APBD Kerinci Diminta Hemat, OPD Malah Bertambah: Publik Soroti Langkah DPRD

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026 - 18:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

KERINCI – efisiensi APBD Kerinci dan penambahan OPD

 

Rencana penambahan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Kerinci kini memicu perhatian masyarakat. Publik melihat rencana tersebut berjalan bersamaan dengan agenda pemerintah daerah untuk menghemat belanja APBD.

Situasi itu kemudian membuka pertanyaan baru. Apakah Kerinci mampu menambah struktur birokrasi tanpa mengurangi ruang anggaran untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat?

Pertanyaan tersebut semakin mengemuka dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Ranperda itu memuat sejumlah rencana perubahan struktur organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Rencana OPD Baru Memicu Sorotan

Dalam rancangan tersebut, pemerintah mengusulkan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan sebagai OPD tersendiri.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan pemisahan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran. Nantinya, Satpol PP akan menjalankan organisasi sendiri, sedangkan urusan pemadam kebakaran dan penyelamatan akan masuk ke dinas tersendiri.

Rencana itu tentu tidak hanya mengubah susunan birokrasi. Pemerintah juga harus menyiapkan anggaran untuk menjalankan setiap organisasi setelah perubahan berlaku.

Karena itu, masyarakat ingin melihat perhitungan pemerintah secara terbuka. Mereka ingin mengetahui kebutuhan pegawai, kantor, kendaraan, peralatan, operasional, hingga belanja pendukung lainnya.

Efisiensi APBD Jadi Pertanyaan Utama

Pada saat yang sama, pemerintah daerah terus membawa agenda efisiensi anggaran. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin mempertanyakan alasan penambahan struktur OPD.

Jika pemerintah menambah organisasi, tentu muncul kebutuhan belanja baru. Karena itu, pemerintah dan DPRD Kerinci perlu menghitung seluruh konsekuensi fiskal sebelum mengambil keputusan.

Masyarakat juga ingin mengetahui apakah tambahan belanja tersebut akan mencapai puluhan miliar rupiah atau berada pada angka yang lebih rendah.

Tanpa perhitungan terbuka, publik akan kesulitan melihat hubungan antara penambahan OPD dan kemampuan keuangan daerah.

DPRD Kerinci Ikut Mendapat Sorotan

Sorotan masyarakat juga mengarah kepada DPRD Kerinci. Lembaga tersebut memiliki fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Baca Juga :  Kerinci Percepat Transformasi Digital

Karena itu, masyarakat berharap DPRD tidak hanya membahas struktur organisasi. DPRD juga perlu melihat kemampuan APBD serta dampak kebijakan tersebut terhadap program pembangunan.

“Kalau sekarang pemerintah sedang bicara efisiensi anggaran, kenapa justru OPD ditambah? Kalau memang harus dibentuk, masyarakat perlu tahu apa urgensinya dan berapa anggaran yang harus dikeluarkan,” ujar Devan salah seorang warga Kerinci.

Menurut masyarakat, DPRD perlu meminta penjelasan rinci mengenai urgensi setiap OPD baru. Selain itu, DPRD juga perlu memastikan pemerintah memiliki target kinerja yang jelas.

Jangan Sampai Struktur Bertambah, Pelayanan Tetap Sama

Pada prinsipnya, masyarakat tidak menolak penataan birokrasi. Namun, pemerintah harus menunjukkan manfaat nyata dari setiap perubahan organisasi.

Jika pemerintah menambah OPD, masyarakat tentu berharap pelayanan publik ikut meningkat. Pemerintah juga perlu menunjukkan indikator yang dapat mengukur keberhasilan perubahan tersebut.

Sebaliknya, apabila penambahan struktur hanya menghasilkan organisasi baru tanpa peningkatan pelayanan, kebijakan tersebut justru berpotensi memperbesar belanja rutin.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu membandingkan kebutuhan anggaran dengan manfaat yang akan masyarakat peroleh.

Anggaran Pembangunan Juga Perlu Mendapat Perhatian

Kerinci masih menghadapi banyak kebutuhan pembangunan. Masyarakat membutuhkan perbaikan jalan dan jembatan, peningkatan layanan kesehatan, penguatan pendidikan serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Selain itu, program pemberdayaan ekonomi juga membutuhkan dukungan anggaran. Pemerintah perlu memastikan penambahan belanja birokrasi tidak mengurangi ruang fiskal untuk program tersebut.

Dengan demikian, agenda efisiensi tidak berhenti sebagai slogan. Pemerintah harus menunjukkan keseimbangan antara kebutuhan organisasi dan kepentingan masyarakat.

Publik Minta Pemerintah Buka Hitungan

Masyarakat kini meminta Pemkab dan DPRD Kerinci membuka kajian pembentukan serta pemekaran OPD kepada publik.

Baca Juga :  Produksi Gula Tebu Kayu Aro Anjlok, Petani Beralih ke Kentang

Pertama, masyarakat ingin mengetahui total kebutuhan anggaran setiap OPD. Kedua, publik ingin mengetahui sumber pembiayaan yang akan pemerintah gunakan.

Selanjutnya, masyarakat juga membutuhkan informasi mengenai jumlah pegawai, kebutuhan fasilitas, biaya operasional dan target pelayanan masing-masing organisasi.

Transparansi tersebut akan membantu masyarakat memahami alasan pemerintah melakukan perubahan. Pada saat yang sama, keterbukaan anggaran juga dapat membantu DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara lebih kuat.

Efisiensi Harus Berjalan Sejalan dengan Penataan Birokrasi

Pemerintah memang perlu menata organisasi agar pelayanan berjalan efektif. Namun, pemerintah juga harus menjaga kemampuan APBD agar tetap sehat.

Karena itu, pembentukan OPD baru seharusnya mengikuti kebutuhan nyata daerah. Pemerintah juga perlu memastikan setiap rupiah belanja memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat.

FAQ

Mengapa rencana penambahan OPD Kerinci mendapat sorotan?

Masyarakat melihat rencana tersebut berjalan bersamaan dengan agenda efisiensi APBD. Karena itu, publik ingin mengetahui dampaknya terhadap kemampuan keuangan daerah.

OPD apa yang masuk dalam rencana perubahan?

Rencana tersebut mencakup Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan. Pemerintah juga merencanakan pemisahan Satpol PP dari urusan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Apakah penambahan OPD dapat meningkatkan belanja daerah?

Ya. Pemerintah perlu menyediakan pegawai, fasilitas, sarana kerja dan biaya operasional untuk menjalankan organisasi baru.

Apa yang masyarakat minta dari DPRD Kerinci?

Masyarakat meminta DPRD menguji urgensi, kebutuhan anggaran dan manfaat setiap perubahan struktur sebelum mengambil keputusan.

Apa yang perlu pemerintah buka kepada masyarakat?

Pemerintah perlu membuka kebutuhan anggaran, sumber pembiayaan, kebutuhan pegawai, fasilitas, biaya operasional serta target kinerja setiap OPD.

Apa persoalan utama dalam rencana tersebut?

Persoalan utamanya terletak pada keseimbangan antara kebutuhan penataan birokrasi, efisiensi APBD dan kebutuhan pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat.(Tim)

Berita Terkait

Kopi Kerinci Bisa Jadi Mesin Ekonomi Baru, Hutri Randa Soroti Nilai Tambah Petani
Kopi Kerinci Punya Jalan Baru, Alfin Soroti Peluang Ekonomi Petani hingga Pariwisata
Kerinci Mau Tambah OPD di Tengah Efisiensi, Anggaran Pembangunan Jadi Sorotan
Dua Jabatan Penting Kerinci Mulai Diperebutkan, Seleksi JPT Pratama 2026 Resmi Dibuka
AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Kapolres Kerinci, Tongkat Komando Resmi Beralih
Ada Dugaan Penyimpangan, LSM PELDAK Desak Audit Anggaran Makan Minum Pemkab Kerinci
Jalan Batu Kurik–Sekungkung Terus Terkikis, Warga Minta Pemprov Jambi Segera Turun
579 Pejabat Fungsional Kerinci Resmi Dapat Amanah, Pesan Tegas Bupati Monadi Jadi Sorotan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 05:59 WIB

Kopi Kerinci Bisa Jadi Mesin Ekonomi Baru, Hutri Randa Soroti Nilai Tambah Petani

Sabtu, 19 September 2026 - 19:09 WIB

Kopi Kerinci Punya Jalan Baru, Alfin Soroti Peluang Ekonomi Petani hingga Pariwisata

Sabtu, 19 September 2026 - 18:18 WIB

APBD Kerinci Diminta Hemat, OPD Malah Bertambah: Publik Soroti Langkah DPRD

Jumat, 18 September 2026 - 14:24 WIB

Kerinci Mau Tambah OPD di Tengah Efisiensi, Anggaran Pembangunan Jadi Sorotan

Rabu, 16 September 2026 - 11:30 WIB

Dua Jabatan Penting Kerinci Mulai Diperebutkan, Seleksi JPT Pratama 2026 Resmi Dibuka

Berita Terbaru