PADANG – Bantuan pangan beras Sumbar 2026
Pemerintah memperluas jangkauan bantuan pangan beras hingga akhir 2026. Di Sumatera Barat (Sumbar), sebanyak 648.991 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat alokasi 19.469 ton beras untuk memenuhi kebutuhan pangan selama tiga bulan terakhir tahun ini.
Setiap keluarga memperoleh 30 kilogram beras sekaligus untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bersama Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, memulai penyaluran bantuan tersebut di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (3/11/2026). Sejumlah pejabat daerah, perwakilan DPR RI dan DPRD Sumbar, serta pimpinan Perum Bulog turut menghadiri kegiatan tersebut.
Pemerintah Perpanjang Bantuan Beras hingga Desember 2026
Zulkifli Hasan menjelaskan, pemerintah memperpanjang program bantuan pangan setelah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga. Koordinasi tersebut melibatkan Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Keuangan.
Sebelumnya, pemerintah mengakhiri program bantuan pangan beras pada September 2026. Namun, pemerintah kembali mengalokasikan bantuan untuk Oktober, November, dan Desember.
Setiap keluarga mendapat jatah 10 kilogram beras per bulan. Dengan demikian, pemerintah menyalurkan total 30 kilogram sekaligus kepada setiap penerima.
“Alhamdulillah, bantuan pangan yang sebelumnya berakhir September kita lanjutkan untuk Oktober, November, dan Desember. Masing-masing 10 kilogram per bulan, sehingga dibagikan sekaligus sebanyak 30 kilogram untuk setiap keluarga penerima manfaat,” kata Menko Pangan, Zulkifli Hasan.
Ia menegaskan, Perum Bulog memiliki stok beras yang cukup untuk mendukung kelancaran program tersebut. Pemerintah berharap bantuan ini mampu meringankan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, Zulkifli meminta masyarakat kategori desil 1 hingga desil 4 yang belum memperoleh bantuan agar berkoordinasi dengan kantor Bulog setempat.
Mahyeldi Minta Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran
Gubernur Mahyeldi Ansharullah menilai bantuan pangan mencerminkan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh pihak memastikan bantuan menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.
“Hari ini bukan sekadar penyerahan bantuan. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjaga dan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, pemerintah perlu menjaga ketepatan sasaran agar program tersebut memberikan manfaat nyata. Dengan begitu, bantuan tidak sekadar menjadi program rutin, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi.
Padang Kebagian 2.241 Ton Beras
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumbar, Maruli Abraham Syah, memaparkan rincian alokasi bantuan pangan di Sumatera Barat.
Dari total alokasi provinsi, Kota Padang memperoleh 2.241 ton beras untuk sekitar 74.700 keluarga penerima manfaat.
Sementara itu, Kelurahan Lubuk Buaya mendapat alokasi sekitar 34 ton beras untuk 1.132 keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 218 keluarga kategori desil 1 memperoleh sekitar 6,5 ton beras.
Rincian tersebut memperlihatkan besarnya cakupan bantuan pangan di Sumbar. Pemerintah berharap alokasi itu mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan beras selama tiga bulan.
Beras SPHP Sumbar Dijual Rp12.500 per Kilogram
Selain bantuan beras gratis, pemerintah menyiapkan satu juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Program ini bertujuan menjaga pasokan sekaligus menekan harga beras di pasaran. Di Sumbar, pemerintah menetapkan harga beras SPHP sebesar Rp12.500 per kilogram.
Harga tersebut lebih rendah daripada harga pasar yang mencapai Rp15.000 per kilogram. Pemerintah menanggung selisih harga melalui subsidi agar masyarakat dapat membeli beras dengan harga lebih terjangkau.
Dengan demikian, masyarakat memiliki dua bentuk dukungan pangan, yakni bantuan beras gratis dan akses pembelian beras SPHP dengan harga lebih murah.
Bulog Siapkan 150 Ribu Ton Jagung untuk Peternak
Pemerintah juga menyiapkan intervensi untuk komoditas pangan lainnya. Zulkifli Hasan meminta Bulog melelang 150 ribu ton jagung dengan harga Rp5.500 per kilogram.
Kebijakan ini menyasar peternak ayam petelur dan pedaging, terutama pelaku UMKM. Pemerintah berharap pasokan jagung tersebut membantu peternak menekan biaya pakan.
Selain jagung, pemerintah menyiapkan 380 ribu ton beras yang telah tersimpan lebih dari satu tahun untuk kebutuhan industri pangan.
Pemerintah mengarahkan pasokan beras tersebut kepada pengrajin kue dan produsen bihun. Bulog menawarkan harga lelang Rp11.000 per kilogram agar pelaku industri memperoleh bahan baku dengan harga lebih terjangkau.
Mahyeldi Tinjau Koperasi Merah Putih di Padang
Dalam agenda tersebut, pemerintah juga menyalurkan beras SPHP serta memberikan bantuan kepada pengemudi ojek online dan anak yatim.
Selanjutnya, Mahyeldi mendampingi Zulkifli Hasan mengunjungi Koperasi Merah Putih di Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.
Kunjungan itu bertujuan melihat kesiapan koperasi dalam memperkuat ekonomi masyarakat. Pemerintah juga mendorong koperasi mendukung pengembangan program pangan di daerah.
FAQ
1. Berapa jumlah keluarga penerima bantuan pangan di Sumbar?
Sebanyak 648.991 keluarga penerima manfaat (KPM) masuk dalam alokasi bantuan pangan beras di Sumatera Barat.
2. Berapa total alokasi beras untuk Sumbar?
Pemerintah mengalokasikan 19.469 ton beras untuk memenuhi kebutuhan 648.991 keluarga penerima manfaat.
3. Berapa kilogram beras yang diterima setiap keluarga?
Setiap keluarga memperoleh 30 kilogram beras sekaligus untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026.
4. Kapan pemerintah memulai penyaluran bantuan?
Zulkifli Hasan dan Mahyeldi Ansharullah memulai penyaluran bantuan di Kelurahan Lubuk Buaya, Kota Padang, pada Selasa, 3 November 2026.
5. Berapa harga beras SPHP di Sumbar?
Pemerintah menetapkan harga beras SPHP sebesar Rp12.500 per kilogram, sedangkan harga pasar mencapai Rp15.000 per kilogram.
6. Bagaimana masyarakat yang belum menerima bantuan bisa mengadu?
Masyarakat kategori desil 1 hingga desil 4 yang belum memperoleh bantuan dapat berkoordinasi langsung dengan kantor Bulog setempat.(Tim)










