SUNGAI PENUH – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di beberapa titik pusat Kota Sungai Penuh menarik perhatian masyarakat. Banyak warga mendukung langkah ini untuk menjaga ketertiban dan keindahan kota, namun mereka berharap pemerintah tidak tebang pilih dalam menata kota.
Pentingnya Penataan PKL
Warga menilai penertiban PKL meningkatkan kenyamanan dan keteraturan kota. Mereka menekankan, penataan harus menyeluruh agar wajah kota tetap rapi tanpa mengabaikan masalah lain.
Masalah Parkir Liar
Masyarakat menyoroti parkir liar yang kerap terjadi di pusat kota. Kendaraan yang parkir di bahu maupun badan jalan mempersempit ruang lalu lintas dan memicu kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Seorang warga menambahkan, “Kalau PKL ditertibkan itu bagus untuk keindahan kota. Tapi parkir liar juga harus ditindak, karena sering membuat jalan jadi sempit dan macet, apalagi sore hari saat Ramadan.”
Dampak pada Aktivitas Masyarakat
Kondisi parkir yang tidak tertata terlihat jelas di pusat aktivitas perdagangan dan kuliner. Arus lalu lintas tersendat karena kendaraan berhenti sembarangan, terutama menjelang waktu berbuka puasa saat masyarakat memadati pusat kota untuk berbelanja takjil.
Harapan Warga
Warga berharap pemerintah menata kota secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada PKL. Mereka meminta penertiban parkir dan sistem lalu lintas dilakukan secara adil agar kota tetap nyaman dan tertib. “Kalau ingin kota benar-benar tertib dan nyaman, semua persoalan harus ditangani secara adil. Jangan sampai hanya satu sisi yang ditertibkan,” ujar seorang warga.
Secara keseluruhan, masyarakat menekankan penataan kota harus komprehensif untuk menjaga keindahan dan kenyamanan seluruh warga yang beraktivitas di pusat Kota Sungai Penuh.
Penulis : Idp
Editor : Ichwan Diaspora









