Bupati Annisa Bawa Nama Dharmasraya ke Forum Nasional, Jadi Satu-satunya Kepala Daerah Luar Jawa yang Bicara Soal Layanan Kesehatan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani membawa nama daerah ke panggung nasional saat mengikuti sesi Leaders Talk Leimena Conference 2026 di Auditorium BRIN, Jakarta, Senin (27/72026) kemarin. Dalam forum yang digelar Kementerian Kesehatan RI itu, Annisa menjadi satu-satunya kepala daerah dari luar Pulau Jawa yang membagikan praktik baik penguatan layanan kesehatan primer.

Kesempatan tersebut sekaligus memperlihatkan pengakuan terhadap berbagai inovasi layanan kesehatan yang berkembang di Kabupaten Dharmasraya. Di hadapan para pemangku kebijakan, Annisa menjelaskan strategi pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan hingga menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

Selain memaparkan berbagai inovasi, Annisa juga mengajak pemerintah pusat memperkuat dukungan bagi daerah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga kesehatan, fasilitas, dan infrastruktur. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar transformasi layanan kesehatan primer berjalan merata di seluruh Indonesia.

Forum Nasional Bahas Masa Depan Layanan Kesehatan

Dalam sesi diskusi, Annisa tampil bersama Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP., serta Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Daerah Khusus Jakarta Ali Maulana Hakim yang mewakili Gubernur Jakarta Pramono Anung.

Mengawali pemaparannya, Annisa menegaskan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik, kebutuhan, dan tantangan yang berbeda. Oleh sebab itu, pemerintah daerah perlu menyesuaikan strategi penguatan layanan kesehatan primer dengan kondisi wilayah masing-masing.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Dharmasraya menghadapi tantangan berupa keterbatasan tenaga kesehatan, minimnya dokter spesialis, luasnya wilayah pelayanan, fasilitas kesehatan yang belum merata, serta rendahnya literasi kesehatan masyarakat.

Ubah Strategi agar Layanan Semakin Dekat

Karena berbagai tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memilih strategi yang lebih dekat dengan masyarakat. Pemerintah memperkuat fungsi Puskesmas Pembantu (Pustu) sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Warga Kaget Sejumlah SPBU di Daerah Ini Tak Lagi Jual Pertalite, Pertamina Ungkap Alasannya

Selanjutnya, pemerintah menghadirkan inovasi LADO KUTU (Layanan Dokter ke Pustu). Melalui program ini, dokter mendatangi pustu secara berkala sehingga masyarakat lebih mudah memperoleh pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta deteksi dini berbagai penyakit.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak lagi bergantung sepenuhnya pada rumah sakit atau puskesmas induk untuk memperoleh layanan dasar.

Bidan, Perawat, dan Kader Menjadi Garda Terdepan

Di sisi lain, Annisa menilai keberhasilan Integrasi Layanan Primer (ILP) sangat bergantung pada peran bidan wilayah, perawat, dan kader kesehatan.

Mereka secara aktif mengunjungi rumah warga, memberikan edukasi kesehatan, mendampingi keluarga, serta melaksanakan skrining awal bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit.

Menurut Annisa, pemerintah juga harus melengkapi tenaga kesehatan dengan alat skrining yang memadai agar mereka dapat bekerja lebih optimal saat turun ke lapangan.

Selain itu, pemerintah perlu meningkatkan kapasitas sekaligus kesejahteraan kader kesehatan karena mereka berperan sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat masyarakat.

Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan

Annisa menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengintegrasikan bantuan permakanan bagi ibu hamil dengan pemeriksaan rutin di Posyandu.

Melalui kebijakan tersebut, tenaga kesehatan dapat menyalurkan bantuan gizi sekaligus memantau kondisi ibu dan anak secara berkala. Dengan cara itu, petugas lebih cepat menemukan risiko stunting dan segera memberikan pendampingan yang diperlukan.

Menurutnya, langkah promotif dan preventif harus berjalan seiring dengan pelayanan kuratif agar kualitas kesehatan masyarakat terus meningkat.

Baca Juga :  OJK Cabut Izin, BPR Koperindo Jaya Jakarta Resmi Tutup

Dorong Integrasi Sistem Informasi Kesehatan

Selain memperkuat pelayanan di lapangan, Annisa juga mendorong integrasi sistem informasi kesehatan.

Ia berharap pemerintah menggabungkan berbagai aplikasi layanan kesehatan dalam satu sistem sehingga tenaga kesehatan lebih mudah melakukan pencatatan, pemantauan, dan pelaporan.

Lebih lanjut, integrasi tersebut juga dapat mengurangi beban administrasi, terutama bagi daerah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan internet.

Harap Pemerintah Pusat Perkuat Dukungan

Menutup pemaparannya, Annisa meminta pemerintah pusat terus memperluas dukungan bagi daerah yang memiliki keterbatasan sumber daya. Menurutnya, dukungan tersebut akan mempercepat pemerataan transformasi layanan kesehatan primer di seluruh Indonesia.

“Kami yang kecil-kecil di ujung ini berharap mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintah pusat, sehingga tidak semakin tertinggal dan masyarakat kami dapat menikmati pelayanan kesehatan yang setara dengan daerah-daerah lainnya,” ujar Annisa.

FAQ

Mengapa Bupati Annisa tampil di Leimena Conference 2026?

Kementerian Kesehatan RI mengundang Bupati Annisa sebagai pembicara karena Dharmasraya memiliki sejumlah inovasi dalam penguatan layanan kesehatan primer.

Apa yang membuat kehadiran Bupati Annisa istimewa?

Annisa menjadi satu-satunya kepala daerah dari luar Pulau Jawa yang berbagi praktik baik dalam forum nasional tersebut.

Apa itu program LADO KUTU?

LADO KUTU atau Layanan Dokter ke Pustu merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya yang menghadirkan dokter secara berkala ke Puskesmas Pembantu agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan.

Apa fokus utama yang disampaikan Bupati Annisa?

Annisa menekankan pentingnya memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan peran tenaga kesehatan, mempercepat pencegahan stunting, serta mengintegrasikan sistem informasi kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.(Tim)

Berita Terkait

Mahyeldi Soroti Mutu Layanan RSUD Mohammad Natsir, Akreditasi Paripurna Jadi Target
Dinkes Sarolangun Datang ke Sungai Penuh, ILP dan RME Jadi Perhatian
Ada Rekomendasi BPK, Tunjangan Nakes RSUD Mayjen Thalib Tunggu Perwako
Sebutir Telur hingga Seribu Rupiah, Gerakan 3S Pemkot Sungai Penuh Sasar Balita Stunting
BNI Sungai Penuh Bantu Balita Berisiko Stunting, Azhar Soroti Kekuatan Kolaborasi
Mahyeldi Gandeng FKUI, Peluang Dokter dan Spesialis Sumbar Naik Level Kian Terbuka
Sungai Penuh Punya Cara Jaga Anak dari Stunting, Capaian Imunisasi Jadi Sorotan Bappenas
Bukan Sekadar Alat Canggih, Mahyeldi Ungkap Kunci Rumah Sakit Sumatera Barat Jadi Pilihan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Mahyeldi Soroti Mutu Layanan RSUD Mohammad Natsir, Akreditasi Paripurna Jadi Target

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Dinkes Sarolangun Datang ke Sungai Penuh, ILP dan RME Jadi Perhatian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Ada Rekomendasi BPK, Tunjangan Nakes RSUD Mayjen Thalib Tunggu Perwako

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Sebutir Telur hingga Seribu Rupiah, Gerakan 3S Pemkot Sungai Penuh Sasar Balita Stunting

Selasa, 29 September 2026 - 12:14 WIB

BNI Sungai Penuh Bantu Balita Berisiko Stunting, Azhar Soroti Kekuatan Kolaborasi

Berita Terbaru

Oplus_0

Sungai Penuh

Azhar Hamzah Hadiri HUT Muara Jambi, Ini Harapan Wawako Sungai Penuh

Selasa, 27 Okt 2026 - 19:00 WIB

Oplus_0

Pesisir Selatan

Dua ASN Kominfo Pessel Promosi, Ini Jabatan Baru Yendi dan Silfia

Selasa, 27 Okt 2026 - 13:17 WIB