JAKARTA – Seiring meningkatnya ketegangan, Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026). Aksi ini dikhawatirkan memicu balasan dari sekutu Iran.
Selama lebih dari empat dekade sejak Revolusi Islam, Iran membentuk dan mendukung pasukan sekutu di Timur Tengah.
Pasukan Quds: Jaringan Utama Iran
Sebagai inti jaringan, Pasukan Quds, bagian dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menjadi titik kontak utama dengan kelompok sekutu. Mereka melatih, mempersenjatai, dan mendanai kelompok ini untuk memajukan kepentingan Iran.
Proksi Iran di Berbagai Negara
Pejuang dari negara mayoritas Syiah, seperti Irak dan Lebanon, bertindak sebagai proksi utama Iran. Namun demikian, kelompok dari Palestina (mayoritas Sunni), Suriah, dan Yaman juga bekerja sama dengan Iran.
Di antara semua sekutu, inti jaringan ini adalah Hizbullah. Kelompok ini merupakan partai politik sekaligus militan Lebanon yang terkenal karena aksi terornya. Hizbullah membantu Iran menjembatani perpecahan Syiah Arab-Persia. Sementara itu, mereka mendukung rezim Bashar al-Assad dalam perang Suriah dan mengajak milisi lain membela rezim tersebut.
Motif Iran
Kelompok yang bertindak atas nama Iran sering menyerang pasukan AS. Para ahli menilai bahwa Iran memanfaatkan jaringan sekutunya untuk memperkuat pengaruh regional. Mereka juga berupaya menyingkirkan kekuatan Barat dari kawasan ini. Selain itu, Iran mendorong kerja sama antar sekutu untuk membentuk “poros perlawanan” yang lebih kuat.
Dampak ke Israel
Israel, sekutu utama AS, sering menghadapi serangan dari kelompok yang didukung Teheran, termasuk Hamas, Hizbullah, dan Jihad Islam Palestina. Lebih jauh lagi, dukungan Iran memungkinkan Houthi di Yaman menembakkan rudal ke Israel. Mereka juga menyerang kapal komersial yang mereka anggap terkait Israel. Tindakan ini sebagai bentuk solidaritas terhadap Hamas.
Contohnya, pada serangan udara pertama Iran ke Israel pada April 2024, sekutu Iran di Irak, Lebanon, dan Yaman menembakkan drone dan roket untuk mendukung operasi tersebut.
Wilayah Sekutu Iran
Iran menguasai pengaruh kuat di Bahrain, Irak, Lebanon, dan Suriah. Sementara itu, pengaruh Iran di Palestina dan Yaman cenderung moderat.
Dengan demikian, daftar wilayah sekutu Iran menunjukkan jaringan luas dengan koordinasi yang efektif.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









