BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu memperluas sasaran pembinaan keluarga melalui program Retreat Merah Putih Keluarga. Program baru ini mengajak pasangan suami istri memperkuat keharmonisan rumah tangga sekaligus menumbuhkan kehidupan keluarga yang religius.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meluncurkan program tersebut pada Ahad (4/10). Ia memilih rumah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bengkulu Aswandi di Kelurahan Lingkar Timur, Kota Bengkulu, sebagai lokasi peluncuran.
Langkah tersebut menandai perluasan program Retreat Merah Putih yang sebelumnya menyasar ASN laki-laki, ASN perempuan, dan pelajar. Kini, Helmi mengarahkan pembinaan itu kepada keluarga karena ia menilai rumah tangga memiliki peran penting dalam membentuk kehidupan masyarakat.
Helmi Ajak Keluarga Bangun Kehidupan Religius
Helmi mengatakan keluarga perlu membangun kebiasaan baik dari lingkungan rumah. Menurutnya, keluarga yang harmonis membutuhkan perhatian terhadap kehidupan keagamaan, bukan hanya kecukupan materi.
Karena itu, ia mengajak setiap keluarga menghidupkan amalan keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mendorong pasangan suami istri menjadikan rumah sebagai tempat tumbuhnya nilai-nilai kebaikan.
“Untuk membina keluarga yang harmonis, penting di setiap rumah kita hidupkan amalan sebagaimana amalan rumah Rasulullah Shallallāhu ‘alaihi wasallam,” kata Helmi.
Selanjutnya, Helmi menekankan bahwa kebahagiaan keluarga tidak bergantung sepenuhnya pada harta. Menurutnya, keluarga perlu membangun kebahagiaan melalui amalan yang mendapat rida Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Kebahagiaan tidak ditentukan oleh kebendaan-kebendaan di rumah, oleh harta benda, tapi oleh amalan-amalan yang diridai Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Retreat Merah Putih Perluas Sasaran
Sementara itu, Koordinator Tim Pengarah Retreat Merah Putih Ustaz Saeed Kamyabi menjelaskan perkembangan program tersebut.
Menurut Saeed, Retreat Merah Putih sebelumnya telah menjangkau beberapa kelompok masyarakat. Program itu mencakup ASN pria, ASN perempuan, dan pelajar.
Saeed menyebut program untuk ASN pria telah mencapai 38 angkatan. Kemudian, pembinaan bagi ASN perempuan telah mencapai 28 angkatan. Sementara itu, pelajar telah mengikuti program tersebut dalam sembilan angkatan.
“ASN pria sudah 38 angkatan, ASN perempuan 28 angkatan, pelajar 9 angkatan. Alhamdulillah, sekarang berkembang kepada suami istri dalam bentuk Retreat Merah Putih Keluarga,” kata Saeed.
Dengan demikian, Retreat Merah Putih kini memiliki sasaran yang lebih luas. Pemerintah tidak hanya mengajak individu mengikuti pembinaan, tetapi juga mendorong pasangan membangun kehidupan keluarga secara bersama.
Pasangan Suami Istri Jadi Fokus Baru
Perluasan program kepada pasangan suami istri membawa fokus baru dalam pembinaan masyarakat Bengkulu. Pasangan dapat mengikuti proses pembinaan dengan melihat persoalan keluarga dari sudut pandang bersama.
Selain itu, pendekatan tersebut dapat mendorong suami dan istri membangun komunikasi serta kebiasaan positif di rumah. Nilai keagamaan juga dapat menjadi bagian dari kehidupan keluarga sehari-hari.
Pada sisi lain, keluarga memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial. Kebiasaan yang tumbuh dalam rumah dapat memengaruhi cara anggota keluarga berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Karena itu, pemerintah melihat penguatan keluarga sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih religius, harmonis, dan sejahtera.
Sejalan dengan Visi Bengkulu
Saeed mengatakan pengembangan Retreat Merah Putih Keluarga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Pemerintah Provinsi Bengkulu membawa visi untuk membangun daerah yang maju, religius, sejahtera, dan berkelanjutan. Untuk mendukung visi tersebut, pemerintah perlu memperkuat keluarga sebagai salah satu unsur penting dalam kehidupan masyarakat.
Dengan pendekatan itu, Retreat Merah Putih Keluarga tidak hanya mengajak pasangan mengikuti kegiatan pembinaan. Program tersebut juga mendorong keluarga menerapkan nilai-nilai yang mereka peroleh dalam kehidupan sehari-hari.
Keluarga Jadi Fondasi Kehidupan Sosial
Pada akhirnya, pemerintah ingin menempatkan keluarga sebagai salah satu fondasi pembangunan sosial di Bengkulu.
Keluarga dapat membentuk kebiasaan, karakter, dan nilai kehidupan anggota rumah tangga. Oleh sebab itu, pembinaan keluarga memiliki ruang penting dalam upaya membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
Retreat Merah Putih Keluarga kemudian hadir sebagai pengembangan dari program yang sudah berjalan. Pemerintah berharap program ini dapat membantu pasangan suami istri memperkuat hubungan sekaligus meningkatkan kehidupan keagamaan dalam rumah.
FAQ
Apa itu Retreat Merah Putih Keluarga?
Retreat Merah Putih Keluarga merupakan pengembangan program Retreat Merah Putih yang menyasar pasangan suami istri. Program ini berfokus pada penguatan keharmonisan dan kehidupan religius keluarga.
Siapa yang meluncurkan Retreat Merah Putih Keluarga?
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan meluncurkan program tersebut pada Ahad (4/10) di rumah Kepala BPSDM Provinsi Bengkulu Aswandi, Kelurahan Lingkar Timur, Kota Bengkulu.
Mengapa Pemprov Bengkulu mengembangkan program untuk keluarga?
Pemprov Bengkulu melihat keluarga sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera. Karena itu, pemerintah memperluas pembinaan Retreat Merah Putih kepada pasangan suami istri.
Siapa saja yang mengikuti Retreat Merah Putih sebelumnya?
Program sebelumnya menyasar ASN pria, ASN perempuan, dan pelajar. Menurut Ustaz Saeed Kamyabi, ASN pria telah mengikuti 38 angkatan, ASN perempuan 28 angkatan, dan pelajar sembilan angkatan.
Apa pesan utama Helmi Hasan dalam peluncuran program?
Helmi Hasan mendorong keluarga menghidupkan amalan keagamaan di rumah. Ia juga menekankan bahwa kebahagiaan keluarga tidak hanya bergantung pada harta, tetapi juga pada amalan yang diridai Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Apa tujuan Retreat Merah Putih Keluarga?
Program ini bertujuan membantu pasangan suami istri memperkuat keharmonisan rumah tangga sekaligus menumbuhkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan keluarga.(Tim)









