Jakarta – Sebuah konsep hunian unik hadir di Gopeng, Perak, Malaysia. Pengelola menjuluki tempat ini sebagai “rumah pensiun” bagi anak muda. Mereka menawarkan masa tinggal selama satu bulan bagi generasi muda yang ingin rehat dari tekanan hidup di kota.
Menariknya, hunian tersebut sudah habis pemesan untuk bulan pertama meski pengelola belum membuka operasional secara resmi. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap ruang istirahat yang tenang dan minim tekanan.
Konsep Istirahat Total Tanpa Tekanan
Pengelola mengusung suasana pedesaan yang asri dan jauh dari kebisingan kota. Mereka mematok biaya 2.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 8 juta per bulan. Dengan biaya itu, penghuni memperoleh kamar tinggal dan tiga kali makan setiap hari.
Lingkungan sekitar menghadirkan pepohonan dan ruang terbuka hijau. Suasana yang tenang membantu tamu merasa lebih rileks. Pengelola tidak menetapkan jadwal kegiatan wajib. Mereka juga tidak memasang target produktivitas harian serta tidak menerapkan aturan ketat.
Karena itu, para penghuni bisa mengatur waktu sesuai kebutuhan. Mereka dapat membaca buku, berjalan santai di alam, atau beristirahat tanpa gangguan.
Terinspirasi dari Usaha Keluarga
Seorang pemuda berusia 25 tahun menggagas tempat ini. Saat ini ia belum memiliki pekerjaan tetap. Ia tumbuh dalam keluarga yang mengelola panti jompo tradisional di Ipoh.
Namun, ia memilih jalur berbeda. Ia tidak melanjutkan usaha keluarga. Ia memanfaatkan lahan milik orang tuanya di Gopeng untuk menghadirkan konsep “pensiun” bagi generasi muda.
Menurutnya, anak muda juga membutuhkan ruang perawatan. Mereka memerlukan pemulihan mental akibat tekanan hidup modern, bukan perawatan fisik seperti lansia.
Jawaban atas Tekanan Hidup Perkotaan
Melalui konsep ini, ia ingin menghadirkan ruang pemulihan nonformal. Ia menyasar anak muda yang merasa lelah dengan tuntutan pekerjaan, kenaikan biaya hidup, dan persoalan hunian.
Kini, konsep tersebut menarik perhatian banyak kalangan. Fenomena ini menunjukkan perubahan cara pandang generasi muda terhadap kesehatan mental. Mereka mulai menempatkan istirahat panjang sebagai kebutuhan, bukan sekadar kemewahan.









