Padang Uji Coba Digital Bansos Berbasis IKD, 1.750 Agen Diterjunkan untuk Akurasi Data Penerima

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG – Pemerintah Kota Padang mengarahkan percepatan transformasi layanan sosial dengan menggabungkan data kependudukan digital dan sistem penyaluran bantuan sosial. Disdukcapil Kota Padang mengambil posisi sebagai penggerak utama dalam pilot project Digital Bansos nasional yang menitikberatkan pada akurasi data warga.

Program ini tidak hanya menargetkan modernisasi sistem, tetapi juga mengubah cara pemerintah memverifikasi kelayakan penerima bantuan. Disdukcapil Kota Padang mengintegrasikan data kependudukan dengan sistem digital agar proses seleksi penerima bansos berjalan lebih cepat dan lebih terukur.

Kepala Disdukcapil Kota Padang, Ances Kurniawan, menegaskan bahwa pemerintah kota mendorong pergeseran total dari metode manual ke sistem berbasis Identitas Kependudukan Digital (IKD). Ia menyebut langkah ini sebagai fondasi utama untuk membangun sistem bansos yang lebih bersih dari kesalahan data.

IKD Ubah Cara Pemerintah Verifikasi Warga

Disdukcapil Kota Padang mengarahkan penggunaan IKD sebagai pintu utama dalam proses verifikasi bantuan sosial. Sistem ini memungkinkan petugas memeriksa data penduduk secara langsung melalui perangkat digital tanpa menunggu proses administrasi konvensional.

Ances menjelaskan bahwa IKD membantu pemerintah melihat data warga secara lebih aktual. Ia menilai sistem ini mempercepat proses validasi sekaligus mengurangi potensi penerima ganda atau data tidak sesuai kondisi lapangan.

Baca Juga :  Pasar Murah Terpadu Padang 2026, Tekan Inflasi

Pemerintah Kota Padang juga mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke IKD dalam berbagai layanan publik. Langkah ini bertujuan membangun ekosistem data tunggal yang bisa dipakai lintas program pemerintah.

Ribuan Agen Lapangan Percepat Adaptasi Digital

Disdukcapil Kota Padang menggerakkan 1.750 agen pendamping di tingkat lingkungan untuk mempercepat adopsi IKD di masyarakat. Para agen ini turun langsung ke RT dan RW untuk membantu warga memahami penggunaan identitas digital.

Tim lapangan ini tidak hanya membantu aktivasi, tetapi juga memberikan edukasi tentang manfaat IKD dalam layanan sosial dan administrasi pemerintahan. Pemerintah kota menargetkan seluruh warga yang berhak bisa mengakses sistem digital tanpa hambatan teknis.

Ances menegaskan bahwa keberhasilan Digital Bansos sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjangkau warga secara langsung. Ia mendorong pendekatan berbasis komunitas agar transformasi digital tidak hanya terjadi di tingkat sistem, tetapi juga di kehidupan sehari-hari masyarakat.

Sinergi Lintas Lembaga Perkuat Fondasi Program

Pemerintah Kota Padang memperkuat proyek ini melalui koordinasi dengan berbagai lembaga pusat. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, memimpin pertemuan strategis bersama sejumlah kementerian untuk menyatukan arah kebijakan.

Baca Juga :  Padang Jadi Pilot Project Nasional Digitalisasi Bansos, Penyaluran Dijamin Tepat Sasaran

Pemerintah daerah menjalin koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, serta Bank Indonesia untuk memastikan kesiapan sistem berjalan lintas sektor.

Maigus Nasir menyoroti pentingnya konsolidasi data untuk menyelesaikan persoalan klasik dalam penyaluran bantuan sosial. Ia menilai digitalisasi memberi peluang besar untuk memperbaiki ketepatan sasaran sekaligus meningkatkan transparansi program pemerintah.

Tantangan dan Arah Implementasi ke Depan

Meski sistem digital menawarkan efisiensi, pemerintah Kota Padang tetap menghadapi tantangan pada kesiapan masyarakat dan infrastruktur digital di lapangan. Disdukcapil Kota Padang mengantisipasi hambatan tersebut dengan memperluas sosialisasi dan memperkuat pendampingan teknis di tingkat wilayah.

Pemerintah kota juga terus menguji kesiapan sistem sebelum peluncuran penuh pada Oktober 2026. Tahap ini mencakup integrasi data, uji verifikasi real-time, serta pelatihan intensif bagi petugas lapangan.

Dengan posisi sebagai salah satu daerah percontohan di Sumatera, Kota Padang menguji model baru penyaluran bantuan sosial berbasis data digital. Pemerintah berharap sistem ini menjadi standar baru yang bisa direplikasi secara nasional untuk menciptakan distribusi bantuan yang lebih akurat, transparan, dan responsif terhadap kondisi masyarakat.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:00 WIB

Padang Uji Coba Digital Bansos Berbasis IKD, 1.750 Agen Diterjunkan untuk Akurasi Data Penerima

Berita Terbaru