Harga Minyak Dunia Naik ke US$81, Ketegangan Iran-AS Guncang Pasar Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga minyak dunia kembali bergerak naik pada perdagangan Senin (22/6/2026). Pelaku pasar energi kini mengamati perkembangan terbaru di Timur Tengah, terutama setelah aktivitas pelayaran di Selat Hormuz melambat.

Kondisi tersebut membuat investor kembali menghitung risiko gangguan distribusi minyak. Selain itu, perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berjalan tidak mulus ikut mendorong kekhawatiran baru terhadap pasar energi global.

Sebelumnya, harga minyak sempat mendapat tekanan karena pasar melihat peluang tambahan pasokan. Namun, ketegangan geopolitik kembali mengubah arah pergerakan harga.

Brent dan WTI Menguat di Tengah Ketidakpastian

Harga minyak mentah Brent naik 54 sen atau 0,67 persen ke posisi US$81,11 per barel. Pada awal perdagangan, Brent sempat mencapai US$82,30 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk kontrak Juli naik US$2,02 atau 2,64 persen menjadi US$78,62 per barel.

Kontrak WTI Agustus yang lebih aktif diperdagangkan juga bergerak naik US$1,43 menjadi US$77,28 per barel.

Pergerakan itu menunjukkan pasar kembali memberi perhatian besar terhadap risiko politik yang dapat memengaruhi pasokan minyak.

Selat Hormuz Jadi Pusat Perhatian Pasar

Selat Hormuz kembali menarik perhatian investor karena jalur tersebut memiliki peran penting dalam distribusi energi dunia.

Jumlah kapal yang melintasi kawasan itu menurun setelah Iran menyampaikan keputusan terkait jalur pelayaran strategis tersebut. Akibatnya, pasar mulai memperhitungkan kemungkinan gangguan pengiriman minyak.

Baca Juga :  Prancis Krisis BBM, 18% SPBU Lumpuh Akibat Pembatasan Harga

Kepala Riset Energi MST Marquee Saul Kavonic mengatakan pasar terlalu cepat berharap situasi kembali normal.

“Pasar terlalu cepat mengasumsikan Selat Hormuz akan dibuka kembali. Iran kemungkinan akan terus mencari alasan untuk menghambat arus pelayaran karena itu merupakan satu-satunya alat tawar mereka dalam negosiasi yang sedang berlangsung,” ujarnya.

Menurut Kavonic, Iran masih memiliki kepentingan untuk menjaga posisi tawarnya dalam pembicaraan internasional.

Negosiasi AS-Iran Kembali Menghadapi Hambatan

Di sisi lain, pertemuan AS dan Iran pada Minggu (21/6/2026) belum menghasilkan perkembangan positif.

Situasi semakin rumit setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan ancaman untuk melanjutkan serangan terhadap Iran. Pernyataan itu kemudian membuat Iran memilih keluar dari proses perundingan.

Selain itu, Iran juga menilai Washington belum memenuhi komitmen terkait penghentian konflik di Lebanon.

Ketegangan meningkat setelah serangan Israel di Lebanon menewaskan sedikitnya 20 orang. Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah mulai berjalan.

Analis pasar IG Tony Sycamore menilai kondisi Lebanon masih menjadi faktor risiko yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan.

Tambahan Pasokan Masih Menahan Harga Minyak

Meski harga minyak naik, pasar tetap melihat peluang pasokan tambahan dari sejumlah negara produsen.

Pekan sebelumnya, harga minyak turun lebih dari 8 persen karena investor memperkirakan pasokan global akan meningkat. Perkiraan itu muncul setelah sejumlah kargo minyak yang tertahan mulai bergerak kembali.

Baca Juga :  Krisis Energi Global Picu Pembatasan BBM, Aktivitas Ekonomi Dunia Tertekan

Selain itu, pasar juga memperhatikan kemungkinan perubahan kebijakan AS terhadap minyak Iran jika kedua negara mencapai kesepakatan.

Kepala National Iranian Oil Company Hamid Bovard mengatakan lebih dari 25 juta barel minyak Iran berhasil melewati hambatan distribusi sejak pekan lalu.

Kemudian, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak menawarkan tambahan pasokan kepada pembeli mereka.

Irak juga menyiapkan rencana peningkatan produksi minyak secara bertahap hingga mencapai 4,2 juta sampai 4,3 juta barel per hari.

Pasar Energi Masih Menunggu Arah Baru

Dengan kondisi tersebut, harga minyak masih menghadapi dua tekanan utama. Pertama, risiko gangguan distribusi akibat konflik geopolitik. Kedua, peluang peningkatan pasokan dari negara produsen.

Karena itu, investor akan terus mengikuti perkembangan hubungan AS-Iran dan kondisi jalur perdagangan minyak di Timur Tengah.

FAQ

Mengapa harga minyak naik?

Harga minyak naik karena pasar mengkhawatirkan gangguan distribusi akibat ketegangan Timur Tengah dan perlambatan aktivitas kapal di Selat Hormuz.

Mengapa Selat Hormuz penting bagi minyak dunia?

Selat Hormuz menjadi jalur utama perdagangan energi sehingga gangguan di kawasan tersebut dapat memengaruhi pasokan global.

Apa perbedaan Brent dan WTI?

Brent menjadi salah satu acuan harga minyak internasional, sedangkan WTI menjadi patokan minyak mentah Amerika Serikat.

Apakah harga minyak akan terus naik?

Arah harga minyak masih bergantung pada perkembangan konflik, perundingan AS-Iran, dan kondisi pasokan global.(Tim)

Berita Terkait

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Retribusi Bengkulu Baru Menyentuh 41 Persen, Sekda Desak OPD Tancap Gas Kejar Rp248 Miliar
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

SK 196 CPNS Sungai Penuh Rampung, Kapan Diserahkan?

Sabtu, 22 Agu 2026 - 19:19 WIB