BENGKULU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mulai menggeber pembenahan integritas di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) setelah mencermati hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025. Pemprov Bengkulu ingin setiap perangkat daerah menjadikan hasil survei sebagai dasar untuk memperbaiki tata kelola dan pelayanan publik.
Langkah itu tidak berhenti pada pembahasan skor. Pemprov Bengkulu kini mendorong setiap OPD menyusun tindak lanjut yang jelas, terukur, dan berkelanjutan agar perbaikan integritas benar-benar terasa dalam aktivitas pemerintahan sehari-hari.
Karena itu, Pemprov Bengkulu menggelar rapat koordinasi tindak lanjut SPI 2025 di Ruang Rapat Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (8/9). Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nandar Munadi memimpin rapat tersebut bersama Plt. Inspektur Provinsi Bengkulu R.A. Denni.
Nandar Minta OPD Tak Anggap SPI Sekadar Formalitas
Dalam rapat tersebut, Nandar meminta seluruh kepala OPD melihat hasil SPI secara lebih serius. Menurutnya, survei tersebut dapat menjadi alat untuk melihat kondisi integritas sekaligus menemukan ruang perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Untuk seluruh kepala OPD dan yang ada di ruangan ini, jangan jadikan Survei Penilaian Integritas hanya sekadar formalitas. Hendaknya hasil survei ini menjadi cerminan dan bahan evaluasi kita agar ke depan bisa menjadi lebih baik,” tegas Nandar.
Selanjutnya, Nandar mendorong setiap OPD menjalankan rekomendasi dan rencana aksi hasil SPI 2025 secara konsisten. Ia berharap langkah tersebut mampu memperbaiki skor integritas Pemprov Bengkulu pada periode berikutnya.
“Kita rapat di sini untuk menindaklanjuti hasil SPI 2025. Kita sudah mengetahui bersama hasil skornya. Oleh karena itu, saya berharap kita semua dapat bersinergi agar hasil SPI kita tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Nandar.
Inspektorat Siapkan PIC di Setiap OPD
Di sisi lain, Plt. Inspektur Provinsi Bengkulu R.A. Denni menjelaskan bahwa Inspektorat bersama OPD terkait sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperlancar tindak lanjut SPI 2025.
Salah satu langkah tersebut berupa penunjukan sekretaris pada masing-masing OPD sebagai person in charge (PIC). Mereka akan membantu mengoordinasikan pengumpulan data yang berkaitan dengan SPI.
“Langkah-langkah yang telah kami lakukan melalui kerja sama tim Inspektorat dan OPD terkait, salah satunya dengan menunjuk sekretaris di setiap OPD sebagai PIC. Ini untuk menunjang proses pengumpulan data SPI agar berjalan dengan baik, cepat, dan akurat,” jelas Denni.
Penunjukan PIC juga dapat memperjelas pembagian tugas di setiap OPD. Dengan koordinasi yang lebih terarah, proses pengumpulan data dapat berjalan lebih cepat sekaligus membantu Inspektorat memantau tindak lanjut pada masing-masing perangkat daerah.
Pemprov Bengkulu Kejar Perbaikan Berkelanjutan
Pemprov Bengkulu tidak ingin tindak lanjut SPI 2025 berhenti pada rapat atau pemenuhan dokumen administrasi. Sebaliknya, pemerintah provinsi ingin setiap OPD menerjemahkan hasil evaluasi tersebut ke dalam perbaikan kerja yang konkret.
Selain itu, penguatan integritas perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan begitu, hasil SPI tidak hanya menghasilkan catatan evaluasi internal, tetapi juga mendorong perubahan dalam cara pemerintah menjalankan tugas dan memberikan layanan.
FAQ
Apa yang menjadi fokus Pemprov Bengkulu setelah SPI 2025?
Pemprov Bengkulu fokus menindaklanjuti hasil SPI 2025 melalui evaluasi, rencana aksi, penguatan integritas, dan perbaikan tata kelola pada setiap OPD.
Mengapa hasil SPI 2025 perlu mendapat perhatian?
Hasil SPI dapat membantu pemerintah melihat kondisi integritas di lingkungan pemerintahan sekaligus menemukan aspek yang membutuhkan perbaikan.
Siapa yang menjadi PIC pengumpulan data SPI di OPD?
Pemprov Bengkulu menunjuk sekretaris pada masing-masing OPD sebagai person in charge (PIC) untuk membantu proses pengumpulan data SPI.
Apa target Pemprov Bengkulu setelah menindaklanjuti SPI 2025?
Pemprov Bengkulu menargetkan perbaikan integritas secara berkelanjutan sehingga kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat ikut meningkat.
Apakah tindak lanjut SPI hanya berkaitan dengan administrasi?
Tidak. Pemprov Bengkulu mendorong OPD menerapkan hasil evaluasi SPI dalam aksi nyata dan menjadikannya bagian dari budaya kerja pemerintahan.(Tim)









