Era Hacker Kuantum Dimulai, Cisco Siapkan Benteng Digital Baru untuk Lindungi Data Dunia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Kemajuan komputer kuantum mulai mengubah peta keamanan digital dunia. Teknologi yang menawarkan kemampuan komputasi jauh lebih besar dari sistem biasa itu tidak hanya membuka peluang baru, tetapi juga menghadirkan risiko besar bagi perlindungan data perusahaan.

Melihat ancaman tersebut, Cisco mengambil langkah lebih awal dengan menyiapkan infrastruktur jaringan yang dirancang untuk menghadapi potensi serangan dari komputer kuantum. Perusahaan teknologi jaringan itu fokus memperkuat sistem keamanan agar data penting tetap terlindungi ketika teknologi kuantum berkembang semakin luas.

Ancaman yang menjadi perhatian utama industri saat ini adalah skema “harvest now, decrypt later” atau mengambil data sekarang lalu membukanya di masa depan. Melalui metode ini, pelaku kejahatan siber menyimpan data terenkripsi yang mereka curi hingga suatu saat teknologi kuantum mampu memecahkan sistem enkripsi lama.

Cisco Dorong Infrastruktur Siap Hadapi Era Kuantum

Untuk menjawab tantangan tersebut, Cisco memperkenalkan sejumlah pembaruan keamanan dalam ajang Cisco Live. Perusahaan itu ingin mendorong dunia industri agar tidak menunggu serangan terjadi, melainkan mulai menyiapkan perlindungan sejak sekarang.

Salah satu fokus utama Cisco yaitu menghadirkan perangkat jaringan dengan perlindungan yang mendukung keamanan masa depan. Router, switch, hingga firewall terbaru untuk kebutuhan kampus, kantor cabang, dan pusat data akan membawa fitur secure boot yang dirancang menghadapi ancaman komputasi kuantum.

Teknologi tersebut sebelumnya sudah melalui tahap pengujian dan penerapan pada beberapa perangkat jaringan pintar. Dengan pendekatan itu, Cisco ingin memastikan fondasi jaringan perusahaan memiliki lapisan keamanan lebih kuat sejak awal.

Baca Juga :  Robot Mulai Ambil Alih Logistik, Ini Nasib Kurir Online di Era AI

Perusahaan Bisa Deteksi Risiko Melalui Quantum Ready Assessments

Selain memperkuat perangkat keras, Cisco juga menyediakan alat untuk membantu perusahaan memahami kondisi keamanan digital mereka. Fitur Quantum Ready Assessments dalam layanan Cisco IQ hadir untuk memetakan aset yang berpotensi menjadi sasaran serangan berbasis kuantum.

Melalui sistem ini, perusahaan dapat mengetahui bagian mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih dulu. Langkah tersebut penting karena banyak organisasi masih menggunakan sistem enkripsi lama yang belum dirancang menghadapi kemampuan komputer kuantum.

Cisco berencana menghadirkan fitur tersebut secara global pada Juli 2026. Dengan begitu, perusahaan dari berbagai sektor dapat mulai menyusun strategi perlindungan sebelum ancaman kuantum menjadi kenyataan.

Target Perlindungan Produk Utama Hingga Akhir 2026

Tidak berhenti pada pemetaan risiko, Cisco juga menargetkan penerapan kemampuan komunikasi aman berbasis teknologi pasca-kuantum pada sebagian besar portofolio produk intinya pada Desember 2026.

Teknologi post-quantum cryptography menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Sistem ini bertujuan menjaga lalu lintas data sensitif agar tetap aman meski kemampuan komputer kuantum berkembang dan menghadirkan tantangan baru bagi enkripsi tradisional.

Dengan strategi itu, Cisco berharap perusahaan dapat menjaga aktivitas digital tanpa harus khawatir terhadap ancaman yang muncul dari perkembangan teknologi komputasi masa depan.

Quantum Resilience Framework Jadi Panduan Industri

Untuk mempercepat kesiapan industri, Cisco juga memperkenalkan Quantum Resilience Framework. Kerangka kerja ini membantu perusahaan membangun strategi keamanan yang lebih terarah menghadapi perubahan teknologi.

Baca Juga :  Apple Hentikan Mac Pro, Era Desktop Ikonik Berakhir dan Fokus ke Mac Studio

Framework tersebut memiliki dua fokus utama, yaitu menjaga keamanan komunikasi data serta memastikan infrastruktur digital yang digunakan sudah memiliki kesiapan menghadapi era kuantum.

Seluruh sistem perlindungan itu nantinya terintegrasi melalui Cisco Cloud Control. Platform tersebut berfungsi sebagai pusat pemantauan keamanan yang membantu tim teknologi mengelola risiko siber secara lebih cepat.

“Cisco Cloud Control menjadi pusat komando bagi agentic AI: sebuah platform tempat tim Anda dan agen AI bekerja bersama dalam lingkungan yang sama, dengan informasi yang sama, sementara manusia tetap memegang kendali,” kata Jeetu Patel, President dan Chief Product Officer Cisco.

Era Baru Keamanan Digital Mulai Dipersiapkan

Perkembangan komputer kuantum membuat perusahaan perlu mengubah cara mereka melihat keamanan data. Jika sebelumnya perlindungan hanya berfokus pada ancaman saat ini, kini organisasi juga harus memikirkan risiko yang mungkin muncul beberapa tahun mendatang.

Melalui berbagai inovasi tersebut, Cisco ingin membantu industri membangun jaringan yang lebih tangguh. Perusahaan menilai kesiapan sejak dini menjadi kunci agar dunia bisnis tidak terlambat menghadapi perubahan besar dalam teknologi keamanan siber.

Pada akhirnya, perlombaan antara inovasi teknologi dan ancaman digital akan terus berjalan. Karena itu, strategi keamanan masa depan membutuhkan persiapan yang matang, bukan hanya respons ketika serangan sudah terjadi.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis
Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart
MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi
Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029
Honor Robot Phone Meledak Usai Final Piala Dunia 2026, Kamera Robot AI yang Dipakai Eric Garcia Bikin Dunia Gadget Heboh
Bikin Konten Kini Lebih Hemat! Telkomsel Luncurkan Paket CapCut Premium Rp68 Ribu, Bonus Kuota Internet
BRIN Sulap Limbah Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Pangan Antibakteri, Siap Tantang Dominasi Plastik
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Senin, 27 Juli 2026 - 20:19 WIB

Kemenkes Siapkan Robot Bedah AI Buatan Indonesia, Budi Gunadi Ungkap Strategi Besar Tingkatkan Layanan Medis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kuota Internet Tak Hangus Lagi, Begini Cara Daftar Paket Rollover Telkomsel, IM3 dan XLSmart

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:00 WIB

MK Wajibkan Operator Hadirkan Opsi Kuota Tak Hangus, Jutaan Pengguna Internet Kini Lebih Terlindungi

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:54 WIB

Internet Seluler Indonesia Dibidik Tembus 100 Mbps, Komdigi Pasang Target Besar hingga 2029

Berita Terbaru