Prabowo Beri Lampu Hijau, JK Siapkan Investasi Rp70 Triliun untuk Tambah Listrik 2.000 MW Demi Kejar Ekonomi 8 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Ambisi pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen mulai bergerak ke sektor yang paling mendasar, yakni energi. Di tengah kebutuhan listrik yang terus meningkat, pengusaha nasional sekaligus mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyiapkan investasi besar untuk memperkuat pasokan energi nasional.

Komitmen tersebut muncul setelah JK bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas percepatan pembangunan pembangkit listrik baru yang akan menjadi tulang punggung kebutuhan energi Indonesia pada masa mendatang.

Nilai investasi yang disiapkan tidak kecil. Kelompok usaha JK mengalokasikan dana sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun untuk membangun pembangkit listrik berkapasitas total 2.000 megawatt (MW). Pemerintah pun memberikan dukungan penuh agar proyek tersebut segera memasuki tahap realisasi.

Energi Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

JK menilai ketersediaan energi menjadi faktor utama yang menentukan kemampuan Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Menurutnya, kebutuhan listrik akan meningkat seiring berkembangnya industri, investasi, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Ia menjelaskan bahwa kelompok usahanya telah memiliki pengalaman mengembangkan pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas mencapai 1.500 MW. Berbekal pengalaman tersebut, pihaknya siap melanjutkan ekspansi melalui pembangunan pembangkit baru.

“Kita siap untuk kita sudah membangun 1500 Megawatt PLTA (pembangkit listrik tenaga air) ini kita siap membangun lagi 2000 Mega termasuk juga PLTG (pembangkit listrik tenaga gas) jadi karena kita melihat bahwa untuk pertumbuhan ke negara 5-6% atau 8% itu butuh energi luar biasa banyaknya karena itu tanpa energi itu akan sulit untuk meningkatkan itu,” ujar JK dalam konferensi pers di Istana Negara, Jumat (12/6/2026).

Pernyataan tersebut memperlihatkan keyakinan JK bahwa pembangunan sektor energi harus berjalan lebih cepat agar mampu mengimbangi target pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah.

Baca Juga :  Rupiah Bergerak Fluktuatif, Analis Waspadai Tekanan Dolar AS

Prabowo Setujui Percepatan Proyek

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyambut positif rencana investasi yang diajukan JK. Pemerintah memandang proyek energi hijau sebagai bagian penting dari strategi pembangunan nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Selain memperkuat ketahanan energi, pembangunan pembangkit listrik baru juga diharapkan mampu mendukung agenda hilirisasi industri dan memperluas aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

“Karena itu bapak presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional khususnya Green energi untuk menjadi bahagian daripada pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang di sampaikan oleh Presiden sampai 8 persen,” lanjut JK.

Dukungan pemerintah tersebut memberikan sinyal kuat bahwa pengembangan energi baru terbarukan akan menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.

Desain dan Lokasi Sudah Siap

JK mengungkapkan bahwa persiapan proyek telah memasuki tahap yang cukup matang. Timnya telah menyelesaikan sejumlah aspek penting, mulai dari desain pembangkit, penentuan lokasi, hingga perencanaan investasi.

Karena itu, proses berikutnya hanya berfokus pada penyelesaian sejumlah pembahasan teknis bersama pemerintah agar pembangunan dapat segera dimulai.

“Jadi kita bicara tentang investasi kira-kira 60 70 triliun dan kita sanggup melaksanakan itu, desain sudah ada tempat sudah ada tinggal pembicaraan negara tehnisnya, dan beliau setuju untuk segera kita realisasi memang bisnisnya karena investasi,” tegas JK.

Kesiapan tersebut menunjukkan bahwa proyek tidak lagi berada pada tahap wacana. Sebaliknya, investor dan pemerintah kini bergerak menuju tahap implementasi yang lebih konkret.

Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Penambahan kapasitas listrik sebesar 2.000 MW diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap sistem kelistrikan nasional. Pasokan listrik yang lebih besar dapat mendukung kebutuhan kawasan industri baru, memperluas akses energi, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

Baca Juga :  Harga Sawit Jambi Kembali Turun, Petani Mulai Merasa Tertekan

Selain itu, penggunaan energi hijau juga sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi emisi karbon dan mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Dengan kombinasi pembangkit berbasis energi terbarukan dan gas, proyek tersebut berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga keseimbangan pasokan listrik dalam jangka panjang.

Bahas Situasi Global

Tidak hanya membicarakan investasi energi, pertemuan JK dan Presiden Prabowo juga menyinggung perkembangan geopolitik internasional. Keduanya bertukar pandangan mengenai berbagai dinamika yang terjadi di sejumlah kawasan.

“Di samping juga membicarakan perdamaian apa yang terjadi di negara-negara tadi ya, apa itu Thailand dan Afghanistan. Itu yang kita bicarakan tadi juga seperti itu,” pungkas JK.

Pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa isu energi dan stabilitas global kini saling berkaitan, terutama ketika banyak negara berlomba memperkuat ketahanan ekonomi dan pasokan energi mereka.

FAQ

Berapa nilai investasi yang disiapkan Jusuf Kalla?

JK menyiapkan investasi sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun untuk pembangunan pembangkit listrik baru.

Berapa kapasitas pembangkit yang akan dibangun?

Proyek tersebut menargetkan tambahan kapasitas listrik sebesar 2.000 MW.

Jenis pembangkit apa yang akan dikembangkan?

Investasi mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), energi hijau, dan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG).

Mengapa proyek ini dianggap penting?

Pemerintah dan investor menilai tambahan pasokan energi menjadi syarat utama untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Apakah Presiden Prabowo mendukung proyek ini?

Ya. Presiden Prabowo telah menyatakan persetujuan agar proyek energi tersebut segera direalisasikan.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan
Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama
Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka
Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 16:37 WIB

Mahyeldi Bidik Ekonomi Sumbar 7,3 Persen, Gerbang Barat Indonesia Jadi Andalan

Jumat, 11 September 2026 - 20:59 WIB

Mahyeldi Ungkap Kekuatan Besar Sumatera di IMT-GT, Targetnya Bukan Sekadar Kerja Sama

Selasa, 8 September 2026 - 08:00 WIB

Ekspor Kopi Robusta Bengkulu ke Italia Tembus 19,2 Ton, Pasar Eropa Mulai Terbuka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Berita Terbaru

Pendidikan

Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:54 WIB