, 9 September 2026 - 20:30 WIB

Festival Literasi Sumbar 2026 Punya Pesan Besar: Baca, Berkarya, Jaga Alam dan Budaya

Selasa, 8 September 2026 - 18:44 WIB

Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, Warga Pudak Bersama Mahasiswa Unja Sulap Limbah Jadi Biochar

Berita Terbaru