SD Plus Muhammadiyah Sungai Penuh Terapkan Sekolah Tanpa Sampah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – SD Plus Muhammadiyah Kota Sungai Penuh menjalankan konsep sekolah tanpa sampah sejak 2025 dan tetap mempertahankannya hingga sekarang. Program ini menunjukkan komitmen sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pihak sekolah tidak menyediakan tong sampah di lingkungan sekolah. Kebijakan ini mendorong seluruh warga sekolah, mulai dari siswa hingga guru, untuk bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan. Mereka juga wajib memastikan tidak ada sampah yang tertinggal di area sekolah.

Baca Juga :  Gangguan SUTT Picu Pemadaman Listrik Bergilir di Kerinci–Sungai Penuh, Aktivitas Warga Terganggu

Sekolah menilai kebiasaan disiplin menjaga kebersihan ini efektif membentuk karakter siswa. Para siswa tumbuh menjadi pribadi yang lebih peduli terhadap lingkungan. Seluruh warga sekolah juga menjaga lingkungan tetap bersih karena mereka memiliki kesadaran untuk mengelola sampah secara mandiri.

“Datanglah ke sekolah setelah jam istirahat. Jika lingkungan sekolah tetap bersih tanpa sampah, berarti warga sekolah berhasil menjaga lingkungan sekaligus menjalankan nilai-nilai ajaran Islam dengan baik,” demikian pesan pihak sekolah.

Baca Juga :  Kepala Sekolah Guru PPPK di Merangin Tuai Polemik

SD Plus Muhammadiyah Kota Sungai Penuh juga dikenal sebagai sekolah unggulan Muhammadiyah tingkat nasional. Sekolah ini mengusung pendidikan berbasis Al-Qur’an dan penguatan karakter. Program tersebut membentuk siswa yang disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Festival Literasi Sumbar 2026 Punya Pesan Besar: Baca, Berkarya, Jaga Alam dan Budaya
Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, Warga Pudak Bersama Mahasiswa Unja Sulap Limbah Jadi Biochar
Udara Muaro Jambi Memburuk, Bupati Alihkan Siswa TK-SMP ke Kelas Online
Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi
Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Dari Cerita ke Rasa Ingin Tahu, Sri Kartini Alfin Ajak Anak PAUD Cintai Buku
Udara Muaro Jambi Bikin Cemas, Sekolah Pilih Daring 3 Hari untuk Lindungi Siswa
USR ke-10 Unbrah Masuk Dharmasraya, Leli Arni Punya Target Besar untuk 52 Nagari
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 20:30 WIB

Festival Literasi Sumbar 2026 Punya Pesan Besar: Baca, Berkarya, Jaga Alam dan Budaya

Selasa, 8 September 2026 - 18:44 WIB

Sekam Padi Tak Lagi Terbuang, Warga Pudak Bersama Mahasiswa Unja Sulap Limbah Jadi Biochar

Senin, 7 September 2026 - 12:34 WIB

Udara Muaro Jambi Memburuk, Bupati Alihkan Siswa TK-SMP ke Kelas Online

Sabtu, 5 September 2026 - 19:34 WIB

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Berita Terbaru