106 Jorong di Dharmasraya Krisis Air, 13.554 KK Masuk Daftar Warga Terdampak

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 19:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

DHARMASRAYA – kekeringan Dharmasraya

 

Kemarau panjang mulai menguras persediaan air warga di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Kondisi itu kini menjangkau 106 jorong yang tersebar pada 25 nagari di 10 kecamatan.

Data Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Dharmasraya mencatat sekitar 13.554 kepala keluarga menghadapi dampak kekeringan dan krisis air bersih. Sementara itu, Kecamatan Sembilan Koto masih menjadi satu-satunya wilayah yang belum melaporkan persoalan serupa.

Menghadapi kondisi tersebut, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani langsung menggerakkan Satgas Penanganan Kemarau. Tim tersebut menjalankan pemantauan wilayah, mengatur distribusi air bersih, serta membantu kebutuhan air untuk lahan pertanian.

Pemkab Dharmasraya Percepat Pengiriman Air

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mulai mengirimkan air bersih ke sejumlah wilayah sejak beberapa hari terakhir. Petugas lebih dulu menyasar Gunung Selasih, Pulau Punjung, dan Koto Gadang.

Kemudian, pada Jumat (11/9/2026), pemerintah kembali mengirimkan air ke Ampang Kuranji, Taratak Tinggi, dan Sikabau. Langkah tersebut terus berlanjut ke wilayah lain yang mengalami kekurangan pasokan air.

Petugas juga menjangkau Koto Ranah, Koto Laweh, Siguntur, Sungai Duo, Tabek Koto Gadang, Koto Baru, Tebing Tinggi, Panyubarangan, dan Kurnia Selatan.

Selain itu, distribusi mencakup Batu Rijal, Gunung Medan, Ranah Palabi, Koto Tuo Siguntur, serta Sungai Kambut.

Dengan pola tersebut, pemerintah dapat mengarahkan bantuan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Karena itu, pemantauan lapangan menjadi bagian penting dalam menentukan tujuan armada tangki.

Puluhan Armada Perkuat Pasokan Air

Pemkab Dharmasraya juga menambah kekuatan distribusi melalui armada mobil tangki. Pemerintah mulai mengerahkan armada tersebut pada Jumat (11/9) untuk memenuhi kebutuhan warga di wilayah yang mengalami kekurangan air.

Bupati Annisa menjelaskan bahwa Pemkab Dharmasraya memiliki empat unit mobil tangki. Selanjutnya, balai menyiapkan 10 unit, sedangkan pemerintah provinsi menyediakan dua unit.

Baca Juga :  Bupati Annisa Gaet ITB, Putra-Putri Dharmasraya Berpeluang Kuliah Lewat Program Afirmasi dan Proyek Strategis Daerah

“Untuk sementara ada empat unit mobil tangki dari Pemda, 10 unit dari balai dan dua unit dari provinsi yang akan dikerahkan untuk membantu distribusi air kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan tambahan armada itu, pemerintah dapat memperluas jangkauan pengiriman air. Selain itu, koordinasi antar lembaga memungkinkan petugas bergerak lebih cepat ketika warga membutuhkan pasokan tambahan.

BPBD Pantau Kondisi Warga Setiap Hari

Di tengah kondisi kemarau, Bupati Annisa meminta BPBD dan perangkat daerah terkait melakukan pendataan setiap hari. Pemerintah membutuhkan data terbaru untuk mengetahui perubahan kondisi di setiap wilayah.

Melalui pendataan tersebut, petugas dapat mencatat kebutuhan air secara lebih terukur. Selanjutnya, pemerintah dapat menentukan wilayah prioritas dan mengatur pergerakan armada berdasarkan kondisi lapangan.

Langkah itu juga membantu pemerintah melihat perkembangan kekeringan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, Pemkab Dharmasraya tidak hanya mengandalkan laporan awal, tetapi terus memperbarui informasi dari lapangan.

Pemkab Siapkan Sumber Air Alternatif

Selain mengirimkan air melalui mobil tangki, Pemkab Dharmasraya menyiapkan solusi jangka lebih panjang. Pemerintah kini berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membangun sumur bor pada wilayah yang membutuhkan sumber air.

Pembangunan sumur bor dapat membantu masyarakat memperoleh sumber air yang lebih dekat. Namun, pemerintah tetap menjalankan distribusi menggunakan mobil tangki selama kebutuhan mendesak masih muncul.

Dengan demikian, pemerintah menjalankan dua pendekatan sekaligus. Distribusi tangki menjawab kebutuhan dalam waktu cepat, sedangkan sumur bor dapat membantu menyediakan sumber air untuk kebutuhan berikutnya.

Perusahaan Ikut Didorong Bantu Distribusi

Pemkab Dharmasraya juga membuka komunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk mendapatkan tambahan armada mobil tangki. Pemerintah membutuhkan dukungan tersebut untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  DCL 2026: 11 Tim Sudah Lolos, Lima Tiket Babak 16 Besar Masih Diperebutkan

Apalagi, jumlah wilayah terdampak cukup luas. Karena itu, pemerintah membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar distribusi air tidak hanya mengandalkan armada milik pemerintah daerah dan instansi terkait.

Bupati Annisa juga mengajak Forkopimda memperkuat koordinasi. Menurutnya, seluruh unsur daerah perlu bergerak bersama menghadapi dampak kemarau.

“Kolaborasi penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah Fokus Jaga Kebutuhan Dasar Warga

Kekeringan yang menjangkau 106 jorong membuat kebutuhan air bersih menjadi perhatian utama Pemkab Dharmasraya. Pemerintah pun menggabungkan pendataan, distribusi air, penambahan armada, serta pencarian sumber air alternatif.

Sementara itu, Satgas Penanganan Kemarau terus mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Pemerintah juga dapat menyesuaikan distribusi apabila jumlah wilayah terdampak mengalami perubahan.

FAQ

Berapa jorong yang mengalami kekeringan di Dharmasraya?

Data Dinas Komunikasi dan Informatika mencatat 106 jorong di 25 nagari dan 10 kecamatan mengalami kekeringan serta krisis air bersih.

Berapa jumlah warga yang terdampak?

Kekeringan berdampak terhadap sekitar 13.554 kepala keluarga di Kabupaten Dharmasraya.

Kecamatan mana yang belum mengalami dampak kekeringan?

Kecamatan Sembilan Koto menjadi satu-satunya kecamatan yang belum melaporkan wilayah terdampak kekeringan dan krisis air bersih.

Apa langkah Pemkab Dharmasraya menghadapi kemarau?

Pemkab membentuk Satgas Penanganan Kemarau, mengirim air bersih, mengerahkan mobil tangki, melakukan pendataan harian, serta menyiapkan pembangunan sumur bor.

Berapa jumlah mobil tangki yang pemerintah siapkan?

Pemkab menyiapkan empat unit, balai menyediakan 10 unit, dan pemerintah provinsi menyiapkan dua unit. Total dukungan sementara mencapai 16 unit mobil tangki.

Apakah pemerintah menyiapkan solusi selain distribusi air?

Ya. Pemkab Dharmasraya berkoordinasi dengan BNPB untuk membangun sumur bor di wilayah yang membutuhkan sumber air.(Tim)

Berita Terkait

Petani Dharmasraya Bidik Pasar MBG, Bupati Annisa Salurkan 12,3 Ton Benih Jagung
Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya
Bupati Annisa Perluas Bantuan Gizi Ibu, 1.469 Warga Dharmasraya Masuk Program
Hadapi Kabut Asap dan Kekeringan, Bupati Annisa Ajak Warga Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa
Empat Dekade Menanti, Jalan Tarantang Dharmasraya Akhirnya Beraspal di Era Bupati Annisa
Bupati Annisa Temukan Sawit di Lahan Bekas Karhutla Bukit Lantak Dharmasraya, Polisi Selidiki
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Kabut Asap Ancam Kesehatan Siswa, 15 Puskesmas Dharmasraya Turun Tangan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Ratusan Siswa Dharmasraya Terima Beasiswa, Ini Sederet Prestasinya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Bupati Annisa Perluas Bantuan Gizi Ibu, 1.469 Warga Dharmasraya Masuk Program

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Hadapi Kabut Asap dan Kekeringan, Bupati Annisa Ajak Warga Dharmasraya Gelar Shalat Istisqa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Empat Dekade Menanti, Jalan Tarantang Dharmasraya Akhirnya Beraspal di Era Bupati Annisa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Bupati Annisa Temukan Sawit di Lahan Bekas Karhutla Bukit Lantak Dharmasraya, Polisi Selidiki

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Dari MoU hingga Bantuan Pupuk, Azhar Hamzah Dorong Kemajuan Petani

Sabtu, 31 Okt 2026 - 14:35 WIB