PADANG – Pemerintah Kota Padang menetapkan tiga kelurahan sebagai Kelurahan Cinta Statistik (Cantik), yaitu Ganting Parak Gadang, Jati, dan Kampung Pondok. Program ini mendorong penggunaan data akurat dalam pembangunan daerah.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang yang telah membina ketiga kelurahan hingga layak menyandang status tersebut. Ia menegaskan pentingnya peran data statistik dalam perencanaan pembangunan.
“Pemerintah Kota Padang berterima kasih kepada BPS yang membina kelurahan hingga menjadi Kelurahan Cantik,” kata Maigus dalam pencanangan secara daring, Kamis (9/4/2026).
Maigus menegaskan pemerintah membutuhkan data akurat untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran. Ia menyebut data menjadi dasar utama dalam merancang pembangunan Kota Padang ke depan.
“Melalui data, kita dapat merancang pembangunan Kota Padang ke depan,” ujarnya.
BPS Tunjuk Agen Statistik
Selain menetapkan Kelurahan Cantik, BPS menunjuk Agen Statistik di masing-masing kelurahan. Di Ganting Parak Gadang, BPS menunjuk Erma Purnama Wati dan Nia Amelia. Di Kelurahan Jati, BPS menunjuk Sriwahyu Zet dan Leonardo Yemi. Sementara di Kampung Pondok, BPS menunjuk Lily Chandriaty dan David Hartadi.
Maigus meminta para agen statistik bekerja profesional dan memiliki kompetensi tinggi. Ia menekankan pentingnya ketepatan data dalam kegiatan sensus dan pendataan di lapangan.
“Agen yang ditunjuk harus menguatkan visi dan misi kota agar pembangunan empat tahun ke depan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Kepala BPS Kota Padang, Dessi Febriyanti, menjelaskan pembinaan yang BPS lakukan menjadi dasar penetapan Kelurahan Cantik. BPS juga mendorong kelurahan membentuk agen statistik dan mengelola data secara terstruktur.
Dessi menyebut program ini bertujuan meningkatkan literasi statistik, memperkuat peran perangkat kelurahan, dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan statistik. Program ini juga menstandarkan pengelolaan data agar indikator statistik lebih akurat dan mudah dibandingkan.
BPS juga mendorong pemanfaatan data secara optimal agar program pembangunan tepat sasaran. Selain itu, BPS mengembangkan sistem data kelurahan melalui website dan publikasi statistik.
“Program ini meningkatkan kualitas data, memperkuat pengelolaan data, dan mendukung pemanfaatan teknologi informasi di tingkat kelurahan,” jelas Dessi.
BPS berharap program Kelurahan Cantik dapat meningkatkan kapasitas aparatur kelurahan dan memperkuat tata kelola data. BPS juga mendorong integrasi data berbasis teknologi informasi agar pengambilan kebijakan lebih efektif.
Kegiatan pencanangan Kelurahan Cantik dan Agen Statistik ini diikuti oleh sejumlah pejabat dan perangkat daerah secara daring, termasuk Diskominfo Kota Padang, kecamatan, dan kelurahan terkait.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora








