Harga Sawit Turun di Merangin, Pengepul Keluhkan Keuntungan Menyusut

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MERANGIN – Penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai memberi tekanan terhadap rantai usaha sawit di Kabupaten Merangin, Jambi. Tidak hanya petani, para pengepul juga mengaku menghadapi margin keuntungan yang semakin tipis di tengah tingginya biaya distribusi dan operasional lapangan.

Kondisi tersebut semakin terasa saat musim hujan. Akses menuju kebun menjadi lebih sulit sehingga biaya angkut hasil panen meningkat. Di sisi lain, harga jual TBS ke pabrik belum menunjukkan penguatan yang signifikan.

Sejumlah pelaku usaha di tingkat pengepul menilai situasi saat ini membutuhkan perhatian pemerintah karena kenaikan biaya operasional tidak diikuti kenaikan harga jual yang memadai.

Margin Keuntungan Pengepul Menyusut

Salah seorang pengepul TBS di Desa Pulau Rengas, Kecamatan Bangko Barat, Ardian Pradana Putra, mengatakan harga TBS yang beredar di tingkat petani saat ini mengalami penurunan dibanding beberapa waktu sebelumnya.

Menurut Ardian, harga TBS yang dibeli dari petani, termasuk biaya pengangkutan dari kebun hingga ke lokasi penampungan pengepul, berada di kisaran Rp2.420 per kilogram.

“Harga yang kami beli dari petani, mulai dari proses pengangkutan di kebun hingga sampai ke lokasi pengepul, berkisar Rp2.420 per kilogram,” kata Ardian kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, harga jual TBS dari pengepul ke pabrik saat ini berada di kisaran Rp2.870 per kilogram. Selisih harga tersebut terlihat cukup besar, namun berbagai biaya operasional membuat keuntungan yang diterima pengepul tidak terlalu besar.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit Dharmasraya Tembus Rp2.890, Petani Kembali Panen Usai Tekanan Harga

“Untuk harga jual TBS dari pengepul ke pabrik saat ini sekitar Rp2.870 per kilogram, sedangkan harga beli dari petani sekitar Rp2.420 per kilogram. Selisihnya hanya sekitar Rp450 per kilogram, sementara harga dari pabrik juga masih fluktuatif,” ujarnya.

Musim Hujan Tambah Beban Distribusi

Selain penurunan harga, pengepul juga menghadapi tantangan distribusi yang semakin berat saat curah hujan tinggi.

Ardian mengatakan kendaraan pengangkut sering kesulitan menjangkau lokasi kebun karena kondisi jalan yang licin dan berlumpur. Situasi tersebut membuat waktu angkut menjadi lebih lama dan biaya operasional meningkat.

“Apalagi saat musim hujan, kendaraan untuk mengangkut buah TBS dari kebun petani cukup sulit masuk. Kendaraan juga terkadang mengalami kerusakan sehingga membutuhkan biaya perbaikan. Belum lagi biaya bahan bakar yang juga meningkat,” katanya.

Menurut dia, biaya perawatan kendaraan, harga bahan bakar minyak (BBM), hingga jarak kebun yang cukup jauh menjadi faktor utama yang menggerus keuntungan pengepul.

Harapan untuk Stabilitas Harga Sawit

Di tengah kondisi tersebut, para pengepul berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga TBS agar usaha di sektor sawit tetap berjalan sehat.

Baca Juga :  Serangga Penyerbuk Afrika Dongkrak Sawit RI, Produksi Naik hingga 15 Persen

Ardian menilai harga TBS saat ini belum sebanding dengan berbagai biaya produksi yang harus ditanggung, baik oleh petani maupun pengepul. Selain biaya angkut dan BBM, harga pupuk yang masih relatif tinggi juga menambah beban pelaku usaha sawit di lapangan.

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan harga sehingga seluruh mata rantai industri sawit, mulai dari petani hingga pengepul, tetap memperoleh keuntungan yang layak.

FAQ

Mengapa harga TBS sawit di Merangin turun?

Penurunan harga dipengaruhi kondisi pasar dan harga pembelian pabrik yang masih berfluktuasi.

Berapa harga TBS yang dibeli pengepul dari petani?

Saat ini harga TBS yang dibeli pengepul dari petani berkisar Rp2.420 per kilogram, termasuk biaya pengangkutan dari kebun.

Berapa harga jual TBS pengepul ke pabrik?

Harga jual TBS dari pengepul ke pabrik berada di kisaran Rp2.870 per kilogram.

Apa kendala terbesar yang dihadapi pengepul?

Kendala utama meliputi tingginya biaya BBM, biaya perawatan kendaraan, kondisi jalan saat musim hujan, dan jarak kebun yang cukup jauh.

Apa harapan pelaku usaha sawit?

Mereka berharap pemerintah dapat membantu menjaga stabilitas harga TBS agar sejalan dengan kenaikan biaya operasional dan produksi.(Tim)

Berita Terkait

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Berita Terbaru