DHARMASRAYA – Peremajaan Sawit Rakyat Dharmasraya
Petani sawit di Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, mendapat peluang besar untuk meningkatkan produktivitas perkebunan. Tiga kelompok tani di wilayah tersebut memperoleh alokasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan total luas kebun mencapai 223,4881 hektare.
Program ini membawa dukungan pembiayaan Rp60 juta per hektare. Dengan demikian, nilai alokasi untuk ketiga kelompok tani tersebut mencapai sekitar Rp13,4 miliar.
Capaian ini memperlihatkan upaya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam memperkuat perkebunan rakyat. Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, terus memperjuangkan akses program pemerintah pusat agar petani dapat memperbarui tanaman sawit dan meningkatkan hasil kebun mereka.
Tiga Kelompok Tani Terima Alokasi PSR
Ketiga kelompok tani di Kecamatan Asam Jujuhan memiliki luas lahan yang berbeda. Kelompok Tani Sungai Limau Sepakat tercatat mengelola lahan paling luas dibandingkan dua kelompok lainnya.
Berikut rincian alokasi lahan masing-masing kelompok:
1. Kelompok Tani Asam Sakti Sejahtera: 70,8582 hektare.
2. Kelompok Tani Sungai Gelegah Mandiri: 57,7299 hektare.
3. Kelompok Tani Sungai Limau Sepakat: 94,9000 hektare.
Secara keseluruhan, ketiga kelompok tersebut mencakup 223,4881 hektare lahan perkebunan. Jika mengacu pada pembiayaan Rp60 juta per hektare, nilai alokasinya mencapai sekitar Rp13,4 miliar.
Angka tersebut menunjukkan besarnya dukungan program PSR terhadap petani sawit di Asam Jujuhan.
PSR Buka Peluang Petani Perbarui Tanaman Sawit
Program Peremajaan Sawit Rakyat berada di bawah pengelolaan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Lembaga pemerintah ini mengelola dana perkebunan, termasuk untuk membantu petani memperbarui tanaman kelapa sawit.
Melalui program tersebut, petani dapat mengganti tanaman yang sudah tua, kurang produktif, atau berasal dari benih tidak unggul dengan tanaman baru yang memiliki potensi hasil lebih baik.
Karena itu, PSR memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan perkebunan rakyat. Selain memperbaiki kondisi tanaman, program ini juga membuka peluang peningkatan produksi dan pendapatan petani dalam jangka panjang.
Dinas Pertanian Dorong Perluasan Manfaat Program
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya, Lasmiyati, melalui Kepala Bidang Perkebunan, Ipentri, Sabtu (31/10/2026), menjelaskan bahwa PSR menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat.
Menurutnya, program tersebut juga membantu petani memperbaiki kesejahteraan melalui pengembangan kebun yang lebih produktif.
Lebih lanjut, Ipentri menjelaskan bahwa pelaksanaan PSR tidak hanya menyasar Kecamatan Asam Jujuhan. Sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Dharmasraya juga telah menjalankan program serupa.
Dengan jangkauan yang semakin luas, pemerintah daerah berharap semakin banyak pekebun memperoleh kesempatan memperbarui tanaman sawit mereka.
Ketua Kelompok Tani Sampaikan Apresiasi
Dukungan program PSR mendapat sambutan positif dari kalangan petani. Ketua Kelompok Tani Asam Sakti Sejahtera, Suhaimi, dari Nagari Alahan Nan Tigo, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani.
Suhaimi berterima kasih atas perhatian dan perjuangan bupati dalam mendukung keberlangsungan perkebunan sawit rakyat, khususnya bagi petani di Kecamatan Asam Jujuhan.
Ia juga berharap pemerintah daerah terus memperkuat dukungan kepada pekebun. Dengan begitu, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan produktivitas kebun sekaligus memperbaiki pendapatan keluarga.
Bagi petani, program peremajaan sawit bukan sekadar bantuan pembiayaan. Lebih dari itu, PSR menjadi peluang untuk membangun perkebunan yang lebih produktif dan menopang ekonomi keluarga dalam jangka panjang.
FAQ
1. Berapa luas lahan PSR untuk tiga kelompok tani di Asam Jujuhan?
Total luas lahan ketiga kelompok tani mencapai 223,4881 hektare.
2. Berapa nilai alokasi pembiayaan program PSR?
Program ini memberikan dukungan pembiayaan Rp60 juta per hektare dengan total alokasi sekitar Rp13,4 miliar.
3. Siapa saja kelompok tani penerima program PSR?
Ketiganya terdiri dari Kelompok Tani Asam Sakti Sejahtera, Sungai Gelegah Mandiri, dan Sungai Limau Sepakat.
4. Apa tujuan program Peremajaan Sawit Rakyat?
PSR membantu petani mengganti tanaman sawit tua, kurang produktif, atau menggunakan benih tidak unggul dengan tanaman baru yang lebih produktif.
5. Siapa yang mengelola program PSR?
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mengelola dana program untuk mendukung peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat.(Tim)










