40 Warga Sungai Penuh Siap Jadi Garda Digital, Diskominfosta Bentuk KIM untuk Lawan Hoaks dan Dorong UMKM Desa

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat literasi digital masyarakat. Salah satu langkahnya, Diskominfosta Kota Sungai Penuh bersama Diskominfo Provinsi Jambi menggelar pembinaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) untuk melahirkan agen informasi yang mampu menyampaikan informasi akurat, menangkal hoaks, dan mempromosikan potensi desa.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Diskomifosta Kota Sungai Penuh, Jumat (24/7/2026), menghadirkan 40 peserta dari berbagai desa. Peserta terdiri atas unsur masyarakat dan calon pengurus KIM yang nantinya menghubungkan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Selain meningkatkan kemampuan literasi digital, kegiatan ini juga membekali peserta dengan strategi memanfaatkan media digital secara produktif. Dengan begitu, mereka dapat memperkenalkan produk unggulan desa, memperluas promosi UMKM, sekaligus menyebarluaskan informasi yang akurat kepada masyarakat.

Pemerintah Perkuat Peran KIM di Tingkat Desa

Diskominfo Provinsi Jambi dan Diskominfosta Kota Sungai Penuh mendorong masyarakat membentuk KIM di setiap desa. Komunitas ini menghimpun warga yang memiliki kepedulian terhadap penyebaran informasi dan pengembangan potensi daerah.

Selanjutnya, KIM menjalankan berbagai fungsi strategis. Anggota KIM menyampaikan informasi pembangunan, mengangkat potensi lokal, mengenalkan budaya daerah, mempromosikan produk UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan teknologi informasi.

Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan KIM menjadi mitra yang aktif dalam membangun komunikasi publik yang sehat dan terbuka.

Josrizal: KIM Harus Jadi Garda Terdepan Tangkal Hoaks

Kepala Diskominfosta Kota Sungai Penuh, H. Josrizal Helman, S.Si., Apt., menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Kepala Bidang Komunikasi Informasi, Heri Setiawan, SE., MM., turut mendampingi sekaligus menjelaskan peran strategis KIM di era digital.

Baca Juga :  Sekolah Sudah Dimulai, Kepastian Seragam Gratis di Sungai Penuh Masih Jadi Tanda Tanya

Dalam paparannya, Josrizal mengingatkan masyarakat agar selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

“KIM memiliki peran yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang benar, membangun literasi digital masyarakat, serta menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks. Melalui pembinaan ini, kami berharap lahir komunitas-komunitas informasi yang aktif, mandiri, dan mampu menjadi penghubung komunikasi yang efektif antara pemerintah dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Josrizal menjelaskan bahwa KIM membuka ruang komunikasi dua arah. Masyarakat dapat menyampaikan aspirasi, kebutuhan, maupun berbagai persoalan kepada pemerintah melalui komunitas tersebut. Oleh karena itu, pemerintah dapat merespons kebutuhan masyarakat secara lebih cepat dan tepat.

Media Digital Buka Peluang Promosi UMKM dan Budaya Lokal

Sementara itu, Heri Setiawan mengajak seluruh anggota KIM memanfaatkan media digital secara bijak, kreatif, dan produktif.

Menurutnya, anggota KIM tidak hanya menyebarluaskan informasi resmi pemerintah. Mereka juga dapat memperkenalkan budaya lokal, mengenalkan destinasi wisata, mempromosikan produk UMKM, serta membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran melalui platform digital.

Dengan cara tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh informasi yang benar, tetapi juga merasakan manfaat ekonomi dari perkembangan teknologi informasi.

Peserta Aktif Berdiskusi dan Berbagi Pengalaman

Selama pembinaan berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan mengenai pembentukan KIM, pengelolaan media informasi, strategi menghadapi hoaks, hingga cara membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.

Baca Juga :  Mudik Gratis Lebaran 2026 Resmi Dibuka di Jambi

Diskusi berlangsung dinamis karena peserta juga berbagi pengalaman terkait tantangan penyebaran informasi di lingkungan masing-masing. Melalui dialog tersebut, peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai peran KIM di tingkat desa.

KIM Diharapkan Menjadi Mitra Strategis Pemerintah

Pada akhir kegiatan, Diskominfo Provinsi Jambi bersama Diskominfosta Kota Sungai Penuh mengajak seluruh peserta mengembangkan KIM menjadi komunitas yang aktif, inovatif, dan mandiri.

Ke depan, pemerintah berharap KIM mampu memperkuat ekosistem informasi yang sehat, meningkatkan transparansi, memperluas promosi potensi desa dan UMKM, serta mendorong kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.

FAQ

Apa tujuan pembinaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM)?

Pemerintah menggelar pembinaan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, memperkuat kemampuan menangkal hoaks, serta mengoptimalkan promosi potensi desa dan UMKM melalui media digital.

Siapa yang mengikuti pembinaan KIM di Kota Sungai Penuh?

Sebanyak 40 peserta dari unsur masyarakat dan calon pengurus KIM berbagai desa mengikuti kegiatan tersebut.

Apa peran utama KIM?

KIM menyampaikan informasi yang akurat, membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, mempromosikan potensi desa, serta mendukung pengembangan UMKM.

Mengapa masyarakat perlu bergabung dalam KIM?

Melalui KIM, masyarakat dapat meningkatkan literasi digital, memperluas jejaring komunikasi, ikut menangkal hoaks, serta membantu mempromosikan potensi ekonomi dan budaya di daerahnya.

Bagaimana KIM membantu pengembangan UMKM?

Anggota KIM memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan produk unggulan, memperluas pemasaran, dan meningkatkan daya saing UMKM di tingkat lokal maupun regional.(Tim)

Berita Terkait

Dari Bibit Kopi hingga Kompos, Langkah Wako Alfin Menggerakkan Ekonomi Warga RKE
48 Medali Dibawa Pulang Atlet Sungai Penuh, Wako Alfin Siapkan Beasiswa dan Penghargaan
Komisi I DPRD Sungai Penuh Bongkar Titik Rawan Pilkades Serentak 2027, Ini yang Mulai Dipetakan
PBJT 10 Persen Bikin Komisi II DPRD Sungai Penuh Angkat Suara, Ini yang Mereka Soroti
Maulid Nabi 1448 H, Wako Alfin Soroti Akhlak Rasulullah sebagai Kunci Sungai Penuh Juara
Karhutla Masuk Radar Pemkot Sungai Penuh, Alfin Siapkan Langkah Antisipasi Bersama Forkopimda
Azhar Hamzah Bawa Pesan Penting dari Rakor ASN Jambi, Pelayanan Publik Sungai Penuh Jadi Fokus
Dari Cerita ke Rasa Ingin Tahu, Sri Kartini Alfin Ajak Anak PAUD Cintai Buku
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:04 WIB

Dari Bibit Kopi hingga Kompos, Langkah Wako Alfin Menggerakkan Ekonomi Warga RKE

Kamis, 10 September 2026 - 18:59 WIB

Komisi I DPRD Sungai Penuh Bongkar Titik Rawan Pilkades Serentak 2027, Ini yang Mulai Dipetakan

Kamis, 10 September 2026 - 07:00 WIB

PBJT 10 Persen Bikin Komisi II DPRD Sungai Penuh Angkat Suara, Ini yang Mereka Soroti

Rabu, 9 September 2026 - 08:44 WIB

Maulid Nabi 1448 H, Wako Alfin Soroti Akhlak Rasulullah sebagai Kunci Sungai Penuh Juara

Senin, 7 September 2026 - 17:00 WIB

Karhutla Masuk Radar Pemkot Sungai Penuh, Alfin Siapkan Langkah Antisipasi Bersama Forkopimda

Berita Terbaru

Dharmasraya

64 Hotspot Muncul, Dharmasraya Naikkan Karhutla ke Siaga Darurat

Jumat, 11 Sep 2026 - 16:39 WIB