SUNGAI PENUH – Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan, bukan setelah anak lahir. Karena itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh terus meningkatkan edukasi kepada ibu hamil agar mereka memahami pentingnya gizi seimbang, pemeriksaan kehamilan secara rutin, dan pola hidup sehat selama mengandung. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko stunting sejak dini.
Komitmen itu tampak dalam Gebyar Kelas Ibu Hamil se-Kota Sungai Penuh di Aula Perpustakaan Digital Kampus IAIN Kerinci, Minggu (26/7). Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH menghadiri kegiatan tersebut bersama Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns.
Panitia menghadirkan lebih dari 300 ibu hamil dari berbagai kecamatan dalam kegiatan bertema “Gerakan Dampingi Ibu Hamil, Cegah Stunting Sejak Dini dari Dalam Kandungan.” Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong para peserta agar memahami bahwa kondisi kesehatan ibu selama kehamilan sangat menentukan tumbuh kembang anak.
Edukasi Perkuat Kesiapan Ibu Hamil
Wali Kota Alfin menegaskan bahwa kelas ibu hamil memiliki peran penting dalam membekali calon ibu dengan pengetahuan praktis. Menurutnya, peserta perlu memahami pola makan bergizi, menjaga kesehatan selama kehamilan, serta menyiapkan proses persalinan dengan baik.
Oleh sebab itu, Alfin mengajak seluruh peserta menyimak setiap materi secara sungguh-sungguh. Ia meyakini setiap ilmu yang peserta pelajari dapat membantu mereka menjaga kesehatan diri sekaligus mendukung pertumbuhan janin secara optimal.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi para ibu hamil dan menjadi langkah nyata dalam mencegah stunting sejak dini. Saya juga mendoakan seluruh ibu hamil senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran hingga proses persalinan, serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Wako Alfin.
Fokus pada Generasi Emas 2045
Pemerintah Kota Sungai Penuh menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari dukungan terhadap program Generasi Emas Indonesia 2045. Pemerintah memprioritaskan kesehatan ibu dan anak karena kualitas sumber daya manusia berawal dari masa kehamilan.
Selama kegiatan berlangsung, tenaga kesehatan menjelaskan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala, pemenuhan gizi seimbang, konsumsi vitamin sesuai anjuran, serta penerapan pola hidup sehat. Pengetahuan tersebut membantu ibu hamil menjaga kondisi tubuh sekaligus mengurangi risiko stunting pada anak.
Peran Keluarga Sangat Menentukan
Selain mengedukasi ibu hamil, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga mengajak keluarga, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan TP PKK untuk memberikan pendampingan secara konsisten. Dukungan tersebut mendorong ibu hamil menjalani kehamilan dengan lebih sehat, nyaman, dan percaya diri.
Melalui kolaborasi itu, pemerintah ingin memperkuat upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, Kota Sungai Penuh menargetkan lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing pada masa depan.(Tim)









