Harga Emas Antam 20 April 2026 Stabil di Rp 2,9 Jutaan per Gram, Investor Pantau Tren Global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

JAKARTA – Harga emas batangan Antam pada Senin, 20 April 2026, bergerak stabil di kisaran Rp 2,9 jutaan per gram. Pergerakan ini mengikuti tren harga emas dunia yang masih fluktuatif serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Logam Mulia sebagai distributor resmi mencatat harga emas 1 gram berada di rentang sekitar Rp 2.888.000 hingga Rp 2.988.000. Pelaku pasar emas memantau pergerakan harga sejak awal pekan karena investor masih menunggu arah kebijakan suku bunga global.

Baca Juga :  Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku

Harga emas ukuran lain juga ikut menyesuaikan. Emas 0,5 gram tercatat berada di kisaran Rp 1,49 juta hingga Rp 1,54 juta. Sementara itu, emas 5 gram berada di sekitar Rp 14,2 juta dan emas 10 gram menembus sekitar Rp 28,3 juta.

Pelaku pasar mencatat harga emas sempat menguat pada Maret 2026 dan mendekati level Rp 3 juta per gram. Namun, tekanan dari penguatan dolar AS membuat harga kembali terkoreksi dan bergerak lebih stabil pada pertengahan April.

Baca Juga :  Harga Emas Hari Ini 5 Juni 2026: Antam, Pegadaian dan UBS Bertahan di Level Tinggi

Investor ritel masih menjadikan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Mereka cenderung membeli emas saat harga mengalami koreksi ringan.

Harga emas Antam biasanya bergerak setiap hari pada pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB. Perubahan harga mengikuti kondisi pasar internasional dan biaya produksi.

Pelaku pasar memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan. Mereka menyarankan investor untuk memantau pergerakan harga sebelum melakukan transaksi pembelian dalam jumlah besar.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Riau Tancap Gas Saat Ekonomi Global Bergejolak, Industri hingga Sawit Antar Pertumbuhan Tembus 4,89 Persen
Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027
Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah
Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya
Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028
Tarif AS untuk Indonesia Belum Pasti, Apindo Ungkap Dampak yang Lebih Berbahaya bagi Industri dan Investasi
Danantara Bersiap Kuasai Ekspor Sawit, POPSI Minta Pemerintah Buka Seluruh Data Sebelum Aturan Berlaku
PHE Tancap Gas Buru Cadangan Migas Baru, Joint Study Melonjak Jadi 12 Blok dan Ekspansi Tembus Malaysia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:00 WIB

Riau Tancap Gas Saat Ekonomi Global Bergejolak, Industri hingga Sawit Antar Pertumbuhan Tembus 4,89 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ekspor Tekstil Indonesia Bersiap Melesat, LPEI Bongkar Strategi Tembus Pertumbuhan 4 Persen hingga 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 07:59 WIB

Dedi Mulyadi Bongkar Kejanggalan Dana Migas ONWJ, Prabowo Janji Ubah Aturan agar Langsung Masuk Kas Daerah

Senin, 27 Juli 2026 - 14:34 WIB

Proyek Investasi Meledak, Uang yang Masuk ke Majalengka Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Proyek FPSO Bahtera Haluan Lestari Jadi Penggerak Baru Industri Migas, Produksi Perdana Ditargetkan 2028

Berita Terbaru