Dinkes Sarolangun Datang ke Sungai Penuh, ILP dan RME Jadi Perhatian

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

SUNGAI PENUH –  Dinkes Sarolangun pelajari ILP dan RME Sungai Penuh

 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sarolangun mempelajari pengembangan layanan kesehatan primer di Kota Sungai Penuh. Tim tersebut datang untuk melihat langsung strategi pemerintah daerah dalam menjalankan Integrasi Layanan Primer (ILP) sekaligus mengembangkan Rekam Medis Elektronik (RME).

Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh Alpian menerima rombongan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun dalam agenda studi banding di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (8/10/2026). Pertemuan itu menjadi ruang bagi kedua daerah untuk bertukar pengalaman dalam mengembangkan pelayanan kesehatan.

Selain berdiskusi di kantor wali kota, rombongan Sarolangun juga mengunjungi Puskesmas Kumun dan Puskesmas Sungai Penuh. Di dua fasilitas tersebut, mereka melihat langsung pelaksanaan ILP serta penggunaan RME dalam pelayanan kepada masyarakat.

Sungai Penuh Bagikan Pengalaman Pengembangan ILP

Dalam pertemuan tersebut, Sekda Alpian menyambut kedatangan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun. Ia menilai kunjungan itu dapat memperkuat pertukaran pengetahuan antara pemerintah daerah.

Menurut Alpian, setiap daerah menghadapi tantangan yang berbeda ketika meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Karena itu, pemerintah daerah perlu saling berbagi pengalaman untuk menemukan pola pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Selanjutnya, Alpian menjelaskan sejumlah langkah yang terus pemerintah Kota Sungai Penuh dorong dalam transformasi layanan kesehatan. Salah satunya melalui penerapan ILP pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain ILP, penggunaan RME juga menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Pemerintah Kota Sungai Penuh telah menggunakan sistem tersebut pada seluruh Puskesmas.

“Alhamdulillah, Rekam Medis Elektronik (RME) sudah diterapkan dan digunakan di seluruh Puskesmas di Kota Sungai Penuh. Ini merupakan bagian dari upaya kita meningkatkan efektivitas, efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Sekda Alpian.

Baca Juga :  Komisi I DPRD Sungai Penuh Bongkar Titik Rawan Pilkades Serentak 2027, Ini yang Mulai Dipetakan

RME Dorong Efisiensi Pelayanan Kesehatan

Menurut Alpian, pemanfaatan RME menjadi bagian penting dalam transformasi pelayanan kesehatan. Sistem tersebut membantu tenaga kesehatan mengelola informasi pasien secara lebih terintegrasi selama proses pelayanan.

Namun, transformasi layanan tidak hanya bergantung pada teknologi. Pemerintah juga membutuhkan tenaga kesehatan yang mampu menjalankan sistem sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, Alpian mendorong kerja sama antara tenaga kesehatan, perangkat daerah, fasilitas kesehatan, serta berbagai sektor yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Dengan sinergi tersebut, pemerintah berharap program kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga membantu pemerintah menjaga kesinambungan program kesehatan di tingkat daerah.

Capaian Kesehatan Jadi Dorongan

Alpian kemudian menyampaikan sejumlah capaian Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam sektor kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pada 2026, Kota Sungai Penuh meraih penghargaan Juara Satu Nasional sebagai daerah berprestasi dalam kategori percepatan penanganan stunting dan penurunan kemiskinan dari Kementerian Dalam Negeri.

Meski meraih penghargaan, Alpian mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar tidak berhenti melakukan pembenahan. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi dorongan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Penghargaan ini tentu menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja. Capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh tenaga kesehatan dan perangkat daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Dinkes Sarolangun Tinjau Dua Puskesmas

Setelah mengikuti pertemuan di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, rombongan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun melanjutkan agenda ke Puskesmas Kumun dan Puskesmas Sungai Penuh.

Di kedua Puskesmas tersebut, rombongan melihat proses pelayanan kesehatan sekaligus penggunaan RME. Mereka juga dapat berdiskusi langsung dengan tenaga kesehatan mengenai pengalaman menjalankan ILP di tingkat Puskesmas.

Baca Juga :  Maulid Nabi 1448 H, Wako Alfin Soroti Akhlak Rasulullah sebagai Kunci Sungai Penuh Juara

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto, S.K.M., M.M., turut mengikuti agenda tersebut. Dari Pemerintah Kota Sungai Penuh, Kepala Dinas Kesehatan Gunardi, S.K.M., M.M., hadir bersama jajaran kepala Puskesmas.

Para kepala Puskesmas dari Kabupaten Sarolangun dan seluruh kepala Puskesmas se-Kota Sungai Penuh juga mengikuti rangkaian kegiatan.

Melalui kunjungan ini, kedua daerah dapat memperkuat komunikasi sekaligus bertukar pengalaman dalam mengembangkan layanan kesehatan primer.

Lebih lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun dapat melihat pola pelayanan yang berjalan di Sungai Penuh. Selanjutnya, jajaran tersebut dapat menyesuaikan pengalaman itu dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sarolangun.

FAQ

Apa fokus studi banding Dinkes Sarolangun ke Sungai Penuh?

Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun mempelajari penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) serta penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) dalam pelayanan kesehatan di Kota Sungai Penuh.

Di mana rombongan Dinkes Sarolangun mengikuti agenda?

Rombongan mengikuti pertemuan di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh. Setelah itu, mereka mengunjungi Puskesmas Kumun dan Puskesmas Sungai Penuh.

Apakah seluruh Puskesmas di Sungai Penuh menggunakan RME?

Menurut Sekda Alpian, seluruh Puskesmas di Kota Sungai Penuh sudah menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME).

Mengapa Dinkes Sarolangun memilih Sungai Penuh sebagai lokasi studi banding?

Sungai Penuh menjadi lokasi kunjungan karena pemerintah daerah terus mengembangkan layanan kesehatan primer, termasuk penerapan ILP dan penggunaan RME pada Puskesmas.

Apa manfaat studi banding bagi kedua daerah?

Kegiatan tersebut membuka ruang pertukaran pengalaman. Dinkes Sarolangun dapat mempelajari praktik pelayanan di Sungai Penuh, sementara kedua daerah dapat memperkuat komunikasi dalam pengembangan layanan kesehatan primer.(Tim)

Berita Terkait

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Ini Fokus Akses Keuangan Sungai Penuh
Hari Santri 2026 di Sungai Penuh, Hardizal Soroti Peran Santri untuk Masa Depan Bangsa
Hutri Randa Angkat Kedekatan Kerinci–Sungai Penuh, Festival Budaya Kerinci Jadi Momentum Kolaborasi
Asesmen JPT Sungai Penuh Berlanjut November, BKAD hingga Sekwan
8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, Bagaimana Nasib 1.513 Lainnya? BKPSDM Buka Suara
Desa Aur Duri Jalani Penilaian Anti Korupsi, Pemkot Sungai Penuh Bidik Perubahan Tata Kelola
Alfin Hadiri HUT ke-27 Tanjab Timur, Ini Harapan Besarnya untuk Kemajuan Daerah
Gelombang Kedua Rotasi Kepala Sekolah di Sungai Penuh, Kadisdik Ungkap Perkembangan Terbaru
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Wawako Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Ini Fokus Akses Keuangan Sungai Penuh

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Hari Santri 2026 di Sungai Penuh, Hardizal Soroti Peran Santri untuk Masa Depan Bangsa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Hutri Randa Angkat Kedekatan Kerinci–Sungai Penuh, Festival Budaya Kerinci Jadi Momentum Kolaborasi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:01 WIB

8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, Bagaimana Nasib 1.513 Lainnya? BKPSDM Buka Suara

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Desa Aur Duri Jalani Penilaian Anti Korupsi, Pemkot Sungai Penuh Bidik Perubahan Tata Kelola

Berita Terbaru