BRI Perketat Risiko Kredit UMKM, Fokus Pertumbuhan Sehat di Tengah Ketidakpastian Global

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperkuat strategi pengelolaan risiko kredit UMKM di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak. Bank pelat merah ini menekankan prinsip kehati-hatian agar pertumbuhan kredit tetap berjalan sehat dan berkelanjutan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebut perusahaan terus memantau potensi risiko secara ketat. Ia menegaskan BRI tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan kualitas kredit tetap terjaga.

Fokus ke UMKM jadi kekuatan BRI

Hery menjelaskan bahwa model bisnis BRI yang berfokus pada segmen UMKM justru memberikan daya tahan lebih baik dibandingkan bank dengan portofolio kredit korporasi besar. Ia menilai karakter kredit UMKM lebih tersebar sehingga risiko tidak terkonsentrasi pada satu debitur besar.

“Portofolio UMKM itu tersebar, nilainya kecil-kecil, sehingga risikonya lebih terdistribusi. Ini berbeda dengan kredit korporasi yang nilainya bisa sangat besar,” ujar Hery dalam paparan kinerja triwulan I-2026.

Waspadai sektor sensitif global

BRI juga memperketat pengawasan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap perubahan global. Bank ini menaruh perhatian khusus pada sektor yang terkait komoditas ekspor, energi, dan fluktuasi nilai tukar.

Baca Juga :  IPO Masih Seret 2026, Airlangga Desak BEI Kebut Antrean Emiten Baru

Hery menegaskan tim manajemen risiko terus mengidentifikasi potensi tekanan sejak awal. BRI juga menerapkan risk acceptance criteria (RAC) untuk menentukan sektor usaha yang layak mendapat pembiayaan.

“Sejak awal kami sudah menentukan sektor mana yang masuk kriteria risiko kami. Kami hanya masuk ke segmen yang masih punya profitabilitas dan kualitas yang baik,” tegasnya.

Jaga kualitas aset dan tekan NPL

BRI mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) tetap stabil dan bahkan menunjukkan perbaikan secara bertahap. Perusahaan juga berhasil menurunkan rasio kredit dalam risiko atau loan at risk (LAR) dibandingkan periode sebelumnya.

Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti, mengatakan perbaikan ini terjadi berkat strategi yang konsisten sepanjang 2025. Strategi tersebut mencakup pertumbuhan kredit selektif, penguatan sistem peringatan dini, serta optimalisasi penagihan dan pemulihan kredit.

Ia juga menegaskan rasio pencadangan NPL atau NPL coverage berada di level hampir 180%. Sementara itu, LAR coverage berada di kisaran 55%, yang menunjukkan ketahanan bank terhadap potensi risiko kredit tetap kuat.

Baca Juga :  10 Saham Multibagger Terbesar di Indonesia Sejak 1945, Ini Daftar Lengkapnya

Dorong pertumbuhan kredit yang sehat

Meski menjaga ketat risiko, BRI tetap membukukan pertumbuhan kredit double digit pada kuartal I-2026. Pertumbuhan ini berjalan seiring dengan perbaikan kualitas aset.

Hery menegaskan BRI tidak ingin hanya mengejar pertumbuhan volume kredit. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kualitas portofolio.

“Kami ingin tumbuh, tetapi harus tumbuh sehat dan berkelanjutan. Kalau kredit naik tapi kualitas turun, itu hanya menunda masalah,” kata Hery.

Prospek ke depan

Ke depan, BRI akan terus menguatkan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran kredit. Bank juga memperkuat tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance untuk menjaga stabilitas bisnis.

Dengan strategi tersebut, BRI optimistis dapat mempertahankan ketahanan bisnis di tengah dinamika ekonomi global sekaligus tetap mendukung pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Mesin CASA BRI Makin Kuat, BRImo dan BRILink Dorong Likuiditas Tembus Rp1.555 Triliun
ANTAM Siap Tebar Dividen 50 Persen, Manajemen Buka Peluang DPR Naik
GOTO Cetak Laba Perdana, Saham Diprediksi Melonjak Hingga 100%
May Day 2026: Deretan Emiten Raksasa RI Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
Danantara Resmi Masuk Saham Aplikator Ojol, DPR Dorong Potongan Turun
Laba PTBA Tembus 105%, Efisiensi Dorong Kinerja di Tengah Tekanan Produksi
Laba Antam Melonjak 60% di Awal 2026, Tembus Rp3,4 Triliun
Laba BLES Meledak 4.000%, Emiten Hermanto Tanoko Cetak Lonjakan Kinerja Kuartal I-2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:00 WIB

Mesin CASA BRI Makin Kuat, BRImo dan BRILink Dorong Likuiditas Tembus Rp1.555 Triliun

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:00 WIB

BRI Perketat Risiko Kredit UMKM, Fokus Pertumbuhan Sehat di Tengah Ketidakpastian Global

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:00 WIB

ANTAM Siap Tebar Dividen 50 Persen, Manajemen Buka Peluang DPR Naik

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:00 WIB

GOTO Cetak Laba Perdana, Saham Diprediksi Melonjak Hingga 100%

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:27 WIB

May Day 2026: Deretan Emiten Raksasa RI Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Berita Terbaru

Oplus_0

Entrepreneur

Pejabat Ini Pilih Sepeda, Tolak Mobil Dinas Saat BBM Naik

Sabtu, 2 Mei 2026 - 20:30 WIB