Bantuan Gizi Ibu Hamil Terus Bergulir, Bupati Annisa Bidik Dharmasraya Bebas Stunting

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program bantuan permakanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Memasuki penyaluran tahap III, pemerintah daerah kembali menyalurkan bantuan kepada ratusan penerima sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas gizi ibu dan calon generasi penerus.

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani memimpin langsung penyerahan bantuan tersebut di Kecamatan Koto Salak, Selasa (21/7/2026). Program unggulan yang dijalankan bersama Wakil Bupati Leli Arni itu menyasar ibu hamil dan ibu menyusui yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) agar mereka memperoleh asupan gizi yang lebih baik.

Selain meningkatkan status gizi ibu, pemerintah juga menargetkan penurunan angka stunting sejak masa kehamilan. Karena itu, program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Dharmasraya.

Sebanyak 251 Penerima Manfaat Terima Bantuan Tahap III

Pada penyaluran tahap III, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyalurkan bantuan kepada 251 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kecamatan.

Sementara itu, Kecamatan Koto Salak menerima alokasi untuk 17 penerima, yang terdiri atas 13 ibu hamil dan 4 ibu menyusui. Pemerintah berharap bantuan tersebut mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.

Annisa: Bangun Generasi Sehat Dimulai Sejak Dalam Kandungan

Dalam sambutannya, Bupati Annisa menegaskan bahwa pemerintah daerah menjadikan program bantuan permakanan sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi Dharmasraya.

“Bantuan ini merupakan komitmen kami dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kami ingin memastikan setiap anak Dharmasraya memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal sejak berada di dalam kandungan. Dengan pemenuhan gizi yang baik bagi ibu hamil dan ibu menyusui, kita berharap dapat melahirkan generasi yang bebas stunting dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Annisa.

Baca Juga :  Bupati Annisa Bawa Agenda Dharmasraya ke Meja Menteri AHY, Ini yang Dibahas

Lebih lanjut, Annisa menilai pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama karena kualitas sumber daya manusia menentukan kemajuan daerah pada masa mendatang.

“Pencegahan stunting tidak bisa dimulai ketika anak sudah lahir, tetapi harus dimulai sejak masa kehamilan. Program ini merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak langsung kita rasakan hari ini, tetapi akan menentukan kualitas generasi Dharmasraya di masa depan,” katanya.

Pemkab Siapkan Perluasan Cakupan Program

Selanjutnya, Annisa menjelaskan bahwa pemerintah daerah pada 2026 memfokuskan program bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Kebijakan tersebut menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.

Meski demikian, pemerintah berkomitmen memperluas jangkauan program apabila kondisi keuangan daerah semakin membaik.

“Insyaallah, apabila kondisi fiskal daerah semakin membaik, cakupan program ini akan terus kami perluas hingga menjangkau masyarakat pada desil 5. Kami ingin semakin banyak ibu hamil dan ibu menyusui yang memperoleh manfaat dari program ini,” ujarnya.

Selain itu, Annisa mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendukung pendataan calon penerima bantuan sehingga penyaluran benar-benar tepat sasaran.

“Bagi ibu hamil yang merasa termasuk dalam kategori sasaran, silakan mengusulkan diri melalui pemerintah nagari, kader Posyandu, bidan desa maupun Puskesmas setempat. Dengan pendataan yang baik, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” tutur Annisa.

Program Sudah Menjangkau 622 Ibu Hamil dan Menyusui

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Kabupaten Dharmasraya, Martin Efendi, menjelaskan bahwa program bantuan permakanan menjadi salah satu program unggulan Bupati Annisa sejak masa pencalonan.

Martin menyebutkan, program tersebut kini telah menjangkau 622 penerima manfaat di seluruh Kabupaten Dharmasraya. Jumlah tersebut meliputi 549 ibu hamil dan 73 ibu menyusui yang mengalami KEK.

Baca Juga :  Pemerintah Kota Padang Dukung Modernisasi RSUP M Djamil

Pemerintah memberikan bantuan senilai Rp3 juta kepada setiap penerima. Pemerintah juga menyalurkan bantuan tersebut secara bertahap sejak masa kehamilan hingga enam bulan setelah persalinan.

Menurut Martin, program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu, tetapi juga mempercepat upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Kabupaten Dharmasraya.

Sejumlah Pejabat Hadiri Penyaluran Bantuan

Bupati Annisa turut mengajak jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pemerintah nagari untuk terus mengawal pelaksanaan program tersebut.

Kegiatan itu juga dihadiri Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Catur Eby, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Hj. Yosta Defina, Camat Koto Salak H. Sulaiman, para wali nagari, Kepala Puskesmas Koto Salak, para bidan nagari, kader Posyandu, serta masyarakat penerima manfaat.

FAQ

Apa tujuan Program Permakanan di Kabupaten Dharmasraya?

Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi ibu hamil dan ibu menyusui sekaligus mencegah stunting sejak masa kehamilan.

Berapa jumlah penerima bantuan pada tahap III?

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyalurkan bantuan kepada 251 penerima manfaat.

Siapa yang berhak menerima bantuan?

Program menyasar ibu hamil dan ibu menyusui yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK), terutama masyarakat desil 1 dan desil 2.

Berapa nilai bantuan yang diterima?

Setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp3 juta yang pemerintah salurkan secara bertahap sejak kehamilan hingga enam bulan setelah melahirkan.

Bagaimana cara mengajukan bantuan?

Calon penerima dapat mengusulkan diri melalui pemerintah nagari, kader Posyandu, bidan desa, atau Puskesmas agar petugas melakukan pendataan sesuai kriteria penerima.

Mengapa program ini penting?

Program ini membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu sejak masa kehamilan sehingga bayi dapat lahir sehat, tumbuh optimal, dan memiliki risiko stunting yang lebih rendah.(Tim)

Berita Terkait

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung
Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya
Bupati Annisa Perluas Bantuan Gizi Ibu, 1.469 Warga Dharmasraya Masuk Program
Hadapi Kabut Asap dan Kekeringan, Bupati Annisa Ajak Warga Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa
Empat Dekade Menanti, Jalan Tarantang Dharmasraya Akhirnya Beraspal di Era Bupati Annisa
Bupati Annisa Temukan Sawit di Lahan Bekas Karhutla Bukit Lantak Dharmasraya, Polisi Selidiki
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Mahyeldi Soroti Mutu Layanan RSUD Mohammad Natsir, Akreditasi Paripurna Jadi Target
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Bupati Annisa Perluas Bantuan Gizi Ibu, 1.469 Warga Dharmasraya Masuk Program

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Hadapi Kabut Asap dan Kekeringan, Bupati Annisa Ajak Warga Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Empat Dekade Menanti, Jalan Tarantang Dharmasraya Akhirnya Beraspal di Era Bupati Annisa

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Dari MoU hingga Bantuan Pupuk, Azhar Hamzah Dorong Kemajuan Petani

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:35 WIB