JAKARTA – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge resmi meluncurkan layanan Internet Rakyat (IRA) secara komersial pada Kamis (19/2). Perusahaan telah mengantongi izin operasional dan lisensi sebelum menghadirkan layanan ini ke publik. Melalui langkah ini, Surge memperkuat ekspansi bisnis fixed broadband berbasis 5G di Indonesia.
Surge menghadirkan IRA sebagai layanan fixed broadband berbasis 5G FWA 1,4 GHz. Perusahaan mengintegrasikan jaringan tersebut dengan backbone fiber optik miliknya. Manajemen mengklaim teknologi ini sebagai yang pertama di dunia untuk kategori 5G FWA 1,4 GHz.
Hadirkan 5G FWA 1,4 GHz Terintegrasi Fiber
Pada tahap awal, manajemen mengoperasikan layanan dengan dukungan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) pada spektrum 1,4 GHz. Perusahaan menghubungkan jaringan itu langsung ke backbone fiber internal. Integrasi ini menghasilkan koneksi yang stabil dan berkecepatan tinggi.
Karena itu, Surge menargetkan perluasan akses internet ke wilayah yang belum menikmati layanan kabel secara optimal. Perusahaan juga memperluas cakupan jaringan secara bertahap.
Permudah Pendaftaran dan Gratiskan Instalasi
Selain menghadirkan teknologi baru, Surge menyederhanakan proses pendaftaran. Masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi resmi di Google Play Store. Perusahaan juga membuka pendaftaran lewat situs web resmi dan tenaga penjual di area layanan.
Selanjutnya, Surge membebaskan biaya instalasi dan sewa modem. Kebijakan ini mendorong masyarakat segera berlangganan tanpa terbebani biaya awal.
Tetapkan Tarif Rp100 Ribu per Bulan
Sementara itu, Surge menetapkan harga paket Rp100 ribu per bulan dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Manajemen menyusun tarif tersebut sesuai ketentuan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Direktur WIFI, Shannedy Ong, menegaskan komitmen perusahaan dalam memperluas akses internet terjangkau.
“IRA – Internet Rakyat bukan lagi sekadar konsep. Kami menargetkan 5.500 site aktif pada 2026 dan lebih dari 5 juta pelanggan. Mulai hari ini, kami menghadirkan fixed broadband 5G yang terjangkau,” ujar Shannedy.
Bidik 5 Juta Pelanggan hingga 2026
Berikutnya, Surge membidik lebih dari 5 juta pelanggan di Jawa, Maluku, dan Papua. Untuk mencapai target itu, perusahaan mengoperasikan 5.500 site jaringan hingga 2026.
Manajemen merancang pengembangan IRA sejak dua tahun lalu. Perusahaan kemudian merealisasikan peluncuran komersial pada Februari 2026 sesuai target kuartal I 2026.
Sepanjang 2025, Surge menggandeng mitra teknologi global seperti Qualcomm, Huawei, Orex Sai, dan FiberHome. Kerja sama ini memperkuat infrastruktur dan perangkat pendukung layanan IRA.
Saham WIFI Terkoreksi
Di sisi lain, saham WIFI melemah pada perdagangan Kamis (19/2). Harga saham membuka perdagangan di Rp2.630. Hingga pukul 11.17 WIB, harga turun 0,4 persen ke Rp2.550.
Meski harga saham turun, manajemen tetap optimistis. Perusahaan meyakini ekspansi IRA akan meningkatkan basis pelanggan dan memperkuat kinerja jangka panjang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









