SOLOK SELATAN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Solok Selatan memperkuat komitmen organisasi melalui pergantian kepengurusan periode 2024–2029. Ketua dan jajaran pengurus di tingkat kabupaten, OPD, serta kecamatan kini memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas program dan memperluas kontribusi bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Solok Selatan, Dr. Syamsurizaldi, mengajak seluruh pengurus mengutamakan kebersamaan, meningkatkan kemampuan anggota, dan menghadirkan kegiatan yang bermanfaat. Ia juga mendorong DWP membangun kerja sama dengan berbagai organisasi perempuan serta perangkat daerah.
Ia menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri pengukuhan pengurus DWP Kabupaten Solok Selatan dan Ketua DWP Unit OPD serta kecamatan di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan, Kamis (29/10/2026).
Syamsurizaldi Ajak Pengurus Perkuat Soliditas
Dalam sambutannya mewakili Pembina DWP, Syamsurizaldi mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang menerima amanah baru. Ia menilai pergantian antarwaktu (PAW) bukan sekadar perubahan susunan organisasi. Momentum ini juga membuka peluang untuk memperkuat komitmen dan melanjutkan program kerja yang telah berjalan.
Karena itu, ia meminta setiap pengurus menjalankan tugas dengan ikhlas dan mengutamakan kepentingan organisasi. Ia juga mengingatkan anggota agar menjaga tanggung jawab serta membangun semangat pengabdian.
“Jadikan amanah kepengurusan ini sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar jabatan. Bekerjalah dengan ikhlas, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, dan utamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi,” pesan Syamsurizaldi di hadapan para pengurus dan anggota.
Selain itu, Syamsurizaldi menguraikan empat prioritas untuk memperkuat organisasi. Pertama, seluruh pengurus perlu menjaga soliditas dan kebersamaan sebagai sarana untuk saling belajar serta mengembangkan potensi diri.
Kedua, DWP perlu menjalankan program yang tepat sasaran di bidang pendidikan, ekonomi, sosial budaya, dan pemberdayaan perempuan. Dengan demikian, kegiatan organisasi dapat menjawab kebutuhan anggota dan masyarakat.
Ketiga, pengurus harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas. Keempat, DWP perlu mempererat sinergi dengan perangkat daerah, TP-PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dan pemangku kepentingan lainnya.
Melalui empat prioritas tersebut, Syamsurizaldi berharap DWP mampu mengembangkan program secara berkelanjutan sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat Solok Selatan.
Ketua DWP Sumbar Tekankan Pemberdayaan Perempuan
Ketua DWP Provinsi Sumatera Barat, Ny. Arymbi Arry Yuswandi, turut memberikan motivasi kepada pengurus dan anggota. Ia mengingatkan bahwa organisasi perempuan harus menghadirkan manfaat nyata, bukan sekadar menggelar kegiatan seremonial.
“Jangan cuma lihat demo make over, tetapi jadikan ini wadah peningkatan kapasitas SDM anggota meningkat dan memberdayakan perempuan secara nyata,” ujar Ny. Arymbi Arry.
Pesan tersebut menyoroti pentingnya peningkatan keterampilan dan kapasitas anggota. Oleh karena itu, DWP perlu mengarahkan kegiatan pada pengembangan potensi perempuan agar mereka mampu berperan lebih aktif dalam keluarga, organisasi, dan lingkungan sosial.
Selain mengembangkan keterampilan, pengurus juga perlu menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan anggota. Langkah ini dapat membantu organisasi menjalankan kegiatan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Bet Yulian Efi Dorong Komunikasi Antarunit
Penasehat DWP Solok Selatan, Ny. Bet Yulian Efi, mengingatkan anggota agar menjaga keseimbangan antara peran sebagai istri, ibu, anggota masyarakat, dan pengurus organisasi.
Di samping itu, ia meminta setiap DWP unit menjalin komunikasi yang baik dengan pengurus kabupaten. Menurutnya, perbedaan kondisi dan kebutuhan di setiap unit kerja justru dapat memperkuat organisasi apabila seluruh anggota saling mendukung.
“Organisasi yang kuat bukan hanya ditentukan oleh ketua, melainkan oleh kepedulian, tanggung jawab, dan semangat gotong royong seluruh pengurus dan anggota,” ungkap Ny. Bet Yulian Efi.
Karena itu, Bet Yulian Efi mengajak seluruh pengurus membangun kerja sama dan menjalankan tanggung jawab masing-masing. Komunikasi yang terbuka juga membantu setiap unit menyampaikan kebutuhan, berbagi pengalaman, serta menyelaraskan program dengan tujuan organisasi.
Fitri Syamsurizaldi Siapkan Inovasi Program
Ketua DWP Kabupaten Solok Selatan, Ny. Fitri Syamsurizaldi, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang kini ia emban. Ia berkomitmen mempertahankan program yang sudah berjalan dengan baik, memperbaiki kekurangan, dan menghadirkan inovasi baru.
Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Fitri menilai seluruh pengurus dan anggota perlu memperkuat kebersamaan. Ia ingin DWP mengembangkan kegiatan yang terarah serta memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat.
“Amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk membangun organisasi, memperkuat kebersamaan, dan memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan daerah,” tutur Ny. Fitri Syamsurizaldi.
Ke depan, Fitri berharap DWP Solok Selatan terus meningkatkan kualitas kegiatan dan memperluas peran dalam pemberdayaan perempuan. Dengan semangat gotong royong, inovasi, serta kolaborasi lintas organisasi, DWP dapat mendukung pembangunan daerah melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
FAQ
1. Kapan pengurus DWP Solok Selatan menggelar pengukuhan?
Pengurus DWP Solok Selatan menggelar pengukuhan pada Kamis, 29 Oktober 2026, di Aula Sarantau Sasurambi, Kantor Bupati Solok Selatan.
2. Siapa Ketua DWP Kabupaten Solok Selatan?
Ny. Fitri Syamsurizaldi memimpin DWP Kabupaten Solok Selatan setelah menerima amanah kepengurusan.
3. Apa prioritas utama DWP Solok Selatan?
DWP memprioritaskan penguatan soliditas, peningkatan kapasitas anggota, pengembangan program pendidikan dan ekonomi, kegiatan sosial budaya, serta pemberdayaan perempuan.
4. Bagaimana DWP Solok Selatan memperluas kontribusinya bagi masyarakat?
DWP dapat memperluas kontribusi melalui program yang sesuai dengan kebutuhan anggota dan masyarakat, peningkatan keterampilan perempuan, serta kerja sama dengan perangkat daerah, TP-PKK, GOW, dan pemangku kepentingan lainnya.(Tim)









