UGM Pimpin 10 Kampus dengan Skor SINTA Tertinggi 2026, IAIN Kerinci Ikut Disorot

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Peta kekuatan riset perguruan tinggi di Indonesia kembali menunjukkan dominasi kampus-kampus besar dalam pemeringkatan Science and Technology Index (SINTA). Data terbaru Kemendikbudristek melalui SINTA menempatkan sejumlah universitas ternama di posisi teratas berkat produktivitas publikasi ilmiah dan kinerja penelitian yang konsisten.

Di tengah dominasi kampus besar tersebut, perhatian juga mulai mengarah pada perguruan tinggi daerah, termasuk IAIN Kerinci, yang terus memperkuat kontribusi riset di wilayah Sumatra bagian barat.

Dominasi Kampus Besar dalam Skor SINTA

Dalam pemeringkatan terbaru, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menempati posisi pertama dengan skor SINTA tertinggi secara nasional. Posisi ini menunjukkan konsistensi UGM dalam menghasilkan riset berkualitas dan publikasi ilmiah yang luas.

Di bawahnya, Institut Pertanian Bogor (IPB) menyusul dengan kekuatan riset di bidang pertanian dan lingkungan. Sementara itu, Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Airlangga (Unair) tetap mempertahankan posisi empat besar berkat kontribusi kuat di bidang kesehatan dan ilmu sosial.

Adapun Institut Teknologi Bandung (ITB) melengkapi lima besar dengan keunggulan pada bidang teknologi dan rekayasa.

Daftar 10 Kampus Skor SINTA Tertinggi

Berikut daftar lengkap perguruan tinggi dengan skor SINTA tertinggi di Indonesia berdasarkan data terbaru:

Baca Juga :  Ukir Prestasi Penelitian, STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Raih Bronze Winner LLDIKTI Wilayah X 2026

1. Universitas Gadjah Mada (UGM)

2. Institut Pertanian Bogor (IPB)

3. Universitas Indonesia (UI)

4. Universitas Airlangga (Unair)

5. Institut Teknologi Bandung (ITB)

6. Universitas Diponegoro (Undip)

7. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

8. Universitas Brawijaya (UB)

9. Universitas Padjadjaran (Unpad)

10. Universitas Sebelas Maret (UNS)

Kampus-kampus tersebut menunjukkan konsistensi dalam produktivitas publikasi ilmiah, sitasi jurnal, serta kolaborasi riset nasional dan internasional.

Sorotan untuk Kampus Daerah dan IAIN Kerinci

Meski daftar 10 besar masih didominasi perguruan tinggi besar di Pulau Jawa, kampus daerah mulai memperlihatkan peningkatan signifikan dalam ekosistem riset nasional.

Salah satunya IAIN Kerinci, yang terus memperkuat posisi sebagai pusat pendidikan Islam di Sumatra. Kampus ini mulai mendorong dosen dan peneliti untuk aktif mempublikasikan karya ilmiah di jurnal terakreditasi SINTA, sekaligus memperluas kolaborasi riset berbasis kearifan lokal.

Langkah ini menjadi penting karena SINTA tidak hanya menilai kuantitas publikasi, tetapi juga dampak ilmiah dan konsistensi penelitian dari setiap institusi.

Dengan strategi tersebut, IAIN Kerinci berupaya mengejar ketertinggalan dari kampus besar, khususnya dalam bidang sosial humaniora, pendidikan Islam, dan studi kebudayaan daerah.

Tren Riset Nasional Semakin Kompetitif

Peningkatan skor SINTA di berbagai kampus menunjukkan bahwa kompetisi riset di Indonesia semakin ketat. Perguruan tinggi kini tidak hanya berlomba dalam jumlah mahasiswa, tetapi juga kualitas publikasi ilmiah.

Baca Juga :  IAIN Kerinci Imbau Hentikan Aktivitas Saat Adzan

Selain itu, pemerintah melalui Kemendikbudristek terus mendorong kampus untuk meningkatkan indeks SINTA sebagai indikator utama kinerja akademik.

Dominasi kampus besar dalam pemeringkatan SINTA menunjukkan kuatnya ekosistem riset nasional di Indonesia. Namun, perkembangan kampus daerah seperti IAIN Kerinci memberi sinyal bahwa pemerataan kualitas riset mulai bergerak ke arah yang lebih luas.

Dengan penguatan riset yang berkelanjutan, persaingan antar perguruan tinggi diprediksi akan semakin dinamis dalam beberapa tahun ke depan.

FAQ

1. Apa itu SINTA?

SINTA (Science and Technology Index) adalah sistem indeks yang mengukur kinerja riset dan publikasi ilmiah perguruan tinggi di Indonesia.

2. Mengapa skor SINTA penting?

Skor ini mencerminkan produktivitas penelitian, kualitas jurnal, serta kontribusi ilmiah kampus di tingkat nasional dan internasional.

3. Apakah kampus daerah bisa bersaing?

Bisa. Kampus seperti IAIN Kerinci mulai meningkatkan publikasi dan kolaborasi riset untuk memperkuat posisi mereka.

4. Apakah SINTA mempengaruhi akreditasi kampus?

Secara tidak langsung, kinerja SINTA dapat menjadi indikator pendukung dalam penilaian mutu perguruan tinggi.(Tim)

Berita Terkait

Seragam Gratis dan Beasiswa Jadi Andalan Solok Selatan Cetak Generasi Unggul
Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya
Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Dilantik, Lima Prodi Baru Disiapkan
Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan
Pemkab Solok Selatan Salurkan 26.912 Seragam Sekolah Gratis
Ribuan Perawat Bakal Berkumpul di Bengkulu, Sultan Najamudin Buka Munas XI PPNI
Bukan Sekadar Rak Buku, 56 Sekolah SD Dharmasraya Didorong Perkuat Perpustakaan
Orang Tua PAUD Sungai Penuh Didorong Makin Sigap, Wawako Azhar Buka Kelas Parenting
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Seragam Gratis dan Beasiswa Jadi Andalan Solok Selatan Cetak Generasi Unggul

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Pimpinan STKIP Muhammadiyah Sungai Penuh Dilantik, Lima Prodi Baru Disiapkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Pemilu Lokal 2031 Picu Gugatan, Masa Jabatan Anggota DPRD Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Pemkab Solok Selatan Salurkan 26.912 Seragam Sekolah Gratis

Berita Terbaru

Oplus_0

Pesisir Selatan

Kominfo Merangin Intip Rahasia Digital Pessel, Indeks SPBE Tembus 4,63

Kamis, 29 Okt 2026 - 15:44 WIB

Oplus_0

Dharmasraya

Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya

Kamis, 29 Okt 2026 - 06:56 WIB

Sungai Penuh

Jalur Sungai Penuh–Tapan Kembali Bisa Dilalui, Sistem Buka Tutup

Rabu, 28 Okt 2026 - 23:57 WIB