SUNGAI PENUH – Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh mempercepat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dengan memperkuat sinergi bersama seluruh pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Melalui pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, dinas mendorong setiap PKBM agar meningkatkan kualitas layanan pendidikan non formal sekaligus memperluas akses pendidikan kesetaraan bagi masyarakat.
Selain mempererat koordinasi, pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk menyamakan langkah seluruh pengelola PKBM. Karena itu, Dinas Pendidikan mengajak setiap lembaga menerapkan tata kelola yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Tidak hanya membahas program kerja, forum tersebut juga menghasilkan berbagai masukan terkait tantangan yang muncul di lapangan. Selanjutnya, Dinas Pendidikan bersama seluruh pengelola PKBM menyusun langkah konkret agar setiap program berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Dinas Pendidikan Bahas Mutu Pembelajaran hingga Tata Kelola PKBM
Dalam pertemuan tersebut, peserta membahas sejumlah agenda prioritas. Dinas Pendidikan mengawali pembahasan dengan peningkatan mutu proses pembelajaran, kemudian melanjutkannya pada penguatan administrasi, pengelolaan data, pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan, serta pemenuhan sarana dan prasarana.
Selanjutnya, seluruh peserta menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan program pendidikan kesetaraan. Setelah itu, Dinas Pendidikan bersama pengelola PKBM merumuskan solusi melalui koordinasi yang lebih intensif dan kolaborasi yang berkelanjutan.
PKBM Berperan Penting Tangani Anak Tidak Sekolah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Bovi Handriyanto, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa PKBM memiliki posisi strategis dalam mendukung pemerataan layanan pendidikan.
“PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) merupakan salah satu mitra strategis Dinas Pendidikan dalam menangani Anak Tidak Sekolah (ATS).”
Bovi menjelaskan, PKBM membuka akses pendidikan kesetaraan bagi masyarakat yang belum pernah mengenyam pendidikan formal maupun bagi warga yang tidak melanjutkan sekolah. Dengan demikian, setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Selain itu, Bovi mengajak seluruh pengelola PKBM agar terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat tata kelola lembaga, serta membangun kolaborasi yang semakin erat dengan Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat pelaksanaan program wajib belajar sekaligus mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sungai Penuh.
Dinas Pendidikan Perkuat Pembinaan dan Pendampingan
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh menargetkan seluruh PKBM mampu menjalankan tugas dan fungsi secara profesional, akuntabel, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Melalui langkah tersebut, masyarakat dapat menikmati layanan pendidikan kesetaraan yang semakin berkualitas.
Untuk mendukung target itu, Dinas Pendidikan akan terus memberikan pembinaan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan. Dengan cara tersebut, dinas berharap kualitas pendidikan non formal di Kota Sungai Penuh terus meningkat dari waktu ke waktu.
Kolaborasi Jadi Kunci Peningkatan Pendidikan Non Formal
Dinas Pendidikan menilai keberhasilan pendidikan non formal tidak hanya bergantung pada pemerintah. Sebaliknya, keberhasilan program juga membutuhkan komitmen seluruh pengelola PKBM untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan menjaga tata kelola lembaga.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan PKBM diharapkan mampu memperluas akses pendidikan kesetaraan sekaligus menekan angka Anak Tidak Sekolah di Kota Sungai Penuh.
FAQ
Apa tujuan pertemuan Dinas Pendidikan dengan PKBM?
Pertemuan bertujuan memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pendidikan non formal, serta memperkuat peran PKBM dalam menangani Anak Tidak Sekolah (ATS).
Apa saja materi yang dibahas dalam pertemuan?
Peserta membahas peningkatan mutu pembelajaran, administrasi dan pengelolaan data, penggunaan Dana BOS, pemenuhan sarana dan prasarana, serta solusi atas berbagai kendala yang dihadapi PKBM.
Mengapa PKBM memiliki peran penting?
PKBM memberikan layanan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat yang belum mengakses atau tidak melanjutkan pendidikan formal sehingga kesempatan memperoleh pendidikan menjadi lebih merata.
Apa komitmen Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh?
Dinas Pendidikan berkomitmen memberikan pembinaan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan non formal.
Bagaimana peran PKBM dalam meningkatkan IPM?
PKBM membantu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Langkah tersebut mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Sungai Penuh.(Tim)








