Krisis Aluminium Hantam Jepang, Produksi Toyota Cs Terancam Lumpuh

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Jepang menghadapi tekanan besar di sektor otomotif akibat krisis pasokan aluminium global. Konflik di Iran memutus jalur pengiriman utama dari Timur Tengah dan langsung mengganggu rantai pasok industri.

Produsen mobil seperti Toyota Motor Corp dan Denso Corp mulai merasakan dampaknya. Industri otomotif Jepang selama ini bergantung hingga 70% pada impor aluminium dari kawasan Timur Tengah.

Kondisi tersebut mendorong lonjakan harga aluminium. Harga paduan logam ringan—yang banyak digunakan untuk komponen mesin hingga roda—melonjak sekitar 13% sejak konflik memanas pada akhir Februari.

Baca Juga :  Yaris TRD Sportivo 2021 Red Metallic Siap Dipinang, KM 48 Ribu dan Tangan Pertama

CEO Kato Light Metal Industry, Daiki Kato, menyebut situasi ini mulai mengganggu operasional industri. Ia menilai perusahaan akan segera menghadapi kesulitan dalam memproduksi suku cadang mobil jika pasokan tidak segera pulih.

“Kami harus lebih selektif dalam pengeluaran dan mulai menghemat energi,” ujarnya.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan Jepang kini berupaya mencari sumber pasokan alternatif. Namun, langkah ini tidak mudah karena kebutuhan aluminium untuk industri otomotif sangat besar dan rantai pasok global masih terganggu.

Baca Juga :  Kapal Malaysia Tembus Selat Hormuz, Bawa 1 Juta Barel Minyak di Tengah Krisis Global

Gangguan distribusi juga memperparah situasi. Konflik di Iran ikut menekan jalur strategis seperti Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur utama pengiriman energi dan bahan baku industri.

Jika kondisi ini terus berlanjut, produksi otomotif Jepang berpotensi menurun dalam waktu dekat. Dampaknya bisa meluas ke pasar global, mengingat Jepang merupakan salah satu produsen kendaraan terbesar di dunia.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Cuci Motor di Sungai Penuh Kini Pakai Air Mata Air, GEN Autocare Hadir dengan Cara Berbeda
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026
Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027
Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan
Prabowo Umumkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur, Petani Bakal Jadi Pengguna Pertama?
Ford Hadirkan Everest Platinum dan Tiga Ranger Baru, Bidik Pasar SUV serta Double Cabin Indonesia
Honda WN7 Mulai Dijual di Eropa, Moge Listrik Berjarak Tempuh 140 Km Siap Tantang Rival Premium
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 18:14 WIB

Cuci Motor di Sungai Penuh Kini Pakai Air Mata Air, GEN Autocare Hadir dengan Cara Berbeda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Industri Alas Kaki Indonesia Melaju 11,3 Persen, Ekspansi Besar Menanti di Semester II 2026

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027

Senin, 20 Juli 2026 - 04:50 WIB

Cruiser Tanpa Kopling? QJMotor SRV250 Punya Fitur AMT yang Bikin Macet Tak Lagi Melelahkan

Berita Terbaru

Pendidikan

Toni Indrayadi Jadi Profesor, KBRC: Semoga Makin Berdedikasi

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:54 WIB