Dharmasraya Selangkah Lagi Punya Sekolah Bertaraf Internasional, Rp250 Miliar dari Pusat Siap Bangun SNT

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya kembali mencetak capaian penting di sektor pendidikan. Kali ini, pemerintah pusat menetapkan Dharmasraya sebagai salah satu lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) setelah pemerintah daerah menuntaskan seluruh persyaratan administrasi.

Keputusan tersebut membuka peluang masuknya investasi pendidikan senilai Rp250 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Anggaran itu akan mendukung pembangunan kawasan pendidikan terpadu yang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan. Selain memperluas akses belajar, program tersebut juga mendorong lahirnya generasi yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Penandatanganan NPHD Jadi Tonggak Penting

Bupati Annisa Suci Ramadhani menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Suharti, di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Gogot Suharnyoto, serta Deputi Bidang Pendidikan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ojat Darojat, menyaksikan penandatanganan tersebut. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, mendampingi Bupati Annisa selama agenda berlangsung.

Melalui penandatanganan itu, Dharmasraya resmi masuk ke dalam 16 kabupaten dan kota pertama di Indonesia yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan administrasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Program Strategis Pendidikan Nasional

Pemerintah menjalankan Program Sekolah Nasional Terintegrasi berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026. Program tersebut menghadirkan pusat pendidikan unggulan dengan kurikulum berstandar internasional yang mengedepankan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

Baca Juga :  Mahyeldi Buka Peluang Cuan dari Hutan, Menteri LH Ungkap Potensi Besar Perdagangan Karbon

Selain itu, sekolah ini mengembangkan kemampuan multibahasa, memperkuat pendidikan karakter, serta meningkatkan kompetensi peserta didik agar mampu menghadapi persaingan global.

SNT juga menghadirkan sistem pendidikan terpadu yang menghubungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih berkesinambungan.

Pemerintah Siapkan Dana Rp250 Miliar

Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di 37 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

Setiap daerah memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp250 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Namun, hingga akhir Juli 2026, baru 16 daerah yang berhasil memenuhi seluruh persyaratan administrasi. Sementara itu, pemerintah daerah lainnya masih melengkapi dokumen dan tahapan yang diperlukan.

Sport Center Koto Padang Jadi Lokasi SNT

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memilih kawasan Sport Center Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Lokasi tersebut berada di lahan milik pemerintah daerah dan memiliki posisi yang strategis di bagian tengah kabupaten. Karena itu, peserta didik dari berbagai kecamatan akan memperoleh akses yang lebih mudah menuju sekolah.

Di sisi lain, keberadaan kawasan olahraga juga mendukung pengembangan fasilitas pendidikan yang modern dan terpadu.

Lengkapi Ekosistem Pendidikan Dharmasraya

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya membangun komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan pemerintah pusat hingga akhirnya memperoleh kepastian pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Selanjutnya, kehadiran SNT akan melengkapi layanan pendidikan yang telah berkembang di Dharmasraya. Sebelumnya, Sekolah Rakyat mulai beroperasi di Pulau Punjung dan segera menyambut peserta didik angkatan pertama melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Baca Juga :  Mahyeldi Kritik Kebijakan Fiskal Pusat, Soroti Ketimpangan Daerah di Hadapan DPD RI

Sejak awal masa kepemimpinannya, Bupati Annisa Suci Ramadhani terus menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan daerah. Pemerintah daerah juga menjalankan berbagai program, termasuk Program Unggulan Dharmasraya Juara, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berharap semakin banyak anak memperoleh pendidikan berkualitas. Selain itu, daerah juga ingin mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

FAQ

Apa itu Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT)?

Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program strategis nasional yang menggabungkan pendidikan SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan dengan kurikulum berbasis STEM dan standar internasional.

Berapa nilai investasi pembangunan SNT di Dharmasraya?

Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Di mana lokasi pembangunan SNT di Dharmasraya?

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menetapkan kawasan Sport Center Nagari Koto Padang, Kecamatan Koto Baru, sebagai lokasi pembangunan.

Berapa daerah yang telah menyelesaikan administrasi pembangunan SNT?

Hingga akhir Juli 2026, sebanyak 16 kabupaten dan kota telah menuntaskan seluruh persyaratan administrasi, termasuk Kabupaten Dharmasraya.

Apa manfaat pembangunan SNT bagi Dharmasraya?

Program ini memperluas akses pendidikan berkualitas, meningkatkan mutu sumber daya manusia, serta memperkuat daya saing generasi muda Dharmasraya di tingkat nasional dan global.(Tim)

Berita Terkait

Bukan Sekadar Zakat, UPZ Sekolah Solok Selatan Jadi Jalan Bentuk Karakter Siswa
Bupati Annisa Bawa Agenda Dharmasraya ke Meja Menteri AHY, Ini yang Dibahas
Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi
Dari Sungai Liuk ke Kursi Profesor, Toni Indrayadi Raih Guru Besar Bahasa Inggris IAIN Kerinci
Nagari Sungai Kambut Raih Peringkat II Penurunan Stunting Sumbar 2026, Upaya Dharmasraya Jadi Sorotan
106 Jorong di Dharmasraya Krisis Air, 13.554 KK Masuk Daftar Warga Terdampak
64 Hotspot Muncul, Dharmasraya Naikkan Karhutla ke Siaga Darurat
Festival Literasi Sumbar 2026 Punya Pesan Besar: Baca, Berkarya, Jaga Alam dan Budaya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:19 WIB

Bukan Sekadar Zakat, UPZ Sekolah Solok Selatan Jadi Jalan Bentuk Karakter Siswa

Selasa, 15 September 2026 - 19:34 WIB

Bupati Annisa Bawa Agenda Dharmasraya ke Meja Menteri AHY, Ini yang Dibahas

Selasa, 15 September 2026 - 09:54 WIB

Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi

Senin, 14 September 2026 - 14:59 WIB

Nagari Sungai Kambut Raih Peringkat II Penurunan Stunting Sumbar 2026, Upaya Dharmasraya Jadi Sorotan

Sabtu, 12 September 2026 - 19:54 WIB

106 Jorong di Dharmasraya Krisis Air, 13.554 KK Masuk Daftar Warga Terdampak

Berita Terbaru

Pendidikan

Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:54 WIB