SUNGAI PENUH – Pelayanan nasabah di Bank 9 Jambi Cabang Sungai Penuh, berlangsung manual karena sistem digital bank mengalami gangguan. Akibatnya, antrean panjang ASN dan pensiunan muncul sejak pagi hingga sore.
Gangguan Layanan Digital dan Penonaktifan Sementara
Selain itu, manajemen bank menghentikan sementara layanan ATM dan mobile banking. Pihak bank menemukan kasus hilangnya dana nasabah, sehingga mereka fokus memeriksa sistem untuk menjaga keamanan layanan.
Lebih lanjut, pihak bank bekerja sama dengan Bank Indonesia dan tim forensik digital. Mereka menelusuri sistem dan memperkuat keamanan data serta transaksi nasabah.
Pelayanan Manual dan Antrean Panjang
Sementara itu, petugas cabang Sungai Penuh melayani nasabah langsung melalui loket. Bahkan, antrean panjang terlihat sejak pukul 08.30 WIB hingga 17.07 WIB. Nasabah sampai meluber ke halaman dan badan jalan.
Petugas membuka enam teller untuk mempercepat pelayanan. Namun demikian, antrean tetap panjang karena jumlah nasabah yang tinggi.
Selain itu, kondisi serupa muncul di kantor kas Bank 9 Jambi di lingkungan Rumah Sakit Umum Mayjen H.A. Thalib, Senin (2/3/2026).
Dampak bagi ASN dan Pensiunan
Mayoritas nasabah yang datang adalah ASN dan pensiunan yang mencairkan gaji atau dana pensiun. Biasanya, mereka menggunakan ATM atau mobile banking. Namun kali ini, mereka menunggu lebih lama karena seluruh transaksi dilakukan melalui teller.
Salah seorang nasabah, Musain (64), pensiunan guru, mengaku menunggu hampir lima jam untuk mencairkan dana pensiunnya.
“Bulan sebelumnya tidak ada hambatan, pencairan lancar. Sekarang saya antre dari pukul 09.15 WIB sampai pukul 15.01 WIB baru bisa cair,” ujarnya.
Meski demikian, Musain masih bisa memahami kondisi tersebut. Ia berharap pihak bank segera memulihkan layanan digital agar aktivitas perbankan kembali normal.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









