JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Maret 2026 melandai meski Ramadan dan Lebaran berlangsung pada periode tersebut. Tekanan harga turun dibandingkan bulan sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret 2026 mencapai 110,95. Angka ini naik dari 110,57 pada Februari 2026.
“Pada Maret 2026, inflasi mencapai 0,41 persen secara bulanan,” ujar Ateng dalam rilis resmi, Rabu (1/4/2026).
Inflasi Tahunan Ikut Turun
Inflasi tahunan tercatat sebesar 3,48 persen (year on year/YoY). Angka ini turun dari 4,76 persen pada Februari 2026.
Data ini menunjukkan bahwa kondisi ekonomi mulai normal setelah efek basis rendah tahun sebelumnya berakhir.
Penyumbang Inflasi
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang inflasi terbesar secara tahunan dengan andil 1,08 persen. Tarif listrik mendorong kenaikan pada kelompok ini.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi tinggi sebesar 15,32 persen dan menyumbang 1,02 persen terhadap inflasi.
Harga emas perhiasan memicu kenaikan pada kelompok tersebut.
Harga Emas Tekan Inflasi Inti
Masyarakat meningkatkan konsumsi selama Ramadan, namun penurunan harga emas menahan kenaikan inflasi inti.
Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menyebut penurunan harga emas menekan inflasi inti ke sekitar 0,3 persen (MtM).
“Penurunan harga emas meredam tekanan inflasi inti,” kata Andry.
Tekanan Pangan Masih Ada
Harga pangan naik selama Ramadan dan tetap memberi tekanan pada inflasi. Namun, kenaikan ini belum cukup kuat untuk mendorong inflasi secara signifikan.
Efek basis rendah dari tahun sebelumnya juga tidak lagi memengaruhi inflasi tahunan secara besar.
Risiko ke Depan
Inflasi tetap berpotensi naik jika rupiah melemah atau harga bahan bakar minyak (BBM) naik akibat lonjakan harga minyak dunia.
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan tekanan inflasi tetap moderat ke depan. Kondisi ini mengikuti normalisasi ekonomi global dan domestik.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









