Harga TBS Sawit Jambi Tembus Rp3.303 per Kg, Sinyal Pasar Mulai Bergerak di Akhir Mei 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI – Pasar tandan buah segar (TBS) sawit di Jambi kembali menunjukkan pergerakan harga pada periode 29 Mei hingga 4 Juni 2026. Data yang dirilis menunjukkan harga tertinggi mencapai Rp3.303,32 per kilogram. Angka ini muncul di tengah dinamika pasar minyak sawit mentah (CPO) yang masih bergerak naik-turun di level regional.

Pergerakan harga tersebut langsung menjadi perhatian pelaku perkebunan, terutama petani plasma dan swadaya yang sangat bergantung pada stabilitas harga TBS sebagai sumber pendapatan utama.

Dorongan Permintaan dan Tekanan Pasar Global

Fluktuasi harga TBS di Jambi tidak berdiri sendiri. Pasar global CPO, kebijakan ekspor, hingga biaya produksi di tingkat pabrik kelapa sawit ikut memengaruhi pembentukan harga di daerah.

Selain itu, pelaku industri melihat permintaan dari pasar ekspor masih belum stabil sepenuhnya. Kondisi ini membuat harga TBS bergerak dalam rentang terbatas meski beberapa wilayah Indonesia mencatat kenaikan pada periode yang sama.

Di sisi lain, petani di lapangan tetap menghadapi tekanan biaya perawatan kebun yang cenderung naik, mulai dari pupuk hingga tenaga kerja panen.

Baca Juga :  Harga TBS Sawit Sumbar Turun Lagi, Petani Tertekan di Tengah Gejolak CPO Global Periode II Juni 2026

Dampak Langsung ke Petani Sawit Jambi

Petani sawit di Jambi merasakan dampak langsung dari perubahan harga tersebut. Saat harga berada di kisaran Rp3.300 per kilogram, sebagian petani masih menganggap level itu cukup untuk menutup biaya operasional, meskipun margin keuntungan tidak terlalu besar.

Namun, ketika harga bergerak turun pada periode sebelumnya, banyak petani swadaya mengurangi intensitas pemupukan dan perawatan kebun. Kondisi ini berpotensi memengaruhi produktivitas dalam jangka menengah.

Karena itu, stabilitas harga menjadi isu utama yang terus petani suarakan kepada pemerintah daerah maupun pusat.

Tren Regional Masih Bervariasi

Jika melihat pergerakan di provinsi lain, harga TBS di Sumatera dan Kalimantan menunjukkan pola yang tidak seragam. Beberapa daerah mencatat kenaikan tipis, sementara wilayah lain justru mengalami koreksi harga.

Ketidakharmonisan ini memperlihatkan bahwa rantai pasok sawit nasional masih menghadapi tantangan dalam hal standardisasi harga dan efisiensi distribusi.

Harapan Petani terhadap Kebijakan Stabilitas Harga

Pelaku usaha sawit di tingkat akar rumput berharap pemerintah memperkuat mekanisme penetapan harga yang lebih transparan. Mereka juga meminta agar kebijakan ekspor tidak menekan harga di tingkat petani.

Baca Juga :  Rupiah Tergelincir, Dolar AS Tembus Rp17.172 di Awal Perdagangan 20 April 2026

Selain itu, petani mendorong peningkatan pengawasan terhadap pabrik kelapa sawit agar harga pembelian TBS tetap mengikuti acuan yang sudah ditetapkan.

FAQ

1. Berapa harga tertinggi TBS sawit Jambi periode 29 Mei – 4 Juni 2026?

Harga tertinggi mencapai Rp3.303,32 per kilogram.

2. Apa yang memengaruhi harga TBS sawit di Jambi?

Harga dipengaruhi oleh pasar CPO global, kebijakan ekspor, biaya produksi, dan permintaan industri.

3. Apakah harga TBS saat ini menguntungkan petani?

Sebagian petani masih mendapat margin, tetapi tingkat keuntungan tetap tergantung biaya operasional masing-masing kebun.

4. Mengapa harga TBS sering berubah?

Harga berubah mengikuti kondisi pasar global CPO dan kebijakan perdagangan minyak sawit.

5. Apa harapan petani sawit ke depan?

Petani berharap harga lebih stabil, transparan, dan sesuai dengan acuan pasar agar pendapatan lebih terjamin.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP
Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang
22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya
Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya
Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka
Investasi Bengkulu Tembus Rp2,85 Triliun, BRIEF 2026 Bidik Peluang Baru
HIPMI Sungai Penuh Bidik Peluang Ekonomi Baru, Ini Pesan Sekda Alpian
Helmi Hasan Soroti Kekompakan Bank Bengkulu, Dua Posisi Direksi Jadi Agenda RUPS
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Benahi Keuangan Koperasi Desa, Pemprov Bengkulu Latih 156 Bendahara KDKMP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Kuota BBM Pessel 2027 Mulai Dibahas, Pemkab Berharap Solar dan Pertalite Tak Berkurang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:19 WIB

22 Koperasi Desa Merah Putih Dharmasraya Siap Beroperasi, Ini Progres 12 Unit Lainnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:07 WIB

Pemprov Bengkulu Gas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih, Ini Fokus Utamanya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Pemkab Dharmasraya Rampungkan Lapak UMKM di Sungai Duo, Peluang Usaha Warga Terbuka

Berita Terbaru