JAMBI – edukasi kesehatan pascabanjir Desa Pudak
Ketika air banjir surut, warga menghadapi persoalan baru yang tidak kalah penting, yakni menjaga kesehatan. Lumpur, sampah, genangan, dan lingkungan yang tercemar dapat memunculkan risiko penyakit apabila warga tidak segera mengambil langkah pencegahan.
Karena itu, mahasiswa PPK Ormawa BEM Universitas Jambi (UNJA) 2026 membawa edukasi kesehatan melalui program SIGANA ke Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Program tersebut mengajak warga mengenali berbagai risiko kesehatan sekaligus memahami cara menjaga kondisi tubuh dan lingkungan setelah banjir.
Menariknya, tim tidak sekadar menyampaikan materi. Mereka mengajak warga berdiskusi, mengikuti kuis, mengerjakan pre-test dan post-test, serta memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Dengan pendekatan tersebut, SIGANA menghadirkan edukasi yang lebih interaktif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Tim SIGANA Mulai Edukasi dari Dusun 1
Tim PPK Ormawa BEM UNJA 2026 mengawali kegiatan di Posyandu Sejahtera, Dusun 1, Desa Pudak. Dalam kegiatan tersebut, tim bekerja bersama Bidan Tika dan masyarakat setempat untuk membahas risiko kesehatan setelah banjir.
Tim menjelaskan berbagai langkah yang dapat warga lakukan untuk menjaga kesehatan. Materi mencakup pencegahan penyakit, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta cara membersihkan rumah dan lingkungan setelah air surut.
Selain menjaga kondisi tubuh, warga juga perlu memperhatikan lingkungan sekitar. Lumpur, sampah, dan material sisa banjir dapat mengganggu kesehatan jika warga membiarkannya terlalu lama.
Oleh sebab itu, tim memberikan pemahaman mengenai pentingnya membersihkan rumah dan lingkungan secara tepat. Langkah tersebut membantu warga mengurangi potensi masalah kesehatan setelah banjir.
Kuis Membuat Edukasi Lebih Interaktif
Tim kemudian mengukur pemahaman peserta melalui pre-test sebelum materi dan post-test setelah edukasi. Hasil kegiatan tersebut membantu tim melihat perubahan pemahaman warga setelah mengikuti materi.
Tidak berhenti di sana, tim juga mengadakan kuis interaktif. Peserta menjawab pertanyaan seputar materi kesehatan yang telah mereka terima.
Peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi. Dengan cara tersebut, warga lebih aktif mengikuti kegiatan dan berani menyampaikan pemahaman maupun pertanyaan mereka.
Selain membuat suasana lebih hidup, interaksi tersebut membantu tim melihat sejauh mana masyarakat memahami langkah pencegahan kesehatan setelah banjir.
SIGANA Berlanjut ke Dusun 4
Setelah menyelesaikan kegiatan di Dusun 1, tim melanjutkan edukasi ke Dusun 4 Desa Pudak. Pada kesempatan tersebut, tim bersama Bidan Sadiga kembali mengajak masyarakat membahas kesehatan pascabanjir.
Tim menyampaikan materi mengenai pencegahan penyakit, pemeliharaan kondisi tubuh, PHBS, serta cara membersihkan rumah dan lingkungan setelah banjir.
Kemudian, sesi tanya jawab memberi kesempatan kepada warga untuk membahas persoalan yang mereka temui di lingkungan masing-masing. Tim juga kembali menggunakan kuis agar peserta dapat menguji pemahaman mereka secara langsung.
Kegiatan di Dusun 4 sekaligus memperluas jangkauan edukasi SIGANA. Setelah menjangkau dua dusun, tim kemudian membawa materi kesehatan tersebut ke tingkat desa.
Edukasi Kesehatan Akbar Rangkul Seluruh Dusun
Tahap berikutnya menghadirkan edukasi kesehatan akbar dengan melibatkan masyarakat dari Dusun 1, Dusun 2, Dusun 3, dan Dusun 4 Desa Pudak.
Kegiatan tersebut mempertemukan warga dari berbagai dusun dalam satu agenda edukasi. Dengan demikian, lebih banyak masyarakat memperoleh informasi mengenai risiko kesehatan setelah banjir.
Tim kembali membahas pencegahan penyakit, PHBS, pemeliharaan kesehatan tubuh, serta cara membersihkan rumah dan lingkungan dengan tepat.
Selain edukasi, tim menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis. Warga dapat melakukan pengukuran tekanan darah dan gula darah sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka.
Layanan tersebut memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat. Warga tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapat kesempatan untuk memeriksa kondisi kesehatan secara langsung.
Dari Pengetahuan Menuju Kesiapsiagaan
Rangkaian kegiatan SIGANA menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat setelah banjir. Ketika air surut, warga perlu segera memperhatikan kebersihan lingkungan sekaligus memantau kondisi tubuh.
Karena itu, tim PPK Ormawa BEM UNJA 2026 mendorong masyarakat memulai pencegahan dari kebiasaan sederhana. Menjaga kebersihan tubuh, membersihkan rumah, mengelola lingkungan, dan memperhatikan keluhan kesehatan dapat membantu warga menghadapi dampak banjir.
Di sisi lain, edukasi bertahap dari tingkat dusun hingga tingkat desa membuat penyebaran informasi berjalan lebih luas. Warga dari berbagai wilayah Desa Pudak memperoleh kesempatan untuk memahami risiko kesehatan dan mendiskusikannya bersama tim.
Pada akhirnya, SIGANA tidak hanya mengajak masyarakat memikirkan keselamatan ketika banjir datang. Program tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan setelah air surut.
FAQ
Apa itu SIGANA?
SIGANA merupakan program kerja PPK Ormawa BEM Universitas Jambi 2026 yang berfokus pada edukasi kesehatan masyarakat dalam menghadapi risiko kesehatan saat dan setelah banjir.
Mengapa SIGANA hadir di Desa Pudak?
Tim PPK Ormawa BEM UNJA 2026 hadir untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Pudak dalam menghadapi risiko kesehatan pascabanjir.
Apa saja materi yang disampaikan?
Materi mencakup pencegahan penyakit, menjaga kondisi tubuh, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta cara membersihkan rumah dan lingkungan setelah banjir.
Di mana tim melaksanakan edukasi?
Tim mengawali kegiatan di Dusun 1, kemudian melanjutkannya ke Dusun 4. Setelah itu, tim menggelar edukasi kesehatan akbar yang melibatkan masyarakat dari seluruh dusun di Desa Pudak.
Apa saja kegiatan selain edukasi?
Tim mengadakan pre-test, post-test, kuis interaktif, sesi tanya jawab, serta pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengukuran tekanan darah dan gula darah.
Mengapa warga perlu menjaga kesehatan setelah banjir?
Air banjir dapat meninggalkan lumpur, sampah, genangan, dan kondisi lingkungan yang berpotensi mengganggu kesehatan. Karena itu, warga perlu membersihkan lingkungan dan menjaga kondisi tubuh setelah banjir.
Apa langkah sederhana yang dapat warga lakukan?
Warga dapat menjaga kebersihan tubuh, membersihkan rumah dan lingkungan, menerapkan PHBS, memperhatikan kondisi lingkungan, serta segera mencari bantuan tenaga kesehatan ketika mengalami keluhan kesehatan.
Apa harapan dari pelaksanaan SIGANA?
Tim berharap masyarakat Desa Pudak dapat menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kesehatan akibat banjir.(Tim)









