KERINCI — Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat membuka kembali jalur pendakian Gunung Kerinci pada Kamis, 12 Februari 2026. Namun demikian, pengelola tetap melarang pendaki mendekati radius tiga kilometer dari kawah puncak.
TNKS Pastikan Kondisi Kawasan Sebelum Buka Jalur
Pada dasarnya, pengelola TNKS membuka jalur setelah tim memastikan kondisi kawasan cukup aman. Meski begitu, petugas tetap meningkatkan pengawasan di lapangan.
Keputusan Mengacu Evaluasi Aktivitas Gunung
Sementara itu, Kepala Balai Besar TNKS, Haidir, menjelaskan pengelola mengambil keputusan setelah menerima evaluasi aktivitas gunung dari Badan Geologi dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Berdasarkan laporan periode 16–31 Januari 2026, Badan Geologi menetapkan status Gunung Kerinci pada Level II atau Waspada. Dengan demikian, aktivitas vulkanik masih berpotensi meningkat sewaktu-waktu.
TNKS Minta Pendaki Patuhi Aturan Keselamatan
Oleh karena itu, pengelola meminta pendaki mengikuti seluruh aturan keselamatan. Selain itu, pengelola mengingatkan pendaki tentang potensi paparan gas vulkanik dan risiko lontaran material saat erupsi mendadak.
Petugas Pantau Aktivitas Gunung Secara Intensif
Selanjutnya, petugas TNKS membersihkan jalur sebelum pembukaan pendakian. Di sisi lain, petugas terus memantau aktivitas gunung melalui pos pengamatan di Kersik Tuo. Jika aktivitas gunung meningkat, pengelola akan menyesuaikan kebijakan pendakian.
Lonjakan Gempa Sempat Picu Penutupan Jalur
Sebelumnya, pengelola TNKS menutup jalur pendakian pada awal Januari 2026 karena aktivitas kegempaan meningkat. Saat itu, petugas mencatat ratusan gempa vulkanik dangkal, gempa vulkanik dalam, dan gempa hembusan dalam satu hari pengamatan.
Lonjakan aktivitas tersebut mendorong pengelola menghentikan sementara aktivitas pendakian demi menjaga keselamatan pendaki.
TNKS Utamakan Keselamatan Pendaki
Kini, pengelola menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Untuk itu, petugas meminta pendaki mematuhi SOP dan mengikuti arahan petugas selama melakukan pendakian.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









