DHARMASRAYA – USR ke-10 Unbrah di Dharmasraya
Kehadiran mahasiswa Universitas Baiturrahmah (Unbrah) di tengah masyarakat Dharmasraya membawa semangat baru bagi penguatan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui University Social Responsibility (USR) ke-10, Unbrah mengajak mahasiswa menerapkan pengetahuan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.
Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, S.Pd., M.Si., turut meninjau rangkaian kegiatan USR tersebut di Nagari Tabek, Kecamatan [nama kecamatan belum tercantum], Selasa (25/08/2026). Ia melihat langsung berbagai aktivitas mahasiswa bersama masyarakat dalam program pengabdian tersebut.
Menurut Leli, kolaborasi antara Pemkab Dharmasraya dan Unbrah memiliki peluang besar untuk berkembang. Karena itu, ia mendorong kampus tersebut memperluas kegiatan KKN dan pengabdian agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak nagari di Dharmasraya.
Leli Dorong KKN Unbrah Menjangkau 52 Nagari
Leli mengapresiasi Rektor Unbrah, Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S., bersama seluruh jajaran kampus karena memilih Dharmasraya sebagai lokasi USR ke-10.
“Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor beserta seluruh jajaran Universitas Baiturrahmah yang telah hadir dan melaksanakan berbagai kegiatan bersama masyarakat. Semoga kerja sama ini terus terjalin dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Leli.
Lebih lanjut, Leli ingin kerja sama tersebut terus berjalan setelah USR tahun ini berakhir. Ia bahkan mendorong Unbrah mengirim mahasiswa untuk menjalankan KKN di Dharmasraya secara rutin.
“Harapan kami, setiap tahun Universitas Baiturrahmah dapat kembali mengirimkan mahasiswa untuk melaksanakan KKN di Dharmasraya. Kalau memungkinkan, kita ingin seluruh 52 nagari dapat tersentuh oleh kegiatan KKN dan pengabdian mahasiswa,” ungkapnya.
Selain itu, Leli menilai interaksi langsung mahasiswa dengan masyarakat memberikan nilai penting dalam kegiatan pengabdian. Mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tetapi juga belajar memahami kebutuhan warga melalui komunikasi dan kebersamaan.
Unbrah Ingin Mahasiswa Terapkan Ilmu di Masyarakat
Sementara itu, Rektor Unbrah Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S., menegaskan komitmen kampus untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Ia juga menjadikan USR sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menerapkan ilmu dari bangku kuliah.
“Kami ingin kehadiran Universitas Baiturrahmah tidak hanya dirasakan di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui USR ini, mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu sekaligus membangun kepedulian sosial,” ujarnya.
Karena itu, Unbrah mengisi USR ke-10 dengan sejumlah kegiatan yang menyentuh berbagai bidang. Rangkaian tersebut meliputi Subuh Mubarokah, gotong royong, pengabdian masyarakat, Baiturrahmah Festival, olahraga bersama, pelayanan kesehatan, serta Tabligh Akbar bersama Ustadz Ucay.
Edukasi Kesehatan hingga Literasi Keuangan
Tak hanya itu, mahasiswa dan civitas akademika Unbrah juga menggelar berbagai edukasi bagi masyarakat. Materinya mencakup pencegahan stunting, Bantuan Hidup Dasar dan penanganan choking, kesehatan mental, gizi, serta pergaulan sehat remaja.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menyentuh kebiasaan hidup sehat melalui program Sikat Gigi Massal. Mahasiswa kemudian memperluas edukasi melalui literasi keuangan, investasi, hingga digitalisasi UMKM.
FAQ
Apa itu USR Unbrah?
USR atau University Social Responsibility merupakan kegiatan pengabdian Universitas Baiturrahmah yang mengajak civitas akademika berkontribusi langsung kepada masyarakat.
Di mana Unbrah menggelar USR ke-10?
Unbrah menggelar rangkaian USR ke-10 di Nagari Tabek, Dharmasraya, pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Apa saja kegiatan USR ke-10 Unbrah?
Kegiatannya antara lain gotong royong, pelayanan kesehatan, olahraga bersama, pengabdian masyarakat, edukasi kesehatan, literasi keuangan, investasi, dan digitalisasi UMKM.
Apa harapan Pemkab Dharmasraya kepada Unbrah?
Pemkab Dharmasraya berharap Unbrah melanjutkan kolaborasi melalui KKN dan pengabdian masyarakat secara rutin hingga menjangkau seluruh 52 nagari.(Tim)








