KERINCI – Polemik pelaksanaan Program Program Makan Bergizi Gratis melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci terus memicu perhatian publik.
Masyarakat menyoroti porsi dan kualitas makanan. Selain itu, publik juga mempertanyakan tata kelola program serta dugaan persoalan di tingkat yayasan pengelola.
Sementara itu, perkembangan terbaru muncul dari dapur SPPG MBG di wilayah Lempur, Kabupaten Kerinci. Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan tenaga atau ahli gizi di dapur tersebut telah mengundurkan diri dari jabatannya.
Sumber yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan ahli gizi tersebut memilih mundur. Ia berencana kembali bekerja di tempat sebelumnya sebelum bergabung dalam program MBG di Lempur.
“Tenaga atau ahli gizinya sudah mengundurkan diri. Ia kemungkinan kembali ke tempat kerja lamanya sebelum bergabung di SPPG MBG Lempur,” ujar sumber tersebut.
Lebih lanjut, sumber tersebut menduga persoalan internal mendorong keputusan pengunduran diri itu. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sejalan dengan ketentuan pelaksanaan program MBG.
Namun hingga Rabu (25/2/2026), pihak pengelola SPPG MBG Lempur belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pasti pengunduran diri tenaga gizi tersebut. Oleh karena itu, media ini terus menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi dan menghadirkan informasi yang berimbang.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









