DHARMASRAYA – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui program bantuan permakanan bagi ibu hamil dan ibu menyusui. Memasuki penyaluran tahap III, pemerintah daerah kembali menyalurkan bantuan kepada ratusan penerima sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas gizi ibu dan calon generasi penerus.
Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani memimpin langsung penyerahan bantuan tersebut di Kecamatan Koto Salak, Selasa (21/7/2026). Program unggulan yang dijalankan bersama Wakil Bupati Leli Arni itu menyasar ibu hamil dan ibu menyusui yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) agar mereka memperoleh asupan gizi yang lebih baik.
Selain meningkatkan status gizi ibu, pemerintah juga menargetkan penurunan angka stunting sejak masa kehamilan. Karena itu, program ini menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Dharmasraya.
Sebanyak 251 Penerima Manfaat Terima Bantuan Tahap III
Pada penyaluran tahap III, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyalurkan bantuan kepada 251 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kecamatan.
Sementara itu, Kecamatan Koto Salak menerima alokasi untuk 17 penerima, yang terdiri atas 13 ibu hamil dan 4 ibu menyusui. Pemerintah berharap bantuan tersebut mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu sekaligus mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Annisa: Bangun Generasi Sehat Dimulai Sejak Dalam Kandungan
Dalam sambutannya, Bupati Annisa menegaskan bahwa pemerintah daerah menjadikan program bantuan permakanan sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi Dharmasraya.
“Bantuan ini merupakan komitmen kami dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Kami ingin memastikan setiap anak Dharmasraya memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal sejak berada di dalam kandungan. Dengan pemenuhan gizi yang baik bagi ibu hamil dan ibu menyusui, kita berharap dapat melahirkan generasi yang bebas stunting dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Annisa.
Lebih lanjut, Annisa menilai pembangunan manusia harus menjadi prioritas utama karena kualitas sumber daya manusia menentukan kemajuan daerah pada masa mendatang.
“Pencegahan stunting tidak bisa dimulai ketika anak sudah lahir, tetapi harus dimulai sejak masa kehamilan. Program ini merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak langsung kita rasakan hari ini, tetapi akan menentukan kualitas generasi Dharmasraya di masa depan,” katanya.
Pemkab Siapkan Perluasan Cakupan Program
Selanjutnya, Annisa menjelaskan bahwa pemerintah daerah pada 2026 memfokuskan program bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Kebijakan tersebut menyesuaikan kemampuan fiskal daerah.
Meski demikian, pemerintah berkomitmen memperluas jangkauan program apabila kondisi keuangan daerah semakin membaik.
“Insyaallah, apabila kondisi fiskal daerah semakin membaik, cakupan program ini akan terus kami perluas hingga menjangkau masyarakat pada desil 5. Kami ingin semakin banyak ibu hamil dan ibu menyusui yang memperoleh manfaat dari program ini,” ujarnya.
Selain itu, Annisa mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mendukung pendataan calon penerima bantuan sehingga penyaluran benar-benar tepat sasaran.
“Bagi ibu hamil yang merasa termasuk dalam kategori sasaran, silakan mengusulkan diri melalui pemerintah nagari, kader Posyandu, bidan desa maupun Puskesmas setempat. Dengan pendataan yang baik, bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” tutur Annisa.
Program Sudah Menjangkau 622 Ibu Hamil dan Menyusui
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APPKB) Kabupaten Dharmasraya, Martin Efendi, menjelaskan bahwa program bantuan permakanan menjadi salah satu program unggulan Bupati Annisa sejak masa pencalonan.
Martin menyebutkan, program tersebut kini telah menjangkau 622 penerima manfaat di seluruh Kabupaten Dharmasraya. Jumlah tersebut meliputi 549 ibu hamil dan 73 ibu menyusui yang mengalami KEK.
Pemerintah memberikan bantuan senilai Rp3 juta kepada setiap penerima. Pemerintah juga menyalurkan bantuan tersebut secara bertahap sejak masa kehamilan hingga enam bulan setelah persalinan.
Menurut Martin, program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu, tetapi juga mempercepat upaya pemerintah menurunkan angka stunting di Kabupaten Dharmasraya.
Sejumlah Pejabat Hadiri Penyaluran Bantuan
Bupati Annisa turut mengajak jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pemerintah nagari untuk terus mengawal pelaksanaan program tersebut.
Kegiatan itu juga dihadiri Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Catur Eby, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya Hj. Yosta Defina, Camat Koto Salak H. Sulaiman, para wali nagari, Kepala Puskesmas Koto Salak, para bidan nagari, kader Posyandu, serta masyarakat penerima manfaat.
FAQ
Apa tujuan Program Permakanan di Kabupaten Dharmasraya?
Program ini bertujuan meningkatkan asupan gizi ibu hamil dan ibu menyusui sekaligus mencegah stunting sejak masa kehamilan.
Berapa jumlah penerima bantuan pada tahap III?
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menyalurkan bantuan kepada 251 penerima manfaat.
Siapa yang berhak menerima bantuan?
Program menyasar ibu hamil dan ibu menyusui yang mengalami Kurang Energi Kronis (KEK), terutama masyarakat desil 1 dan desil 2.
Berapa nilai bantuan yang diterima?
Setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp3 juta yang pemerintah salurkan secara bertahap sejak kehamilan hingga enam bulan setelah melahirkan.
Bagaimana cara mengajukan bantuan?
Calon penerima dapat mengusulkan diri melalui pemerintah nagari, kader Posyandu, bidan desa, atau Puskesmas agar petugas melakukan pendataan sesuai kriteria penerima.
Mengapa program ini penting?
Program ini membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu sejak masa kehamilan sehingga bayi dapat lahir sehat, tumbuh optimal, dan memiliki risiko stunting yang lebih rendah.(Tim)









