JAKARTA – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS) segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setelah Direktur Grandy Prajayakti mengajukan pengunduran diri. Meski terjadi perubahan pada jajaran direksi, manajemen memastikan seluruh kegiatan usaha, kondisi keuangan, dan agenda ekspansi tetap berjalan sesuai rencana.
Kabar tersebut muncul hanya beberapa pekan setelah RANS resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Karena itu, publik dan investor ikut mencermati langkah perusahaan dalam menjaga stabilitas bisnis sekaligus melanjutkan strategi pertumbuhan.
Sementara itu, manajemen menegaskan seluruh proses pergantian direksi akan mengikuti ketentuan regulator. Dengan demikian, perusahaan tetap menjaga tata kelola perusahaan yang baik sekaligus memberikan kepastian kepada para pemegang saham.
Grandy Prajayakti Ajukan Pengunduran Diri
Finance Director RANS, Rumunggu Yokonapita, mengatakan perseroan menerima surat pengunduran diri Grandy Prajayakti pada 22 Juli 2026.
“Pada 22 Juli 2026, Perseroan menerima surat permohonan pengunduran diri Saudara Grandy Prajayakti sebagai Direktur Perseroan. Pengunduran diri tersebut disampaikan atas dasar alasan pribadi,” ujar Rumunggu dalam keterbukaan informasi.
Selanjutnya, manajemen segera menyiapkan agenda RUPS untuk meminta persetujuan para pemegang saham atas permohonan tersebut.
RANS Ikuti Ketentuan OJK dan Anggaran Dasar
Selain menyiapkan RUPS, RANS juga menjalankan seluruh tahapan sesuai aturan yang berlaku. Perseroan mengacu pada POJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, POJK Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan RUPS Perusahaan Terbuka, serta Anggaran Dasar Perseroan.
Melalui langkah tersebut, perusahaan memastikan seluruh proses berlangsung secara transparan, tertib, dan sesuai regulasi.
Manajemen Pastikan Bisnis Tetap Stabil
Di sisi lain, Rumunggu menegaskan pengunduran diri Grandy tidak mengganggu aktivitas bisnis maupun prospek perusahaan.
“Pengunduran diri tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan,” ujarnya.
Karena itu, RANS tetap menjalankan seluruh kegiatan usaha, melanjutkan proyek pengembangan, serta menjaga komitmen kepada investor dan mitra bisnis.
Dana IPO Dorong Ekspansi Bisnis
Sebelumnya, RANS resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2026 dengan harga penawaran Rp170 per saham.
Melalui penerbitan sekitar 2,52 miliar saham baru, perusahaan menghimpun dana sekitar Rp429,25 miliar. Setelah mengurangi biaya emisi, manajemen mengalokasikan dana tersebut untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mempercepat ekspansi bisnis.
Selain itu, perusahaan menggunakan dana IPO untuk melunasi sebagian utang kepada Bank BNI, membangun proyek Cipungland, mendanai penyelenggaraan konser di berbagai kota, membentuk perusahaan patungan di bidang kecerdasan buatan (AI), mengakuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina), serta menambah modal bagi entitas anak.
Raffi Ahmad Masih Pegang Kendali Perusahaan
Meski RANS menawarkan sekitar 20 persen saham kepada publik, Raffi Farid Ahmad tetap memegang kendali sebagai pemegang saham pengendali.
Berdasarkan prospektus, Raffi memiliki 62,93 persen saham setelah IPO. Selanjutnya, PT Indonesia Entertainment Grup menguasai 7,23 persen saham.
Di samping itu, Soultan Ariq Rachman dan Dony Oskaria masing-masing memiliki 2,74 persen saham. Sutanto Hartono menguasai 1,14 persen, Nagita Slavina Mariana Tengker 0,99 persen, Kaesang Pangarep 0,91 persen, Hikmat Janika 0,68 persen, sedangkan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi memiliki 0,61 persen saham.
Sementara itu, porsi kepemilikan masyarakat (free float) mencapai sekitar 20,02 persen atau setara sekitar 2,52 miliar saham.
Perubahan Direksi Tidak Ubah Arah Bisnis
Meskipun terjadi perubahan pada susunan direksi, RANS tetap berfokus pada penguatan bisnis hiburan, pengembangan teknologi, serta ekspansi ke berbagai sektor yang telah direncanakan sejak IPO.
Oleh sebab itu, perusahaan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memenuhi target bisnis jangka menengah dan panjang.
FAQ
Mengapa Grandy Prajayakti mengundurkan diri dari RANS?
Grandy Prajayakti mengajukan pengunduran diri karena alasan pribadi. Perseroan menerima surat pengunduran diri tersebut pada 22 Juli 2026.
Kapan RANS membahas pengunduran diri tersebut?
Manajemen akan membahas dan meminta persetujuan pemegang saham melalui RUPS sesuai ketentuan OJK dan Anggaran Dasar Perseroan.
Apakah pengunduran diri direktur memengaruhi operasional RANS?
Tidak. Manajemen menegaskan perubahan tersebut tidak memengaruhi operasional, kondisi keuangan, kondisi hukum, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Untuk apa RANS menggunakan dana hasil IPO?
Perusahaan menggunakan dana IPO untuk memperkuat modal, melunasi sebagian utang, membangun proyek Cipungland, mendukung penyelenggaraan konser, membentuk perusahaan patungan AI, mengakuisisi PT Rans Kosmetika Indonesia, serta menambah modal entitas anak.
Siapa pemegang saham pengendali RANS setelah IPO?
Raffi Farid Ahmad tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sekitar 62,93 persen saham setelah IPO.(Tim)









