Depati Parbo

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerinci – Depati Parbo tercatat dalam sejarah sebagai panglima adat yang memimpin perlawanan rakyat Kerinci terhadap ekspedisi kolonial Belanda pada awal abad ke-20.

Ia lahir di Kerinci pada 1839 dengan nama Mohammad Kasib. Sejak muda, ia mempelajari adat dan pendidikan agama. Karena itu, masyarakat Kerinci memberinya gelar Depati Parbo. Gelar tersebut mencerminkan kebijaksanaan dan kewibawaannya sebagai pemimpin adat.

Pimpin Perlawanan dari Manjuto

Pada 1900, Belanda mencoba memasuki wilayah Kerinci melalui jalur Muko-Muko, Provinsi Bengkulu. Menanggapi situasi itu, Mohammad Kasib segera menggalang kekuatan rakyat. Ia memimpin perlawanan untuk menjaga kedaulatan tanah kelahiran.

Selanjutnya, pertempuran besar pecah di Manjuto Lempur. Rakyat Kerinci melancarkan serangan sengit di bawah komandonya. Serangan tersebut membuat pasukan Belanda kewalahan. Pasukan kolonial juga mengalami kerugian besar.

Karena tekanan itu, Belanda menunda rencana ekspansi. Namun, pada 1903 mereka kembali melancarkan serangan besar melalui Ekspedisi Kerinci.

Baca Juga :  Imigrasi Kerinci Hadirkan Eazy Paspor

Kemudian, pertempuran meluas dari Renah Manjuto hingga Pulau Tengah. Masjid keramat di wilayah itu menjadi simbol keteguhan rakyat Kerinci. Warga bertahan selama berbulan-bulan menghadapi gempuran kolonial.

Ditangkap Lewat Siasat Perundingan

Di sisi lain, Belanda mengubah strategi. Mereka mengajak Depati Parbo berunding dengan alasan menghentikan pertumpahan darah. Namun, mereka justru menjadikan perundingan itu sebagai jebakan.

Dalam pertemuan tersebut, pasukan Belanda menangkap sang panglima. Setelah itu, mereka mengasingkannya ke Ternate di wilayah Maluku Utara.

Selama masa pengasingan, ia menjalani hidup selama 25 tahun. Meski jauh dari tanah kelahiran, ia tetap menjaga martabat sebagai pejuang.

Pulang sebagai Pahlawan

Seiring waktu, situasi Kerinci mulai stabil. Para kepala mendapo kemudian mengajukan permohonan agar Depati Parbo kembali ke tanah leluhur.

Baca Juga :  Objek Wisata Kerinci: Selama Libur Lebaran Dikelola Pihak Ketiga

Akhirnya, pada 1927 ia pulang ke Kerinci. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1929, ia wafat pada usia 90 tahun. Keluarga dan masyarakat memakamkannya di Dusun Lolo. Tempat itu pernah ia pertahankan dengan penuh keberanian.

Warisan Sejarah dan Inspirasi

Hingga kini, masyarakat Jambi dan Kerinci terus mengenang nama Depati Parbo. Pemerintah mengabadikan namanya sebagai nama bandara, yaitu Bandar Udara Depati Parbo. Selain itu, sejumlah jalan utama juga menggunakan namanya.

Kisah perjuangannya menunjukkan integritas seorang pemimpin adat. Ia mampu menyatukan masyarakat untuk melawan ketidakadilan.

Pada akhirnya, perjalanan hidup Depati Parbo menjadi inspirasi lintas generasi. Dari lembah Kerinci hingga pengasingan di Ternate, ia menunjukkan bahwa semangat kedaulatan tidak pernah padam.

Penulis : Idp

Editor : Ichwan Diaspora

Berita Terkait

Dua Desa di Kerinci di Persimpangan Nasib: Dana Desa Terancam Raib, KPPN Beri Peringatan Keras
Tarif Travel Mendadak Naik di Kerinci–Sungai Penuh, Siapa Kasih Izin?
Terminal Baru Bandara Depati Parbo Resmi Beroperasi, Penumpang Wajib Tahu Akses Terbaru
Kerinci 100 2026, Harapan Baru dari Kaki Gunung Kerinci
Gas 3 Kg Langka di Kerinci dan Sungai Penuh
Dandim 0417/Kerinci Takziah, Wujud Empati dan Solidaritas TNI di Tengah Duka
Kodim 0417/Kerinci Apel Cek Personel Usai Cuti Lebaran
Pemkab Kerinci Hadiri Open House Gubernur Jambi di Merangin 
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 09:30 WIB

Dua Desa di Kerinci di Persimpangan Nasib: Dana Desa Terancam Raib, KPPN Beri Peringatan Keras

Jumat, 3 April 2026 - 21:30 WIB

Tarif Travel Mendadak Naik di Kerinci–Sungai Penuh, Siapa Kasih Izin?

Rabu, 1 April 2026 - 20:30 WIB

Terminal Baru Bandara Depati Parbo Resmi Beroperasi, Penumpang Wajib Tahu Akses Terbaru

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:00 WIB

Kerinci 100 2026, Harapan Baru dari Kaki Gunung Kerinci

Senin, 30 Maret 2026 - 10:00 WIB

Gas 3 Kg Langka di Kerinci dan Sungai Penuh

Berita Terbaru