Harga Batu Bara Naik Lagi ke US$132,05 per Ton

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Harga batu bara kembali menguat pada perdagangan Senin (13/4/2026). Harga komoditas ini naik 1,7% ke level US$132,05 per ton dan berhasil memutus tren penurunan selama tiga hari sebelumnya yang mencapai 7,9%.

Kenaikan harga energi global ikut mengangkat pasar batu bara. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,6% ke US$99,08 per barel, sementara Brent melesat 4,37% ke US$99,36 per barel. Harga gas Eropa juga naik 2,7%.

Kondisi geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas setelah kegagalan gencatan senjata ikut memicu kenaikan harga energi global. Pasar energi bergerak saling terhubung sehingga kenaikan minyak dan gas ikut mengangkat batu bara.

Baca Juga :  Iran Bersiap Masuk Era Baru, Investasi Rp5.310 Triliun Mengalir Usai Kesepakatan Damai dengan AS

Selain itu, pasar China ikut memberi dorongan. Trader di pelabuhan utama China aktif membeli batu bara untuk spekulasi jangka pendek dengan harapan harga terus naik. Namun, permintaan dari sektor pembangkit listrik masih lemah karena stok masih tinggi dan konsumsi listrik belum masuk fase puncak musiman.

Analis menilai reli harga saat ini belum kuat karena belum ditopang permintaan nyata dari pengguna akhir. Jika aktivitas pembelian spekulatif berhenti, harga berpotensi terkoreksi kembali.

Pasar juga menantikan musim panas di China yang biasanya meningkatkan penggunaan pendingin udara dan konsumsi listrik. Kondisi itu bisa mendorong utilitas kembali meningkatkan pembelian batu bara dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Gaji ke-13 Pensiunan ASN 2026 Cair Juni, Ini Jadwal dan Rincian Lengkap Penerima

Dari India, data menunjukkan impor batu bara turun 8,5% pada Februari menjadi 16,55 juta ton, dari sebelumnya 18,10 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan terjadi karena India memiliki stok domestik tinggi dan harga global yang masih mahal sehingga pembelian dari luar negeri berkurang.

Tingginya persediaan batu bara di dalam negeri membuat pembangkit listrik dan industri India tidak terlalu bergantung pada impor. Tren ini berpotensi berlanjut selama produsen lokal terus menekan kelebihan stok dan harga global tetap tinggi.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional
SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler
Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha
PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri
Bupati Annisa Bongkar Beban Fiskal Dharmasraya, Tambahan TKD 2027 Jadi Harapan
Ojol Bisa Punya Motor Listrik Tanpa DP, Bunga Cicilan Ikut Dipangkas Prabowo
Sawit Tua Mulai Ditebang, Harapan Baru Petani Dharmasraya Tumbuh dari PSR Tahap III
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Dari Stan AOE 2026, Yulian Efi Pacu Produk Solok Selatan Buru Pasar Nasional

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

SIMPEDA Nasional 2026 Guncang Bengkulu, Ungu Bikin Malam Puncak Makin Spektakuler

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Mian Buka Suara soal Masa Depan BPD: Bank Bengkulu Diminta Tancap Gas Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Bingung Urus OSS-RBA? BESAN ALIA DPMPTSP Dharmasraya Siap Bantu Pelaku Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

PEKA Bengkulu Buka Jalan Baru bagi Penerima Manfaat, Usaha Keluarga Didorong Makin Mandiri

Berita Terbaru