Wako Alfin Turun Tangan, Penataan Pasar Tanjung Bajure dan Parkir Kini Jadi Sorotan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh kembali menyoroti kondisi Pasar Tanjung Bajure. Kali ini, Wali Kota Sungai Penuh Alfin mengumpulkan tim terpadu untuk mengevaluasi penataan kawasan pasar sekaligus pengelolaan parkir.

Alfin memimpin rapat evaluasi di Rumah Dinas Wali Kota Sungai Penuh pada Selasa (11/8). Wakil Wali Kota Azhar Hamzah turut mendampingi Alfin bersama Tim Terpadu Penertiban dan Penataan Pedagang.

Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan yang muncul dalam aktivitas sehari-hari di Tanjung Bajure. Selain itu, tim juga mencari langkah yang dapat menjaga ketertiban pasar tanpa mengganggu kegiatan pedagang dan masyarakat.

Alfin Minta Tim Cari Solusi di Lapangan

Alfin meminta tim terpadu melihat persoalan Tanjung Bajure secara menyeluruh. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya menertibkan kawasan, tetapi juga perlu memahami kondisi pedagang dan masyarakat.

Karena itu, Alfin mendorong tim mengutamakan komunikasi saat menghadapi persoalan di lapangan. Pemerintah ingin setiap langkah penataan menghasilkan solusi yang bisa diterima berbagai pihak.

Pendekatan tersebut juga menjadi kunci untuk menjaga suasana pasar tetap kondusif. Dengan komunikasi yang baik, pemerintah dapat menjalankan penataan tanpa menimbulkan keresahan.

“Pemkot Sungai Penuh berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan mencari solusi terbaik terhadap persoalan penataan Pasar Tanjung Bajure dan parkir, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat,” sampainya Wako Alfin.

Baca Juga :  BBM Aman, Mudik Lancar! DPR RI & Pemda Turun Lapangan

Parkir Jadi Bagian Penting Penataan

Selain persoalan pedagang, rapat turut membahas pengelolaan parkir di kawasan Tanjung Bajure. Pemkot melihat penataan parkir sebagai bagian penting dalam menciptakan kawasan pasar yang nyaman.

Selanjutnya, tim terpadu akan mencermati kondisi parkir dan aktivitas masyarakat di sekitar pasar. Langkah tersebut penting agar kendaraan tidak mengganggu mobilitas warga maupun kegiatan perdagangan.

Dengan demikian, penataan pasar tidak hanya berfokus pada pedagang. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Pemkot Utamakan Pendekatan Humanis

Alfin menegaskan bahwa pemerintah akan mengedepankan pendekatan humanis dalam menyelesaikan persoalan Tanjung Bajure. Pemerintah ingin membangun komunikasi langsung dengan pedagang dan masyarakat.

Selain itu, pendekatan humanis dapat membantu pemerintah memahami persoalan yang muncul sebelum mengambil langkah. Dengan begitu, setiap keputusan dapat mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.

Pemerintah juga mengajak seluruh pihak ikut menjaga ketertiban kawasan. Pedagang, masyarakat, pengelola parkir, dan petugas perlu menjalankan peran masing-masing agar penataan berjalan lancar.

Tim Terpadu Lanjutkan Evaluasi

Setelah rapat, Tim Terpadu Penertiban dan Penataan Pedagang akan melanjutkan evaluasi sesuai kondisi Tanjung Bajure. Pemkot ingin hasil pembahasan menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar menjadi bahan rapat.

Baca Juga :  Sungai Penuh Raih WTP ke-14, Alfin Tekankan Perbaikan Tata Kelola dan Efisiensi Anggaran

Oleh sebab itu, pemerintah akan terus mencari solusi atas persoalan pasar dan parkir. Langkah tersebut sekaligus mendukung aktivitas perdagangan agar tetap berjalan dengan tertib.

Pada akhirnya, Pemkot Sungai Penuh menargetkan Tanjung Bajure menjadi kawasan perdagangan yang lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.

FAQ

Apa yang dievaluasi Pemkot Sungai Penuh?

Pemkot mengevaluasi penataan Pasar Tanjung Bajure, aktivitas pedagang, dan pengelolaan parkir.

Siapa yang memimpin rapat evaluasi?

Wali Kota Sungai Penuh Alfin memimpin rapat bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah dan Tim Terpadu Penertiban dan Penataan Pedagang.

Mengapa Pemkot memilih pendekatan humanis?

Pemkot ingin menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan solusi yang dapat diterima pedagang serta masyarakat.

Apakah pengelolaan parkir ikut menjadi perhatian?

Ya. Tim turut mengevaluasi pengelolaan parkir sebagai bagian dari penataan kawasan Tanjung Bajure.

Apa tujuan utama penataan Tanjung Bajure?

Pemkot ingin menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib dan nyaman sekaligus menjaga aktivitas perdagangan masyarakat.

Apa langkah Pemkot setelah evaluasi?

Tim terpadu akan melanjutkan evaluasi di lapangan dan mencari solusi atas persoalan penataan pasar serta parkir.(Tim)

Berita Terkait

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Ini Fokus Akses Keuangan Sungai Penuh
Hari Santri 2026 di Sungai Penuh, Hardizal Soroti Peran Santri untuk Masa Depan Bangsa
Hutri Randa Angkat Kedekatan Kerinci–Sungai Penuh, Festival Budaya Kerinci Jadi Momentum Kolaborasi
Asesmen JPT Sungai Penuh Berlanjut November, BKAD hingga Sekwan
8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, Bagaimana Nasib 1.513 Lainnya? BKPSDM Buka Suara
Desa Aur Duri Jalani Penilaian Anti Korupsi, Pemkot Sungai Penuh Bidik Perubahan Tata Kelola
Alfin Hadiri HUT ke-27 Tanjab Timur, Ini Harapan Besarnya untuk Kemajuan Daerah
Gelombang Kedua Rotasi Kepala Sekolah di Sungai Penuh, Kadisdik Ungkap Perkembangan Terbaru
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Ini Fokus Akses Keuangan Sungai Penuh

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Hari Santri 2026 di Sungai Penuh, Hardizal Soroti Peran Santri untuk Masa Depan Bangsa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Hutri Randa Angkat Kedekatan Kerinci–Sungai Penuh, Festival Budaya Kerinci Jadi Momentum Kolaborasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:01 WIB

8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, Bagaimana Nasib 1.513 Lainnya? BKPSDM Buka Suara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Desa Aur Duri Jalani Penilaian Anti Korupsi, Pemkot Sungai Penuh Bidik Perubahan Tata Kelola

Berita Terbaru