Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

PADANG –  Belanja modal Sumbar 2026

 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menggenjot anggaran pembangunan dalam rancangan Perubahan APBD 2026. Pemprov menaikkan belanja modal hingga Rp941,94 miliar atau hampir dua kali lipat dari alokasi awal.

Kenaikan belanja modal menjadi salah satu sorotan dalam rancangan perubahan anggaran tahun ini. Pemprov Sumbar ingin mengarahkan tambahan anggaran untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan penguatan aktivitas ekonomi daerah.

Pada saat yang sama, Pemprov Sumbar juga menaikkan target pendapatan daerah. Pemerintah menargetkan pendapatan mencapai Rp6,61 triliun lebih atau bertambah Rp315,84 miliar dari target awal.

Belanja Daerah Naik Rp570 Miliar

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Sumbar di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Jumat (4/9/2026).

Dalam rancangan tersebut, Pemprov Sumbar menaikkan belanja daerah dari Rp6,40 triliun menjadi Rp6,97 triliun lebih. Dengan demikian, ruang belanja bertambah sekitar Rp570,01 miliar.

Pemprov kemudian mengarahkan sebagian tambahan anggaran tersebut ke belanja modal. Pos ini naik dari Rp471,12 miliar menjadi Rp941,94 miliar.

Artinya, belanja modal tumbuh 99,94 persen. Pemerintah ingin tambahan anggaran itu memperkuat pembangunan fisik dan infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Pemprov mengalokasikan belanja operasi sebesar Rp4,87 triliun. Pemerintah juga menyiapkan belanja transfer sebesar Rp1,13 triliun.

Pendapatan Daerah Capai Rp6,61 Triliun

Dari sisi pendapatan, Pemprov Sumbar menaikkan target dari Rp6,29 triliun lebih menjadi Rp6,61 triliun lebih.

Kenaikan tersebut mencapai Rp315,84 miliar atau 5,02 persen. Pertumbuhan pendapatan memberi ruang tambahan bagi pemerintah untuk menjalankan program pembangunan sepanjang 2026.

Namun, Pemprov tetap harus menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja. Karena itu, pemerintah bersama DPRD akan membahas seluruh komponen anggaran sebelum mengambil keputusan akhir.

Baca Juga :  Arab Saudi Turun Tangan, Sumbar Kini Punya Harapan Baru untuk Selamatkan Ribuan Anak dengan Kelainan Jantung

Mahyeldi mengatakan penyusunan Perubahan APBD 2026 mengikuti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2025. Pemprov juga mengacu pada KUA dan Perubahan PPAS yang pemerintah dan DPRD sepakati pada 14 Agustus 2026.

“Perubahan APBD ini kita susun dengan mempertimbangkan berbagai dinamika yang terjadi sepanjang tahun, sehingga kebijakan anggaran dapat tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan,” ujar Mahyeldi.

Pemulihan Ekonomi Jadi Fokus

Sementara itu, Pemprov Sumbar melihat perbaikan pertumbuhan ekonomi sebagai momentum untuk memperkuat belanja pembangunan.

Mahyeldi menyebut ekonomi Sumbar mulai pulih setelah bencana alam pada akhir 2025 memberikan tekanan terhadap aktivitas ekonomi daerah.

Pada triwulan I 2026, ekonomi Sumbar tumbuh 5,02 persen secara tahunan. Angka tersebut meningkat dari pertumbuhan triwulan IV 2025 yang mencapai 1,89 persen.

Seiring dengan itu, aktivitas perdagangan, akomodasi, makanan dan minuman, serta investasi mulai kembali bergerak.

Pemprov tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi Sumbar sebesar 5,70 persen sepanjang 2026. Untuk mengejar target itu, pemerintah akan memperkuat stimulus fiskal dan mempercepat program serta proyek strategis daerah.

“Pemulihan ekonomi ini harus kita jaga momentumnya. Karena itu, APBD harus mampu menjadi instrumen untuk mendorong aktivitas ekonomi, mempercepat pembangunan dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,” katanya.

SiLPA Tambah Ruang Pembiayaan

Selain menaikkan pendapatan dan belanja, Pemprov Sumbar juga menyiapkan pembiayaan neto sebesar Rp192,66 miliar.

Pemerintah memperkirakan penerimaan pembiayaan dari SiLPA tahun sebelumnya mencapai Rp284,66 miliar. Selanjutnya, Pemprov menyiapkan pengeluaran pembiayaan Rp92 miliar untuk penyertaan modal daerah.

Dengan skema tersebut, pemerintah memiliki tambahan ruang untuk menjaga kesinambungan pembiayaan dalam Perubahan APBD 2026.

Meski demikian, Pemprov masih perlu menyelaraskan seluruh komponen pendapatan, belanja, dan pembiayaan melalui pembahasan bersama DPRD.

Baca Juga :  Kuranji Mulai Bangkit dari Banjir, Mahyeldi Kerahkan 3 Alat Berat Percepat Perbaikan Tanggul Batang Guo

Pemprov dan DPRD Bahas APBD agar Berimbang

Dalam rancangan awal, struktur perubahan APBD masih menyisakan selisih. Karena itu, Pemprov Sumbar dan DPRD akan mencari solusi agar seluruh komponen anggaran menghasilkan struktur yang berimbang.

Pemerintah menargetkan pembahasan tersebut selesai sebelum Ranperda Perubahan APBD 2026 mendapat persetujuan.

Mahyeldi berharap pembahasan bersama DPRD menghasilkan keputusan yang menjaga kesehatan fiskal sekaligus memberi ruang lebih besar bagi pembangunan.

“Kita berharap melalui pembahasan bersama DPRD dapat ditemukan solusi terbaik sehingga struktur APBD perubahan nantinya benar-benar berimbang, sesuai ketentuan, dan tetap mampu menjawab kebutuhan pembangunan serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Sumatera Barat,” kata Mahyeldi.

FAQ

Berapa pendapatan Sumbar dalam rancangan Perubahan APBD 2026?

Pemprov Sumbar menargetkan pendapatan daerah mencapai Rp6,61 triliun lebih. Target tersebut naik Rp315,84 miliar atau 5,02 persen dari APBD awal.

Berapa total belanja daerah?

Pemprov Sumbar mengusulkan belanja daerah sebesar Rp6,97 triliun lebih. Nilai tersebut naik sekitar Rp570,01 miliar dari APBD awal.

Berapa belanja modal Sumbar pada 2026?

Pemprov menaikkan belanja modal dari Rp471,12 miliar menjadi Rp941,94 miliar. Kenaikan tersebut mencapai 99,94 persen.

Apa tujuan kenaikan belanja modal?

Pemprov ingin menggunakan tambahan belanja modal untuk memperkuat pembangunan fisik, infrastruktur, pelayanan publik, dan pemulihan ekonomi daerah.

Berapa pembiayaan neto dalam perubahan APBD?

Pemprov Sumbar menyiapkan pembiayaan neto sebesar Rp192,66 miliar. Angka tersebut berasal dari penerimaan pembiayaan Rp284,66 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp92 miliar.

Kapan pembahasan Perubahan APBD 2026 selesai?

Pemprov menargetkan pembahasan bersama DPRD menghasilkan struktur APBD yang berimbang sebelum Ranperda Perubahan APBD 2026 mendapat persetujuan.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi
Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser
Kelangkaan Solar di Sumbar, Mahyeldi Bawa Keluhan Warga ke Danantara: Pertamina Segera Dipanggil
Bukan Sekadar Piala, Kafilah Sumbar Pulang ke BIM Bawa Rekor 3 Kali Juara Umum MTQ Korpri
2,1 Ton Rendang Sumbar Meluncur ke NTT, Bekal Pangan untuk Warga di Tengah Bencana
Bukan Sekadar Berebut Piala, Lomba Khutbah dan Azan di Padang Siapkan Khatib-Muazin Muda
Dari 367 Jadi 38, Kafilah Sumbar Berangkat ke Makassar Bawa Misi Pertahankan Juara Umum
Silokek Menuju UNESCO Global Geopark, Mahyeldi Ungkap 5 Fokus Utama
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:34 WIB

Mahyeldi Buka Suara soal Masa Depan Guru Sumbar: Kompetensi Harus Kuat, Profesi Wajib Dilindungi

Sabtu, 5 September 2026 - 18:59 WIB

Belanja Modal Sumbar Nyaris Rp1 Triliun, Perubahan APBD 2026 Buka Jalan Baru untuk Pembangunan

Jumat, 4 September 2026 - 14:00 WIB

Mahyeldi Pasang Alarm untuk Generasi Muda Sumbar: Kuasai AI, Jangan Biarkan Karakter Tergeser

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:07 WIB

Bukan Sekadar Piala, Kafilah Sumbar Pulang ke BIM Bawa Rekor 3 Kali Juara Umum MTQ Korpri

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:34 WIB

2,1 Ton Rendang Sumbar Meluncur ke NTT, Bekal Pangan untuk Warga di Tengah Bencana

Berita Terbaru