Harga Sawit Sumut Turun Hampir Rp100 per Kg, Petani Hadapi Tekanan Pendapatan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN – Kabar kurang menggembirakan datang bagi petani kelapa sawit di Sumatera Utara (Sumut). Memasuki pekan terakhir Juni 2026, harga tandan buah segar (TBS) sawit kembali melemah. Kondisi ini berpotensi mengurangi pendapatan petani yang mengandalkan hasil panen sebagai sumber penghasilan utama.

Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Sumatera Utara mencatat penurunan harga pada sejumlah kelompok umur tanaman. Untuk sawit berusia 10 hingga 20 tahun, harga turun Rp98,3 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Di tengah tren tersebut, pelaku usaha perkebunan dan petani terus memantau perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO). Pasalnya, pergerakan harga komoditas global turut memengaruhi nilai jual TBS di tingkat daerah.

Harga Sawit Produktif Turun Jadi Rp3.781,09 per Kg

Tim penetapan harga menetapkan harga TBS sawit umur 10–20 tahun sebesar Rp3.781,09 per kilogram untuk periode 24–30 Juni 2026.

Kelompok umur tersebut merupakan kategori tanaman yang menghasilkan produktivitas optimal. Karena itu, perubahan harga pada kelompok ini langsung memengaruhi sebagian besar petani sawit di Sumatera Utara.

Meski penurunan kali ini tidak terlalu dalam, petani tetap perlu menghitung kembali potensi pendapatan selama sepekan ke depan.

Baca Juga :  Harga TBS Provinsi Melebar, Sumbar Teratas, Jambi Papan Tengah, Banten Terendah

Rincian Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman

Selain kelompok umur produktif, tim juga mencatat harga untuk seluruh kategori umur tanaman sawit.

Harga Sawit Umur Muda

1. Umur 3 tahun: Rp3.179,36/kg

2. Umur 4 tahun: Rp3.389,38/kg

3. Umur 5 tahun: Rp3.507,71/kg

4. Umur 6 tahun: Rp3.612,56/kg

5. Umur 7 tahun: Rp3.591,39/kg

6. Umur 8 tahun: Rp3.714,05/kg

7. Umur 9 tahun: Rp3.750,15/kg

Harga Sawit Umur Produktif

1. Umur 10–20 tahun: Rp3.781,09/kg

2. Umur 21 tahun: Rp3.784,19/kg

Menariknya, tanaman berusia 21 tahun mencatat harga tertinggi pada periode ini.

Harga Sawit Umur Tua

1. Umur 22 tahun: Rp3.747,61/kg

2. Umur 23 tahun: Rp3.696,08/kg

3. Umur 24 tahun: Rp3.580,85/kg

4. Umur 25 tahun: Rp3.474,12/kg

5. Umur 26 tahun: Rp3.445,56/kg

6. Umur 27 tahun: Rp3.393,85/kg

7. Umur 28 tahun: Rp3.339,31/kg

8. Umur 29 tahun: Rp3.283,11/kg

9. Umur 30 tahun: Rp3.226,92/kg

Secara umum, harga cenderung menurun seiring bertambahnya usia tanaman setelah melewati masa produktif puncak.

Harga CPO Masih Bertahan di Atas Rp15.000 per Kg

Sementara itu, tim penetapan harga mencatat harga minyak sawit mentah (CPO) sebesar Rp15.230,59 per kilogram.

Baca Juga :  Pengawasan Tambang Galian C di Bengkulu Diperketat, Jalan Rusak dan PAD Jadi Sorotan

Di sisi lain, harga inti sawit atau kernel mencapai Rp12.713,78 per kilogram. Tim juga menggunakan indeks K sebesar 93,03 persen dalam perhitungan harga TBS periode ini.

Harga CPO yang masih bertahan di level tinggi menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap produk sawit masih cukup kuat. Namun, berbagai faktor perhitungan dan dinamika pasar tetap memengaruhi harga TBS yang diterima petani.

Petani Perlu Mencermati Pergerakan Harga Pekanan

Fluktuasi harga menjadi bagian dari industri perkebunan sawit. Oleh sebab itu, petani perlu mengikuti perkembangan harga resmi setiap pekan.

Selain membantu perencanaan panen, informasi harga juga dapat menjadi acuan dalam menyusun strategi pengelolaan kebun dan perhitungan biaya produksi.

Ke depan, pelaku industri berharap stabilitas harga CPO global dapat menjaga daya saing sektor sawit nasional sekaligus mendukung pendapatan petani.

Disclaimer: Informasi harga TBS dalam artikel ini mengacu pada hasil penetapan resmi Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Sumatera Utara untuk periode 24–30 Juni 2026. Harga transaksi di tingkat petani atau pabrik dapat berbeda sesuai lokasi, kualitas buah, dan kondisi pasar setempat.

Berita Terkait

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 06:58 WIB

Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan

Berita Terbaru